JCCNetwork.id – Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan seharusnya bisa menciptakan gol tambahan untuk Indonesia kontra Filipina pada kualifikasi Piala Dunia 2026 hari ini, Selasa (21/11/2023) pukul 18.00 WIB.
Namun, sangat di sayangkan peluang emas Indonesia melalui Pratama Arhan itu justru tidak dimanfaatkan dengan baik hingga bola melambung ke atas gawang Filipina.
Selain itu, performa anak asuhan Shin Tae-yong itu terlihat kurang bagus performa mereka pada awal-awal pertandingan. Di mana dengan penampilan buruk itulah, Filipina sukses mencetak gol pertamanya ke gawang yang di jaga Ernando.
Kontrol bola yang tidak baik, passing bola yang kurang akurat, di tambah akurasi permainan yang tidak terorganisir menjadi catatan penting untuk pelatih Shin Tae-yong.
Pasalnya, Indonesia akan menghadapi tim-tim yang sangat kuat kedepannya. Oleh sebab itu, performa, teknikal, strategi dan pola serangan yang terorganisir dengan baik sangat di harapkan pada skuad garuda tersebut.
Di ketahui, Indonesia mengawali babak kedua kaualifikasi Piala Dunia 2028 dengan hasil yang buruk. Di mana sebelumnya di hajar babak belur oleh Irak hingga skor 5-1.
Pratama Arhan Hingga Rumput Stadion Rizal Memorial Dikritik
Perubahan performa dan pola serangan yang baik ini menjadi harapan dari seluruh pecinta sepak bola di tanah air yang turut menyaksikan baik lansung maupun melalui siaran lansung TV dan harapan yang banyak di sampaikan di media sosial.
Selain itu, warganet Indonesia rame-rame mengkritik rumput sintetis lapangan Rizal Memorial Stadium. Di mana rumput ini juga di nilai tidak baik untuk pertandingan, sebab pasti banyak pemain yang mengalami cedera akibat dari kerasnya rumput sintetis tersebut.
Hal itu terbukti dengan banyak luka sobekan yang di alami oleh sejumlah pemain Timnas Indonesia baik dari kapten Timnas Asnawi hingga Rafael Struick dan beberapa pemain lainnya.
“Harusnya jadi peluang emas Indonesia ciptakan gol lagi, aduuuh Arhaaaan,” tulis akun @tindas11
“Wajib menang ambil 3 poin,” tulis akun @yournutt_
“Ini yang lapangannya kek lapangan itu futsal ya… coba kalo bisa pemain timnas futsal aja. Yang hadapin yak karena udah biasa…,” tulis akun @ddvvaa11.
“Apakah tidak ada yang menyampaikan ke pemain jangan di perbanyak individual dalam pertandingan,” ucap @subur_awan.
“Asli ini mah balik ke jaman kegelapan sepakbola jaman dulu,” @shonebrighter




