CISFED Desak Indonesia Tegas soal Konflik Iran

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Center for Islamic Studies in Finance, Economics, and Development (CISFED) mendesak Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif dalam merespons eskalasi konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Desakan tersebut disampaikan dalam pernyataan resmi lembaga itu yang menilai situasi di Timur Tengah telah melampaui isu geopolitik dan berpotensi melanggar hukum internasional serta mengancam stabilitas global.

- Advertisement -

Ketua CISFED, Farouk Abdullah Alwyni, menyatakan bahwa penggunaan kekuatan militer secara sepihak bertentangan dengan prinsip kedaulatan negara.

Ia menilai Indonesia tidak dapat terus bersikap pasif mengingat komitmen negara terhadap nilai kemerdekaan, keadilan, dan perdamaian dunia.

Menurut Farouk, pemerintah perlu mengambil langkah diplomatik yang tegas dan konsisten.

- Advertisement -

Ia mendorong Indonesia untuk mengingatkan Amerika Serikat terkait batasan hukum internasional dalam penggunaan kekuatan militer, sekaligus menyerukan penghentian agresi terhadap Iran.

Selain itu, Indonesia juga diminta menyampaikan kecaman terhadap tindakan Israel yang dinilai memperkeruh konflik di kawasan.

CISFED turut menyoroti pentingnya penguatan kemandirian geopolitik dan geoekonomi Indonesia.

Salah satu langkah yang diusulkan adalah memperluas kerja sama strategis dengan negara-negara Muslim dan berkembang guna mengurangi ketergantungan terhadap kekuatan global tertentu.

Dalam pernyataan tersebut, Indonesia juga didorong memanfaatkan dinamika opini publik di Amerika Serikat yang menunjukkan penolakan terhadap keterlibatan militer.

Kondisi ini dinilai dapat menjadi peluang untuk memperkuat tekanan diplomatik secara internasional.

Lebih lanjut, CISFED mendorong Indonesia berperan dalam pembentukan tatanan dunia multipolar yang lebih adil dan seimbang.

Selain itu, Indonesia diharapkan mengambil inisiatif sebagai mediator dialog regional dengan menjembatani komunikasi antara Iran, negara-negara Teluk, dan pihak terkait lainnya.

Farouk menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam situasi ini akan menjadi catatan penting dalam sejarah.

Ia menekankan perlunya peran aktif Indonesia tidak hanya sebagai pengamat, tetapi sebagai pihak yang berkontribusi dalam upaya menjaga keadilan dan perdamaian internasional.

“Sudah saatnya Indonesia menunjukkan kepemimpinannya, bukan sekadar sebagai pengamat, tetapi sebagai aktor aktif yang berpihak pada keadilan,” ujarnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Venue Berubah, Persija Jakarta Hadapi Tantangan Berat Lawan PSIM Yogyakarta

JCCNetwork.id- Persija Jakarta menghadapi tantangan serius dalam persiapan jelang laga pekan ke-29 Super League setelah perubahan mendadak lokasi pertandingan melawan PSIM Yogyakarta. Pertandingan yang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER