IHSG dan Rupiah Kompak Tertekan Konflik Timur Tengah

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah sama-sama melemah pada penutupan perdagangan Rabu (4/3/2026) akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup anjlok 362,70 poin atau 4,57 persen ke level 7.577,06, setelah sepanjang perdagangan bergerak di zona merah. Tekanan jual mendominasi pasar dengan 734 saham melemah, jauh melampaui 54 saham yang menguat dan 33 saham stagnan.

- Advertisement -

Melansir Kompas.com, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menjelaskan pelemahan IHSG mengikuti tren bursa saham regional Asia yang juga mengalami tekanan.

Konflik geopolitik Timur Tengah yang memicu kekhawatiran krisis energi, termasuk kabar penutupan Selat Hormuz oleh Iran, menjadi sentimen negatif bagi pasar global. Data pasar menunjukkan volume perdagangan mencapai 52,69 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp29,31 triliun.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, rupiah juga melemah 20 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp16.892 per dolar AS karena investor cenderung menghindari aset berisiko. Analis memperkirakan tekanan pasar masih berlanjut selama ketegangan geopolitik global belum mereda.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Prabowo: Kita Tidak Boleh Kalah dari Mereka yang Mengambil Kekayaan Rakyat

Koma.id- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi dan berbagai praktik penyelewengan yang merugikan negara. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh kalah...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER