JCCNetwork.id- Aktivitas vulkanik Gunung Marapi kembali meningkat setelah gunung api tersebut mengalami erupsi pada Selasa (3/3) pukul 02.19 WIB. Letusan terjadi saat sebagian besar warga di Sumatera Barat masih beristirahat, dan terekam jelas melalui alat pemantauan di pos pengamatan.
Data yang dihimpun dari petugas mencatat, erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 30,2 milimeter dan durasi sekitar 85 detik. Meski aktivitas kegempaan tergolong signifikan, kolom abu tidak dapat teramati secara visual akibat kondisi gelap pada dini hari.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa hingga saat ini status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Status tersebut menandakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang memerlukan kewaspadaan masyarakat, terutama yang bermukim di sekitar lereng gunung.
“Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II atau Waspada,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria.
Sebelumnya, pada Minggu (28/2) sore, gunung api bertipe strato vulkano yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar itu juga mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.500 meter dari puncak. Rentetan letusan dalam beberapa hari terakhir memperkuat indikasi fluktuasi aktivitas magmatik di dalam tubuh gunung.
Sebagai langkah mitigasi, Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi. Masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang memasuki radius tiga kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek. Zona tersebut dinilai rawan terhadap lontaran material pijar maupun guguran abu vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa tanda awal yang jelas.
Selain potensi erupsi eksplosif, ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar juga menjadi perhatian serius. Warga yang tinggal di sepanjang lembah dan bantaran sungai yang berhulu di puncak gunung diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi. Material vulkanik yang terakumulasi di lereng berpotensi terbawa air hujan dan mengalir dengan cepat ke wilayah permukiman.
Pemerintah daerah di sekitar kawasan terdampak, termasuk Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam, diminta memperkuat koordinasi dengan PVMBG serta Pos Pengamatan Gunung Api setempat guna memastikan penyebaran informasi resmi berjalan cepat dan akurat.
Selain aspek keselamatan, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kesehatan dengan menggunakan masker apabila terjadi hujan abu. Abu vulkanik dapat memicu gangguan pernapasan dan iritasi mata apabila terpapar dalam waktu lama.
Pemerintah menegaskan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Setiap perkembangan aktivitas Gunung Marapi akan diumumkan secara resmi oleh otoritas terkait sesuai hasil pemantauan terkini.























