JCCNetwork.id- Kementerian Kebudayaan mencatat sedikitnya 43 cagar budaya terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera. Jumlah tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring berjalannya proses pendataan di lapangan.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan awal mengenai dampak bencana terhadap berbagai objek cagar budaya, baik yang berstatus kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Objek terdampak meliputi museum, tempat ibadah, serta situs pemakaman bersejarah.
“Pada tahap awal kemarin yang baru kita data itu 43. Ya, baik itu berupa cagar budaya tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun yang sudah tingkat nasional. Ada masjid, ada gereja, ada makam-makam, dan juga ada museum,” kata Fadli saat ditemui di Kemenbud, Jakarta Selatan, Minggu (14/12/2025).
Fadli menjelaskan, pendataan masih terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Berdasarkan laporan terbaru, jumlah cagar budaya terdampak diperkirakan akan meningkat.
“Nah, jadi sejauh ini ternyata bertambah. Jadi bukannya hanya 43, kemungkinan ada puluhan. Ini kami terus mencatat,” tutur Fadli.
Meski demikian, Fadli memastikan Kementerian Kebudayaan telah menyiapkan anggaran khusus untuk proses pemulihan dan perbaikan cagar budaya yang terdampak bencana. Pelaksanaan rehabilitasi akan dilakukan setelah masa tanggap darurat dan mitigasi bencana dinyatakan selesai.
“Ya, misalnya kalau dia tergenang, kalau dia rusak, kita sudah siapkan. Tinggal menunggu masa mitigasi bencana ini selesai,” kata Fadli.
Selain fokus pada pelestarian cagar budaya, Kementerian Kebudayaan juga turut menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar seperti makanan dan pakaian.
Fadli mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah menghimpun dana sekitar Rp1,5 miliar yang akan disalurkan kepada para korban bencana di wilayah terdampak.
“Tahap selanjutnya untuk rehabilitasi tentu terkait tupoksi dari Kementerian Kebudayaan adalah cagar budaya dan museum itu yang terkena dampak, termasuk pelaku-pelaku budaya dan juga juru pelihara kita,” tutur Fadli.



