Tiga Ilmu Aktivis Non-Murni Dibanding JARI 98 yang Berdasarkan Kepedulian

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98), Willy Prakarsa, menegaskan perbedaan mendasar antara aktivis JARI 98 dengan sejumlah oknum aktivis lain di Indonesia. Menurut Willy, banyak aktivis lain yang kritiknya seringkali tidak murni, karena dilakukan berdasarkan pesanan atau kepentingan tertentu, bukan atas dorongan kepedulian terhadap masyarakat.

- Advertisement -

Dalam paparannya, Willy menyebutkan bahwa sebagian oknum aktivis menggunakan tigailmuuntuk mencapai tujuan tertentu, yaitu:

Ajian Muka Tembok: memutuskan rasa malu agar dapat mengekspresikan kritik tanpa beban.

Ajian Muka Melas: menimbulkan rasa kasihan dari orang lain demi memperoleh perhatian atau dukungan.

- Advertisement -

Ajian Pamungkas / Muka Pules: menghasilkan keuntungan materi dan memperoleh keuntungan pribadi, termasuk uang.

Setelah menghasilkan dari ajian muka tembok kemudian kemudian ajian muka melas yang ketiga menggunakan ajian pamungkas yaitu ajian muka pules dapat uang kemudian tidur,” ucap Willy Prakarsa yang juga aktivis senior 98 itu.

Sebaliknya, JARI 98, atau Jaringan Reformasi Indonesia, lahir dari kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi nyata masyarakat. Aktivis JARI 98 bekerja berdasarkan prinsip kejujuran, keterbukaan, dan kesetiaan hidup apa adanya, bukan untuk keuntungan pribadi atau pesanan pihak tertentu.

“Yang membedakan lagi dengan tiga ilmu dari aktivis, jari 98 pun memiliki ajian terakhir yaitu LLT mau tahu apa itu LLT mau tahu apa itu LLT lagu laguan t*,” cetusnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Fermin Lopez Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026

JCCNetwork.id-Fermin Lopez dipastikan absen memperkuat Tim nasional sepak bola Spanyol pada Piala Dunia 2026 setelah menjalani operasi akibat cedera patah tulang kaki kanan. Cedera tersebut...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER