Tambang Gunung Kuda Ditutup Permanen

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memerintahkan penutupan permanen terhadap aktivitas tambang batu di Gunung Kuda, Desa Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Keputusan tegas ini diambil menyusul insiden longsor maut yang menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 12 lainnya, serta menyebabkan delapan orang masih dinyatakan hilang hingga Jumat (30/5/2025).

Dalam pernyataan resminya, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa perintah penutupan dikeluarkan usai pihaknya menerima laporan lengkap terkait kejadian tragis yang terjadi di area tambang batu galian C tersebut. Menurutnya, selain telah merenggut banyak korban jiwa, aktivitas penambangan di Gunung Kuda telah lama mengabaikan aspek keselamatan kerja.

- Advertisement -

“Kalau lihat cara tambangnya, potensi roboh dari atas. Saya minta Kementerian ESDM mengevaluasinya,” ujar Dedi dalam unggahan di akun instagram @dedimulyadi71 dikutip Sabtu (31/5/2025).

Longsor yang terjadi pada Jumat pagi tersebut menjadi puncak dari kekhawatiran lama atas metode penambangan yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan.

“Saya pernah datang ke sana dan melihat langsung kondisi tambangnya. Sangat berisiko. Aspek keselamatan kerja pegawai sama sekali tidak dipenuhi,” ujarnya dikutip dari akun media sosial Dedi Mulyadi, Jumat (30/5/2025).

- Advertisement -

Dedi mengungkapkan bahwa sejak tahun 2021 dirinya telah memperingatkan potensi bahaya di kawasan tersebut. Saat itu, ia masih menjabat sebagai anggota DPR RI dan melakukan peninjauan langsung ke lokasi tambang.

“Terkait Gunung Kuda, Cirebon, saya sudah bawel sejak Tahun 2021,” tulisnya dalam keterangan video.

Dalam video tersebut, Dedi bahkan telah meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengevaluasi perizinan tambang yang dianggap rawan longsor dan berbahaya. Namun, kala itu izin operasi tambang masih berlaku hingga Oktober 2025, sehingga ia mengaku tidak memiliki kewenangan langsung untuk menghentikannya.

“Saya tidak punya wewenang untuk menghentikannya saat itu. Namun kini saya menerima kabar duka, lebih dari 10 orang tertimbun akibat longsor di tambang itu,” katanya.

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan tambang yang merenggut korban jiwa di Indonesia. Selain korban tewas dan luka-luka, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap delapan orang yang diduga tertimbun material longsor. Proses evakuasi pun terkendala cuaca dan medan yang sulit.

Menanggapi kejadian tersebut, berbagai pihak mendesak adanya audit menyeluruh terhadap semua tambang aktif di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi juga diminta lebih tegas dalam pengawasan dan penegakan hukum terhadap perusahaan tambang yang melanggar aturan.

Dedi Mulyadi menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir lagi aktivitas tambang yang mengancam keselamatan pekerja dan lingkungan. Ia menyatakan bahwa tragedi di Gunung Kuda menjadi pelajaran pahit bagi semua pihak.

“Saya sudah instruksikan Kepala ESDM untuk menindak tegas perusahaan itu. Operasionalnya dihentikan. Perusahaaan ditutup untuk selamanya,” ucapnya.

Proses pencarian korban masih berlangsung dan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan aparat serta lembaga terkait untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan maksimal.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

MBG Disebut Turunkan Kemiskinan Fakta atau Ilusi?

JCCNetwork.id- Bayangkan ada satu program pemerintah yang bukan cuma mengisi piring makan anak-anak, tapi diam-diam menggerakkan roda ekonomi satu daerah. Uang triliunan rupiah mengalir...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER