JCCNetwork.Id – Dua remaja laki-laki dilaporkan tenggelam saat berenang di Sungai Biring Jene, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (27/1). Salah satu korban, Rafli (17), ditemukan dalam keadaan tewas setelah pencarian selama tiga jam oleh tim SAR gabungan. Jenazahnya dievakuasi ke rumah duka, sementara keluarga korban yang berada di lokasi kejadian tak kuasa menahan tangis saat melihat jasad Rafli.
Satu korban lainnya, Furqon (17), berhasil diselamatkan setelah sempat terseret arus. Menurut keterangan Yusuf, salah satu teman korban yang ikut berenang, peristiwa tragis itu terjadi saat kedua korban dan lima rekannya mengisi waktu libur dengan bermain di sungai yang berjarak dekat dari permukiman warga. Yusuf menjelaskan bahwa Rafli dan Furqon melompat ke sungai bersama-sama, namun keduanya langsung tenggelam karena tidak bisa berenang.
“Saya tidak tahu kalau tidak bisa berenang. Saya tolong, tetapi tidak bisa, lepas,” ujarnya.
Sungai Biring Jene diketahui memiliki kedalaman sekitar empat meter dengan arus yang cukup deras, terutama setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Kepala Rescue Damkar Kota Makassar, Muhammad Idham, menjelaskan bahwa korban tenggelam karena terjebak di pusaran air antara dasar dan permukaan sungai.
“Korban berada di antara dasar dengan permukaan air, kena pusaran,” ungkap Kepala Rescue Damkar Kota Makassar, Muhammad Idham di lokasi korban yang meninggal terseret arus.
Satu korban berhasil diselamatkan, sementara korban lainnya hilang tenggelam dan berhasil ditemukan sekitar 15 meter dari lokasi tempat mereka dinyatakan hilang.
“Ditemukan kurang lebih 15 meter dari tempat dia loncat. Tadi sempat hujan deras, airnya naik,” tandasnya.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari petugas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, relawan, dan warga setempat bahu-membahu dalam upaya penyelamatan dan pencarian korban. Furqon yang berhasil diselamatkan segera mendapatkan perawatan medis, sementara proses evakuasi Rafli dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi medan yang licin dan berbahaya.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan dan kewaspadaan saat bermain di sekitar sungai, khususnya bagi remaja. Pihak keluarga korban berharap agar tidak ada lagi insiden serupa yang menimpa anak-anak di wilayah tersebut.







