JCCNetwork.id- Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa nasionalisme para pemain naturalisasi yang membela tim nasional Indonesia tidak perlu dipersoalkan. Dalam pernyataannya di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis (18/9), Erick menekankan bahwa para pemain tersebut memiliki komitmen kuat terhadap Indonesia.
“Mereka sangat Indonesia. Jangan pernah mempertanyakan merah putih mereka,” ujar Erick.
Erick menjelaskan bahwa para pemain naturalisasi ini memiliki ikatan darah dengan Indonesia, baik dari orang tua maupun kakek-nenek mereka yang berkewarganegaraan Indonesia. Pergantian kewarganegaraan pun dilakukan atas dasar keinginan pribadi para pemain.
Salah satu contoh yang diberikan Erick adalah Mees Hilgers, bek tengah FC Twente yang saat ini tengah menunggu Keputusan Presiden terkait proses naturalisasinya. Erick mengungkapkan bahwa Mees menunjukkan sikap nasionalisme tinggi dengan aksinya yang terekam di Stadion De Grolsch Veste, Belanda. Setelah pertandingan melawan SC Heerenveen, di mana FC Twente menang 2-0, Mees mendatangi penonton yang membawa bendera Merah Putih dan berfoto dengan membentangkannya.
Erick juga menegaskan bahwa naturalisasi adalah bagian dari upaya jangka panjang PSSI untuk memperkuat kualitas tim nasional. Proses ini tidak hanya bertujuan untuk kemenangan jangka pendek, tetapi merupakan strategi berkelanjutan dalam membangun tim nasional yang lebih solid.
Sejak pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, memimpin timnas Indonesia pada akhir 2019, program naturalisasi terus digalakkan. Hingga saat ini, ada 14 pemain yang telah dinaturalisasi untuk memperkuat skuad Garuda, termasuk Jordi Amat, Marc Klok, dan Shayne Pattynama. Selain itu, proses naturalisasi dua pemain lainnya, Eliano Reijnders dan Mees Hilgers, telah disetujui oleh DPR RI dan tinggal menunggu Keputusan Presiden sebelum resmi menjadi WNI.
Erick berharap program ini terus berlanjut untuk memastikan tim nasional Indonesia dapat bersaing di kancah internasional dengan lebih baik.



