JCCNetwork.id- Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (Jari 98), Willy Prakarsa, mengaku bingung dengan sejumlah pihak yang dalam orasi politik kerap mengaitkan situasi politik dengan netralitas TNI-Polri.
Padahal pemilihan umum (Pemilu) 2024 menjadi ajang rakyat untuk bebas memilih pemimpinnya. Sementara komitmen dari negara dalam menjalankan demokrasi dengan sebaik mungkin, tanpa adanya tekanan telah dijalankan TNI-Polri sesuai tugas dan fungsinya.
“Saya bingung dan tidak habis pikir, orasi politik kok bawa-bawa institusi negara seperti TNI-Polri, salah mereka apa?,” kata Willy Prakarsa dikutip dari akun media sosialnya, Minggu (4/1/2024).
Willy Prakarsa menekankan boleh panik, namun jangan takabur dalam berorasi politik, pasalnya TNI dan Polri akan tetap netral memberikan kepercayaan bahwa proses demokrasi akan berjalan dengan baik. Jadi, hadapi masa depan politik dengan optimisme dan percaya pada kestabilan lembaga keamanan.
“Kenapa harus panik, apakah ada jaminan acara tersebut berjalan aman? Semoga TNI dan Polri tidak terpancing emosi buat kelompok yang panik,” tutup Willy Prakarsa.



