JCCNetwork.id – Calon Wakil Presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar menyebut Revolusi Mental yang menjadi program Presiden Jokowi gagal sejak memimpin Indonesia.
Hal itu Cak Imin sampaikan saat ditanyai mengapa memilih kata slepet. Pasalnya, kalimat itu ia pakai sebagai jargon utama, karena kata-kata revolusi agak kacau untuk digunakan.
“Kenapa saya ngomong slepet? karena kalau mau jujur, sebenarnya yang lebih tepat itu apa, revolusi sebenarnya. Tapi kata-kata revolusi agak kacau, sejak revolusi mental gagal dijalankan dengan baik,” kata Muhaimin pada Minggu (24/12) seperti dikutip JCCNetwork.id.
“Jadi terpaksa kasih istilah lebih mudah dan kemudian tidak mengganggu. Karena 10 tahun revolusi mental jadi revolusi mental, nah itu,” tambahnya.
Ia mengatakan bahwa ketika terpiliha akan mengubah kata tersebut. Padahal, beberapa kader partainya masih menjabat di kabinet pemerintahan Jokowi saat ini.
“Revolusi mental 10 tahun nggak ada sesuatu ya, eman-eman, sayang. Jangan-jangan dengan slepet lebih cepat gitu. Tidak usah ngomong revolusi tapi slepet aja,” tegas Cak Imin
Selain itu, Cak Imin sesumbar bahwa kalimat slepet bisa menjadi alat utama untuk mengatasi masalah-masalah sosial di Indonesia.
“Kalau lihat akar masalahnya kemiskinan nggak abis-abis. Ketidakadilan terjadi di mana-mana, sistem yang buruk itu adalah akar masalah, akar masalah yang pertama. Itu sebetulnya yang harus kita slepet saya telusuri,” tandasnya.



