Minta Ketua KPK Mundur Syarat Motif Komunikasi Politik

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Sangat-sangat aneh sejumlah mantan pimpinan KPK demonstrasi kemarin (10/4/2023) meminta Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipecat, sebagai mana dimuat di berbagai media massa.

Sebagai mantan penegak hukum, sejatinya mereka berjuang di jalur hukum. Bukan di jalur (komunikasi) politik. Sekalipun demonstrasi sebagai hak demokrasi, seharusnya mereka lebih mengedepankan penegakan hukum ketika menurut padangan mereka ada dugaan keganjilan hukum.

- Advertisement -

Bukan masuk ke ranah (komunikasi) politik dengan berdemontrasi. Oleh karena itu, tindakan komunikasi politik demonstrasi yang dilakukan sejumlah mantan pimpinan KPK tersebut sangat berlebihan dan sarat muatan motif komunikasi politik.

Sebagai (mantan) pendekar hukum, dugaan keganjilan hukum, idealnya mereka bertindak atas tahapan proses hukum. Tentu dimulai dengan pelaporan dan atau pengaduan ke institusi hukum yang terkait sesuai dengan undang-undang. Mereka sebaiknya berjuang di jalur hukum untuk memproses dugaan keganjilan hukum. Tentu didahului dengan kajian dan analisis hukum yang objektif dan konprihensip.

Sebab, bukankah para (mantan) penegak hukum biasanya “berteriak” bahwa panglima itu adalah penegakan hukum di jalur hukum? Bukandi jalur politik. Demontrasi meneriakkan “copot ketua KPK” menunjukkan bahwa mereka telah masuk ke rana politik, sehingga tidak melakukan pendidikan kesadaran hukum yang benar kepada masyarakat. Demonstrasi ini, langsung atau tidak langsung berpotensi mengganggu upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air. Atau mereka telah bermutasi dari pendekar hukum menjadi “pendekar politik”. Kalau begitu, saya menyarankan mereka mendirikan atau masuk partai politik saja.

- Advertisement -

Oleh karena itu, demontrasi yang dilakukan oleh sejumlah mantan pimpinan KPK perlu dipertanyakan dari perspektif komunikasi politik. Apa motif komunikasi politiknya? Apa makna terselubung di balik demontrasi yang mereka lakukan? Apakah ada agenda terselubung di balik tindakan demonstarasi tersebut ditengah KPK melakukan pemberantasan korupsi yang massif, diantaranya melalui penindakan dan operasi tangkap tangan (OTT). Atau salah satu, atau beberapa orang, atau semua mantan pimpinan KPK tersebut ingin “kembali” ke KPK lagi? Jika pertanyaan yang terakhir ini menjadi tujuannya, sebaiknya mereka bersabar dululah menunggu untuk mengikuti seleksi yang dilakukan oleh pansel pimpinan KPK dalam waktu sangat dekat ini, sehingga mereka bisa berkuasa kembali di KPK dengan keinginan, pola dan sistem yang pernah mereka lakukan di KPK.

Oleh sebab itu, berbasis komunikasi politik saya berhipotesa, demonstrasi yang mereka lakukan sangat kecil kemungkinan mendapat dukungan opini publik. Atau berpotensi hilang ditelan badai. Sebab disadari atau tidak oleh mereka, demontrasi tersebut bisa bermakna bahwa data hukum, bukti hukum dan pengaruh hukum yang mereka miliki lemah.

Sebaliknya bila data hukum, bukti hukum dan pengaruh hukum yang mereka miliki valid dan kuat, mereka lebih cenderung menempuh jalur hukum. Untuk itu saya meyarankan, jika mereka sungguh-sungguh kredibel di bidang hukum, para mantan pimpinan KPK tersebut, suka tidak suka, harus memilih jalur hukum untuk merawat kredibilitas ketokohan sosial (hukum) mereka. Bukan berdemontrasi yang terkait dengan penegakan hukum. Sangat disayangkan.

Di sisi lain, KPK bekerja atas dasar undang-undang siapapun pemimpinnya, termasuk masa kepemimpinan para mantan pimpinan KPK yang berdemonstrasi tersebut. KPK tidak pernah tunduk pada kekuasaan apapun, termasuk pengaruh dari pusat kekuasaan eksekutif, legislatif, judikatif dan demontrasi dalam bentuk apapun, termasuk yang dilakukan oleh para mantan pimpinan KPK tersebut. KPK bekerja imparsial. KPK tidak tebang pilih atau pilih tebang dalam penegakan hukum. KPK tidak berpenah menarget sosok tertentu untuk diproses atas dugaan tindak pidana korupsi, kecuali berbasis cukup bukti hukum keterlibatan dugaan tindak pidana korupsi.

Untuk menetapkan seseorang menjadi saksi, dan atau tersangka dan atau terdakwa dalam dugaan tindak pidana korupsi, KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri berkerja prudent tanpa mengenal waktu. Para insan KPK ada juga bekerja malam hari beratapkan langit, berselimutkan awan dan embun dingin, seperti di Papua. Di siang hari, ada mereka bekerja di bawah terik panasnya matahari demi “memerdekakan” Indonesia dari para “penjajah” pelaku korupsi.

KPK yang sekarang bekerja profesional, objektif dan netral demi pemberantasan korupsi yang sudah menjadi kejahatan luar biasa di Indonesia. Oleh sebab itu, sejatinya semua komponen bangsa mendukung KPK. Jangan ada elite sosial di negeri ini mencoba-coba mengganggu atau mempolitisasi semua peran, fungsi dan tugas KPK dalam rangka pemberantasan korupsi di Indonesia.

Salam,
Emrus Sihombing
Komunikolog Indonesia

- Advertisement -

BACA LAINNYA

KPK Panggil Ulang Nusron Wahid Besok, Berharap Dia Hadir

JCCNetwork.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid pada Kamis (15/10/2026). Nusron akan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
KPK Ungkap Dugaan Uang Korupsi Dipakai Bupati Klaten untuk Bayar Utang Pilkada #shorts #trending
01:21
Video thumbnail
Terkuak, Bupati Klaten Diduga Terima Setoran Rutin Rp1,8 Miliar dari OPD hingga BUMD
09:31
Video thumbnail
Anggota Parlemen Malaysia Desak ASEAN Protes ke Indonesia soal Kabut Asap
10:00
Video thumbnail
KPK Ungkap Tong Biru Isi Uang Diduga Hasil Korupsi Bupati Klaten #shorts #trending
01:59
Video thumbnail
Bukan Brankas, KPK Ungkap Dugaan Uang Hasil Korupsi Bupati Klaten Disimpan dalam Tong Biru
08:31
Video thumbnail
Jokowi Blak-blakan Duga Ada Manuver untuk Hancurkan Reputasinya dan Gibran #shorts #trending
01:27
Video thumbnail
KPK Bongkar Dugaan Korupsi di BNPB, Gepokan Uang hingga Emas Dipamerkan
08:28
Video thumbnail
KPK Ungkap Dugaan Dana Bencana BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar #shorts #trending
01:59
Video thumbnail
KPK Bongkar Aliran Uang Miliaran dan Emas 325 Gram ke Pejabat BNPB dalam Kasus Korupsi Dana Bencana
13:39
Video thumbnail
Gugatan UU Pilkada Ditolak MK, Ini Alasan Ambang Batas Pencalonan Kepala Daerah Dipertahankan
08:07
Video thumbnail
KPK Ungkap Dugaan Penyelewengan Dana Bencana Rp148 Miliar oleh Adik Eks Kepala BNPB
14:44
Video thumbnail
Pemerintah Dituding Tebang Hutan, Mentan Amran UngkapPembukaan Sawah di Papua
08:04
Video thumbnail
Terungkap, KPK Beberkan Dugaan Dana Siap Pakai BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar
22:12
Video thumbnail
Resmi Jadi KSAD, Jenderal Tandyo Siap Turunkan Pasukan Bantu Pemadaman Karhutla #shorts
01:08
Video thumbnail
Lawan Ancaman Karhutla, BPGMN Dorong Budidaya Sagu hingga Jelutung di Lahan Gambut
08:44
Video thumbnail
Resmi Jadi KSAD, Jenderal Tandyo Siap Turunkan Pasukan Bantu Pemadaman Karhutla
08:50
Video thumbnail
Baru Dilantik, Kristomei Buka Peluang Rombak Personel BNPB Buntut Kasus Korupsi
08:29
Video thumbnail
Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Isu Pindah ke PSI: Kabar dari Mana?
01:44
Video thumbnail
Momen Menta Amran Sebut Mahasiswi PPL Kesayangannya, Langsung Dihadiahi Motor #shorts #trending
01:15
Video thumbnail
Bikin Haru, Mentan Amran Sebut Mahasiswi PPL Kesayangannya hingga Dihadiahi Motor
11:01

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER