JCCNetwork.id- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada 17–19 September. Agenda tersebut mencakup pembahasan penguatan hubungan kerja sama Indonesia dan PBB, terutama dalam mendukung sistem multilateral serta menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Rencana kunjungan itu disampaikan Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Farhan Haq, melalui pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu. Ia menyebut Guterres akan bertolak menuju Indonesia pada Sabtu dini hari waktu New York untuk menjalani sejumlah agenda resmi.
“Sabtu dini hari (waktu New York) Sekretaris Jenderal PBB akan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia,” kata Wakil Juru Bicara untuk Sekjen PBB, Farhan Haq, dalam pernyataanyang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Dalam kunjungan tersebut, Guterres juga akan memberikan penghormatan kepada Indonesia atas kontribusi dan komitmen jangka panjangnya dalam mendukung berbagai operasi pemeliharaan perdamaian yang berada di bawah mandat PBB.
Indonesia selama ini menjadi salah satu negara yang aktif mengirimkan personel untuk terlibat dalam misi perdamaian internasional. Keterlibatan tersebut mencakup penugasan di sejumlah wilayah konflik dan negara yang membutuhkan dukungan untuk memulihkan stabilitas keamanan.
Salah satu agenda penting Guterres di Indonesia adalah mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI. Di lokasi tersebut, ia dijadwalkan bertemu dengan personel Indonesia yang tengah mempersiapkan diri untuk diberangkatkan dalam misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.
Personel tersebut akan menjalankan tugas dalam United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA), sebuah misi PBB yang memiliki mandat untuk mendukung stabilisasi dan perlindungan warga sipil di negara tersebut.
Pertemuan dengan personel yang akan bertugas dalam misi internasional itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk melihat secara langsung kesiapan Indonesia dalam mendukung pelaksanaan mandat perdamaian PBB.
Selain mengunjungi pusat pelatihan personel penjaga perdamaian, Guterres dijadwalkan meletakkan karangan bunga di tugu peringatan yang didedikasikan untuk mengenang 50 personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas di bawah bendera PBB.
Prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap para personel yang kehilangan nyawa ketika menjalankan misi internasional. Pengabdian mereka mencerminkan risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian dalam menjalankan tugas di wilayah yang masih menghadapi persoalan keamanan dan konflik.
Kunjungan Guterres juga akan diisi dengan agenda diplomasi di Jakarta. Sekjen PBB itu dijadwalkan menyampaikan pidato di Kementerian Luar Negeri mengenai masa depan multilateralisme, termasuk pentingnya kerja sama antarnegara dalam menghadapi berbagai persoalan global.
Multilateralisme merupakan pendekatan hubungan internasional yang menekankan kerja sama sejumlah negara melalui mekanisme bersama, termasuk organisasi internasional seperti PBB. Pendekatan ini menjadi salah satu instrumen untuk membangun kesepakatan dalam menangani persoalan yang melampaui batas negara, mulai dari konflik bersenjata hingga ancaman terhadap stabilitas global.
Melalui pidatonya, Guterres akan mengangkat isu mengenai arah dan peran kerja sama multilateral di tengah dinamika internasional. Agenda tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat dialog antara PBB dan Indonesia mengenai upaya mempertahankan sistem kerja sama internasional.
Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung operasi pemeliharaan perdamaian PBB. Hingga Februari 2026, lebih dari 50.000 personel Indonesia tercatat telah bertugas dalam berbagai misi perdamaian PBB di sejumlah kawasan dunia.
Jumlah tersebut menunjukkan luasnya keterlibatan Indonesia dalam upaya menjaga perdamaian internasional. Personel yang dikirimkan menjalankan beragam tugas sesuai mandat misi, termasuk mendukung stabilitas keamanan, membantu pelaksanaan operasi di lapangan, serta berkontribusi terhadap perlindungan masyarakat sipil.
Partisipasi Indonesia dalam misi perdamaian juga menjadi bagian dari kontribusi negara terhadap upaya kolektif masyarakat internasional dalam menangani konflik. Melalui pengiriman personel, Indonesia terlibat langsung dalam pelaksanaan mandat PBB di wilayah yang membutuhkan dukungan keamanan dan stabilisasi.
Di Republik Afrika Tengah, Kontingen Garuda yang bertugas dalam MINUSCA turut mendukung pelaksanaan mandat misi tersebut. Kontribusi personel Indonesia mencakup dukungan operasional dan upaya perlindungan warga sipil di tengah situasi keamanan yang menjadi perhatian masyarakat internasional.
Pengabdian personel Indonesia dalam misi tersebut juga memperoleh pengakuan dari PBB. Pada September 2026, Kontingen Garuda yang bertugas dalam MINUSCA menerima medali PBB sebagai bentuk penghargaan atas pelaksanaan tugas mereka.
Pemberian medali itu menjadi pengakuan atas kontribusi personel Indonesia dalam mendukung operasi perdamaian internasional. Penghargaan tersebut sekaligus menandai peran Kontingen Garuda dalam membantu menjalankan mandat PBB di Republik Afrika Tengah.
Rangkaian agenda kunjungan Antonio Guterres ke Indonesia dengan demikian mencakup sejumlah aspek, mulai dari penghormatan kepada personel yang gugur, pertemuan dengan pasukan yang akan diberangkatkan ke wilayah misi, hingga pembahasan mengenai masa depan kerja sama multilateral.
Kunjungan tersebut juga menyoroti hubungan antara Indonesia dan PBB dalam bidang pemeliharaan perdamaian. Melalui keterlibatan personel di berbagai misi internasional, Indonesia terus berpartisipasi dalam upaya bersama untuk menjaga keamanan, mendukung perlindungan warga sipil, dan memperkuat stabilitas di wilayah yang terdampak konflik.
























