4. Pijat bahu
Bahu ibu bersalin harus rileks untuk membantu ibu bernapas teratur. Dengan pernapasan teratur, suplai oksigen bagi ibu maupun janin menjadi maksimal.
Pijat dapat membuat bahu rileks sehingga ibu hamil bernapas lebih tenang. Pemijat meletakkan tangannya di bahu ibu dan memijat dengan tekanan ringan.
Ini akan mengendorkan bahu yang semula membungkuk akibat stres. Selanjutnya, tekan bahu menggunakan siku dengan gerakan berirama dan kuat.
Pemijat juga dapat menaruh seluruh jarinya di bahu, tetapi hanya menggerakkan ibu jari untuk memijat dengan gerakan lingkaran-lingkaran kecil di belakang bahu.
Sampaikan pada pemijat jika tekanannya kurang atau terlalu kuat. Penting bagi pemijat untuk menghindari pijatan berefek erotis karena membuat ibu bernapas cepat. Padahal, tujuan pemijatan dalam persalinan adalah melambatkan pernapasan.
5. Pijat perineum
Perineum terdiri dari kulit dan otot di antara vagina dan anus. Ketika kepala bayi menyembul di vagina, perineum dengan sendirinya meregang untuk memberi jalan keluar bayi.
Pemijatan perineum yang dilakuken sejak bulan-bulan terakhir kehamilan menyiapkan jaringan kulit perineum lebih elastis sehingga lebih mudah meregang.
Selain itu, meningkatkan elastisitas vagina untuk membuka, sekaligus melatih ibu untuk aktif mengendurkan perineum ketika ia merasakan tekanan saat kepala bayi muncul. Ini dapat mengurangi rasa sakit akibat peregangan.
Penelitian juga menunjukkan, pemijatan perineum mengurangi robekan perineum, mengurangi pemakaian episiotomi, dan mengurangi penggunaan alat bantu persalinan lainnya.
Banyak ibu merasakan perubahan daya regang daerah perineumnya setelah satu hingga dua minggu pemijatan.
Ibu dapat melalukan pemijatan sendiri dibantu cermin atau oleh pasangan. Pilihlah waktu khusus. Untuk memijat daerah peka ini, tangan harus dicuci bersih dan kuku dipotong pendek.
Dapatkan Berita Update di Google Berita
























