JCCNetwork.id- Sejumlah komoditas pangan strategis nasional mengalami pergerakan harga pada perdagangan Jumat (31/7/2026). Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia hingga pukul 08.00 WIB, kelompok komoditas cabai memimpin daftar kenaikan harga, diikuti beras kualitas bawah, daging ayam ras, daging sapi, dan telur ayam ras.
Lonjakan harga tertinggi tercatat pada cabai merah keriting yang naik 4,65 persen dibandingkan hari sebelumnya. Komoditas tersebut kini diperdagangkan di kisaran Rp48.400 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada cabai merah besar yang meningkat 2,7 persen menjadi Rp49.450 per kilogram.
Sementara itu, cabai rawit merah ikut mengalami penguatan harga sebesar 2,02 persen hingga mencapai Rp55.500 per kilogram. Adapun cabai rawit hijau naik lebih terbatas, yakni 0,68 persen menjadi Rp52.200 per kilogram.
Tidak hanya kelompok cabai, sejumlah bahan pangan lainnya juga menunjukkan tren kenaikan. Beras kualitas bawah II tercatat naik 0,34 persen menjadi Rp14.600 per kilogram. Harga daging ayam ras meningkat 2,05 persen menjadi Rp39.900 per kilogram, mencerminkan masih adanya tekanan pada komoditas protein hewani.
Untuk komoditas daging sapi, kenaikan terjadi meski relatif tipis. Daging sapi kualitas I tercatat naik 0,1 persen menjadi Rp151.050 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II meningkat 0,04 persen menjadi Rp141.950 per kilogram.
Harga telur ayam ras juga mengalami penyesuaian ke atas sebesar 0,17 persen sehingga berada di level Rp29.650 per kilogram.
Di tengah kenaikan sejumlah komoditas tersebut, PIHPS mencatat beberapa bahan pangan justru mengalami koreksi harga. Bawang merah menjadi komoditas dengan penurunan terbesar, yakni 4,39 persen menjadi Rp40.300 per kilogram. Bawang putih turut melemah 2,11 persen menjadi Rp41.800 per kilogram.
Selain itu, harga beras kualitas super I turun 0,28 persen menjadi Rp17.650 per kilogram. Penurunan ini menjadi salah satu faktor yang menahan laju kenaikan harga pada kelompok komoditas pangan pokok.
Sementara itu, sejumlah komoditas lainnya masih bergerak stabil tanpa perubahan dibandingkan hari sebelumnya. Beras kualitas bawah I tetap berada di level Rp14.750 per kilogram. Beras kualitas medium I dipertahankan di Rp16.400 per kilogram, sedangkan beras kualitas medium II tetap Rp16.200 per kilogram. Beras kualitas super II juga tidak berubah di angka Rp17.150 per kilogram.
Komoditas gula pasir turut menunjukkan kestabilan harga. Gula pasir kualitas premium masih dipasarkan seharga Rp20.300 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal bertahan di Rp19.100 per kilogram.
Di sektor minyak goreng, harga juga belum mengalami perubahan. Minyak goreng curah masih berada di kisaran Rp20.450 per kilogram. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I tetap dijual Rp24.300 per liter dan minyak goreng kemasan bermerek II bertahan di level Rp23.400 per liter.
Pergerakan harga sejumlah komoditas tersebut mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan di pasar domestik yang terus berubah setiap hari. Data PIHPS Bank Indonesia menjadi salah satu acuan pemantauan harga pangan nasional yang digunakan untuk melihat perkembangan harga berbagai kebutuhan pokok di sejumlah daerah di Indonesia.




