Saudi Catat Lonjakan Jemaah Haji 2026

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah Arab Saudi mencatat jumlah jemaah yang menunaikan ibadah Haji 1447 Hijriah mencapai lebih dari 1,7 juta orang. Data tersebut diumumkan oleh Otoritas Umum Statistik Arab Saudi dalam laporan resmi yang dirilis pada Selasa (26/5/2026).

Berdasarkan laporan tersebut, total jemaah haji tahun ini tercatat sebanyak 1.707.301 orang yang berasal dari berbagai negara di dunia maupun dari dalam wilayah Arab Saudi sendiri. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme umat Muslim untuk kembali menunaikan rukun Islam kelima dengan sistem penyelenggaraan yang semakin tertata.

- Advertisement -

Mayoritas jemaah diketahui datang dari luar Arab Saudi. Otoritas statistik setempat mencatat sebanyak 1.546.655 jemaah internasional memasuki wilayah Kerajaan melalui sejumlah pintu kedatangan resmi, baik bandara, jalur darat, maupun pelabuhan laut.

Sementara itu, sebanyak 160.646 jemaah berasal dari dalam negeri Arab Saudi yang terdiri atas warga negara Saudi dan para penduduk asing yang menetap di negara tersebut.

Laporan statistik juga memperlihatkan komposisi jemaah berdasarkan jenis kelamin. Jumlah jemaah laki-laki tercatat mencapai 893.396 orang, sedangkan jemaah perempuan sebanyak 813.905 orang.

- Advertisement -

Transportasi udara masih menjadi jalur utama yang digunakan jemaah internasional untuk menuju Tanah Suci. Sebanyak 1.485.729 orang tercatat tiba melalui berbagai bandara internasional di Arab Saudi. Di sisi lain, 54.429 jemaah masuk melalui jalur darat dan 6.497 orang menggunakan jalur laut.

Pemerintah Arab Saudi sebelumnya telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Berbagai sektor pelayanan diperkuat mulai dari transportasi, layanan kesehatan, pengamanan, hingga penerapan sistem digital untuk membantu mobilitas dan kebutuhan jemaah selama berada di Makkah dan Madinah.

Selain itu, otoritas setempat juga meningkatkan pengawasan di sejumlah titik utama guna mengantisipasi kepadatan jemaah selama puncak pelaksanaan ibadah haji. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan jutaan umat Muslim yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir terus mengembangkan sistem pelayanan haji berbasis teknologi guna mempercepat proses administrasi dan memudahkan pemantauan pergerakan jemaah. Modernisasi layanan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Rupiah Tembus Rp17.830, Menkeu Pastikan APBN Aman

JCCNetwork.id- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami tekanan pada perdagangan Rabu (27/5/2026). Mata uang Garuda tercatat melemah hingga menembus level Rp17.830...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER