JCCNetwork.id- Seorang perempuan lanjut usia bernama Siti Amanah (67), warga Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan meninggal dunia setelah tersambar petir saat berada di area persawahan, Kamis (9/4/2026) sore.
Peristiwa nahas tersebut terjadi ketika cuaca di wilayah setempat tengah diguyur gerimis. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat terlihat berjalan di tengah areal sawah sebelum sambaran petir tiba-tiba mengenai tubuhnya.
Saksi mata, Soelastri (47), yang berada di sekitar lokasi kejadian, mengaku langsung terkejut saat melihat insiden tersebut. Ia kemudian segera meminta bantuan kepada Supriyanto (43) yang berada tidak jauh dari tempat kejadian. Keduanya bergegas mendatangi korban untuk memastikan kondisinya.
Namun, setelah dilakukan pengecekan awal, korban diketahui telah meninggal dunia di lokasi kejadian. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada warga lainnya, termasuk Roisu Shaba (36), yang selanjutnya melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian setempat.
Kapolsek Penawangan AKP Sutarjo menyampaikan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti laporan dengan berkoordinasi bersama Tim Inafis Polres Grobogan serta tenaga medis dari Puskesmas Penawangan 2. Saat petugas tiba di lokasi, jenazah korban telah lebih dahulu dievakuasi oleh warga dan keluarga ke rumah duka.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah serta olah tempat kejadian perkara (TKP) di area persawahan tempat korban ditemukan. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tanda-tanda sambaran petir di sekitar lokasi, termasuk pada sebuah pohon pisang yang berada tidak jauh dari titik kejadian.
Selain itu, pada tubuh korban ditemukan luka bakar di bagian pelipis kiri. Petugas juga mencatat adanya dua gigi korban yang patah, yang diduga akibat benturan saat korban terjatuh usai tersambar petir.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi tidak menemukan indikasi kekerasan atau unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat sambaran petir saat berada di area terbuka.
“Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, korban meninggal diduga akibat tersambar petir saat di persawahan,” ujar AKP Sutarjo dikutip dari iNews Muria, Jumat (10/4/2026).
Pihak kepolisian sempat menawarkan proses autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis. Namun, pihak keluarga menolak dan telah membuat surat pernyataan resmi. Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai prosedur yang berlaku.













