JCCNetwork.id-Jenazah Juliana Marins, wisatawan Brasil yang meninggal dunia usai jatuh ke kawah Gunung Rinjani, Indonesia, resmi dimakamkan pada Jumat (4/7) pagi waktu setempat di Pemakaman Parque da Colina, Pendotiba, Rio de Janeiro.
Keputusan keluarga untuk tidak melakukan kremasi diambil guna membuka kemungkinan dilakukannya autopsi ulang jika diperlukan dalam proses penyelidikan lanjutan.
Marins ditemukan tewas empat hari setelah dilaporkan jatuh saat melakukan pendakian bersama rombongan tur pada Sabtu, 21 Juni 2025.
Autopsi awal yang dilakukan di Indonesia menyebutkan penyebab kematian adalah trauma akibat jatuh dari ketinggian.
Namun, setibanya di Brasil, jenazah kembali menjalani autopsi kedua, yang hasil resminya hingga kini belum diumumkan.
“Kami sudah terlanjur mengambil keputusan. Juliana akan dikubur. Kalau nanti perlu dilakukan penggalian ulang untuk autopsi lanjutan, maka jenazahnya harus dikubur, bukan dikremasi,” ujar Manoel dikutip Redeonda Digital, Sabtu (5/7/2025).
Permintaan awal untuk mengkremasi jenazah sempat diajukan oleh pihak keluarga ke pengadilan Brasil.
Namun, permohonan itu ditolak karena hasil autopsi kedua belum dirilis dan penyebab pasti kematian masih belum jelas.
Meski pengadilan kemudian mengubah keputusannya dan mengizinkan kremasi, keluarga akhirnya memilih pemakaman.
“Mulai pukul 12.30 siang hingga pukul 15.00, upacara berlangsung secara tertutup, hanya dihadiri keluarga dan sahabat dekat,” tulis Redonda Digital.
Prosesi pelepasan jenazah digelar secara terbuka pada pagi hari, namun pengambilan foto dan video dilarang di sekitar peti.
Upacara pemakaman berlangsung tertutup sejak pukul 12.30 hingga 15.00, hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat.
Kasus kematian Juliana Marins memicu kemarahan publik Brasil.
Penyelenggara tur serta otoritas keselamatan di Indonesia mendapat sorotan tajam atas dugaan kelalaian dalam menjamin keamanan wisatawan asing.
Dengan keputusan pemakaman, pihak keluarga berharap pintu penyelidikan tetap terbuka, sembari menantikan kejelasan hasil autopsi kedua.



