JCCNetwork.id- Tim Nasional Indonesia harus mengakui keunggulan Australia dalam laga matchday ketujuh Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang digelar di Stadion Sydney, Kamis (20/3/2025) malam WIB. Skuad Garuda takluk setelah beberapa pemain yang minim menit bermain di klub masing-masing justru dijadikan andalan oleh pelatih Patrick Kluivert.
Dalam pertandingan tersebut, Kluivert menerapkan formasi 3-4-1-2. Keputusan sang pelatih menurunkan tiga pemain yang jarang mendapatkan kesempatan tampil di level klub cukup mengejutkan. Pasalnya, saat diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Januari lalu, Kluivert menegaskan pentingnya menit bermain di klub bagi para pemain yang ingin membela Timnas.
Tiga pemain yang dimaksud adalah Rafael Struick, Marselino Ferdinan, dan Nathan Tjoe A-On. Ketiganya tampil di bawah standar saat menghadapi Australia, yang berakibat pada lemahnya performa Timnas Indonesia di pertandingan tersebut.
Rafael Struick hanya mencatatkan satu gol dari 10 pertandingan bersama Brisbane Roar di Liga Australia 2024-2025. Namun, dari delapan laga terakhir Brisbane Roar, Struick hanya tampil sekali selama tiga menit saat timnya bermain imbang 1-1 melawan Adelaide United pada 8 Maret 2025. Kurangnya menit bermain terlihat jelas dalam laga kontra Australia, di mana Struick tampak kesulitan berlari. Meski demikian, ia sempat memberikan kontribusi setelah dijatuhkan di kotak penalti, yang berujung hadiah penalti bagi Timnas Indonesia.
Marselino Ferdinan mengalami situasi serupa di klubnya, Oxford United. Sejak bergabung pada Agustus 2024, ia hanya bermain sekali untuk tim senior, yakni selama delapan menit dalam kekalahan 1-3 dari Exeter City di Piala FA pada 28 Januari 2025. Selebihnya, Marselino lebih sering bermain di tim U-21 Oxford United. Minimnya pengalaman di level senior membuat penampilannya kurang maksimal di pertandingan melawan Australia.
Nathan Tjoe A-On juga menghadapi kendala serupa di Swansea City. Bergabung sejak musim panas 2023, pemain berusia 23 tahun itu baru tiga kali tampil musim ini. Pertandingan terakhirnya bersama Swansea City terjadi hampir tujuh bulan lalu, pada 28 Agustus 2024, saat timnya kalah 0-1 dari Wycombe Wanderers di Piala Liga Inggris. Kurangnya menit bermain membuat Nathan terlihat gugup dan tidak mampu menguasai permainan di laga melawan Australia. Ia bahkan berkontribusi pada kebobolan dua gol Timnas Indonesia akibat kesalahan posisionalnya.
Keputusan Patrick Kluivert untuk menurunkan pemain yang minim menit bermain di klub tampaknya menjadi bumerang bagi Timnas Indonesia. Penampilan di bawah standar dari tiga pemain tersebut berkontribusi pada kekalahan skuad Garuda. Evaluasi mendalam diperlukan untuk memastikan Timnas Indonesia tampil lebih kompetitif di laga-laga selanjutnya.
Kekalahan ini menjadi peringatan bagi pemain yang ingin masuk skuad Garuda agar mendapatkan menit bermain yang cukup di level klub. Sementara itu, Kluivert diharapkan lebih selektif dalam memilih pemain agar Timnas Indonesia mampu bersaing di kualifikasi Piala Dunia 2026.
























