Mbok Yem Sakit, Sosok Legendaris Gunung Lawu Itu Kini Dirawat di RS

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.Id –Nama Mbok Yem mungkin sudah tidak asing bagi para pendaki Gunung Lawu. Pemilik warung legendaris di puncak gunung tersebut kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Aisyiyah (RSUA) Ponorogo akibat kondisi kesehatannya yang menurun.

Kabar tentang perawatannya pun langsung tersebar luas, menarik perhatian banyak orang, terutama para pendaki yang pernah singgah di warungnya.

- Advertisement -

Sejak pertama kali dirawat sepekan lalu, Mbok Yem tidak pernah sepi dari kunjungan. Setiap harinya, puluhan pendaki datang untuk menjenguknya. Tidak hanya pendaki muda, banyak juga pendaki yang sudah berumur datang dari berbagai daerah untuk memberikan dukungan moral kepada wanita berusia 82 tahun tersebut.

Kehadiran mereka ternyata membawa perasaan campur aduk bagi Mbok Yem—di satu sisi ia merasa bahagia karena mendapat banyak perhatian, tetapi di sisi lain, ada perasaan haru dan nelangsa yang sulit ia ungkapkan.

Saelan, anak kandung Mbok Yem yang setia mendampinginya selama di rumah sakit, tidak bisa menyembunyikan rasa harunya melihat betapa banyak orang yang peduli terhadap ibunya.

- Advertisement -

Ia mengaku terharu dan bersyukur, karena ibunya yang selama ini hanya dikenal sebagai penjaga warung di puncak gunung, ternyata memiliki tempat istimewa di hati para pendaki.

“Alhamdulillah, banyak yang sayang kepada mbok saya. Banyak yang rela datang jauh-jauh untuk menjenguk,” ujar Saelan, Selasa (11/3/2025).

Saelan juga mengungkapkan bahwa ibunya sempat menangis saat melihat banyak pendaki datang menemuinya. Mbok Yem merasa bersalah karena selama ini ia sering bersikap cuek terhadap para pendaki yang mampir ke warungnya.

“Ya mungkin ibu kerja di warung sudah capek. Kadang ada pendaki yang beli minta didahulukan atau minta foto, tapi simbok biasanya cuek. Jadi sekarang merasa bersalah dan terharu melihat banyak yang menjenguk,” tambahnya.

Humas RSUA Ponorogo, Muh. Arbain, mengonfirmasi bahwa Mbok Yem dirawat karena mengalami pneumonia. Saat pertama kali tiba di rumah sakit, kondisinya cukup lemah dan mengalami sesak napas.

Meskipun kini sudah mendapatkan perawatan intensif, kehadiran banyak penjenguk justru sedikit mengganggu proses pemulihannya.

Menurut Arbain, interaksi yang terlalu banyak dengan para penjenguk membuat Mbok Yem sering berbicara, yang akhirnya mempengaruhi pernapasannya.

“Setiap ada penjenguk, beliau pasti menjawab. Padahal, terlalu banyak bicara membuat pernapasannya terganggu dan sesak napasnya bertambah,” jelas Arbain.

Oleh karena itu, pihak rumah sakit mengimbau para pendaki dan pengunjung lainnya agar tidak langsung berbicara dengan Mbok Yem. Sebagai gantinya, mereka bisa menanyakan kondisi Mbok Yem kepada keluarga yang menjaganya.

“Kami juga menerima pesan dari keluarga Mbok Yem agar para penjenguk lebih bijak. Jika ingin menunjukkan kepedulian, lebih baik berbicara dengan keluarganya saja agar Mbok Yem bisa lebih banyak beristirahat,” tambah Arbain.

Mbok Yem bukan sekadar penjaga warung biasa. Selama puluhan tahun, ia telah menjadi bagian dari perjalanan spiritual dan petualangan banyak pendaki Gunung Lawu.

Warungnya yang berada di puncak gunung menjadi tempat persinggahan favorit bagi para pendaki yang ingin menghangatkan diri dengan teh manis atau sekadar mengisi tenaga sebelum turun kembali.

Keberadaannya di puncak Gunung Lawu telah menciptakan kenangan bagi banyak orang, sehingga tidak heran jika kabar kesehatannya yang menurun langsung menyebar cepat dan menyentuh hati banyak pendaki.

Kini, di usianya yang sudah senja, Mbok Yem harus beristirahat sejenak dari aktivitasnya di puncak gunung.

Para pendaki dan pengunjung lainnya tentu berharap Mbok Yem segera pulih dan kembali sehat seperti sedia kala.

Meskipun kini ia harus beristirahat di rumah sakit, semangat dan kasih sayang yang ditunjukkan oleh banyak orang menjadi bukti bahwa keberadaannya di puncak Lawu tidak akan pernah terlupakan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Zverev Juara French Open, Tak Jadi Sorotan Utama di Prancis

JCCNetwork.id-Alexander Zverev akhirnya meraih gelar Grand Slam pertamanya setelah menjuarai French Open 2026. Namun, keberhasilan petenis Jerman tersebut tidak mendapat sorotan utama dari media Prancis...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER