Drama Berujung Duka: Siswa SMK Tertusuk Gunting Saat Pentas

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.Id –Sebuah insiden tragis terjadi di SMK Dharma Pertiwi, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Pentas seni yang seharusnya menjadi ajang kreativitas dan kegembiraan berubah menjadi duka mendalam setelah seorang siswa kelas 3, MDR (17), tewas saat tampil dalam pementasan drama pada Kamis (20/2/2025).

Peristiwa mengerikan ini bermula ketika MDR tengah memainkan peran dalam sebuah drama bertema kenakalan remaja.

- Advertisement -

Dalam pementasan itu, ia memerankan sosok wanita hamil yang melakukan aksi bunuh diri sebagai bagian dari jalan cerita.

Sayangnya, properti yang digunakan dalam adegan tersebut, yaitu gunting, diduga bukan replika melainkan benda asli, yang kemudian menyebabkan luka fatal pada MDR.

Menurut keterangan pihak sekolah, drama yang dimainkan MDR merupakan bagian dari ujian praktik kelas 12 yang rutin diadakan setiap tahun sebagai syarat kelulusan.

- Advertisement -

“Untuk kronologi pastinya masih dalam proses penyelidikan, kami tidak ingin mendahului pihak berwenang,” ujar Ridwan, guru sekaligus humas SMK Dharma Pertiwi di Bandung Barat, pada Sabtu (22/2/2025).

Namun, entah karena kelalaian atau faktor lain yang masih dalam penyelidikan, gunting yang digunakan ternyata benar-benar melukai tubuh korban. Ridwan menduga MDR terlalu mendalami perannya hingga tidak menyadari bahaya yang mengancamnya.

Insiden ini terjadi di depan banyak siswa yang menjadi penonton. Pada awalnya, mereka mengira MDR hanya jatuh pingsan sebagai bagian dari aktingnya.

Namun, suasana berubah menjadi panik ketika MDR tidak kunjung bangun setelah beberapa detik berlalu.

Para guru dan siswa yang berada di sekitar panggung segera bergegas memberikan pertolongan dan membawa MDR ke Puskesmas terdekat.

“Tema drama mereka adalah kenakalan remaja. Dalam adegan tersebut, korban menggunakan balon berisi cairan merah untuk menyerupai darah dan berpura-pura bunuh diri dengan gunting,” kata Ridwan.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, baru diketahui bahwa MDR mengalami luka serius yang akhirnya merenggut nyawanya.

Pihak sekolah langsung menyerahkan proses penyelidikan kepada kepolisian guna mengungkap penyebab pasti insiden tragis ini.

“Mungkin karena terlalu mendalami peran, akhirnya terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambah Ridwan.

Kasus ini pun menjadi perbincangan luas di kalangan masyarakat dan media. Banyak pihak mempertanyakan bagaimana pengawasan terhadap properti dalam pementasan drama di sekolah hingga insiden fatal seperti ini bisa terjadi.

Sementara itu, keluarga korban masih terpukul dengan kejadian yang menimpa MDR dan berharap ada kejelasan mengenai penyebab pasti kematiannya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan investigasi, termasuk memeriksa saksi-saksi dan mengevaluasi rekaman video yang mungkin ada saat pementasan berlangsung.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi dunia pendidikan agar lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam kegiatan ekstrakurikuler maupun ujian praktik di sekolah.

“Awalnya semua mengira korban (siswa SMK yang tewas saat pentas seni) hanya pingsan, lalu segera dievakuasi ke fasilitas medis terdekat, yaitu Puskesmas. Saat itu, kami belum menyadari apakah ada luka di tubuhnya,” jelas Ridwan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Indonesia–Jepang Teken Kerja Sama Pertahanan

JCCNetwork.id- Pemerintah Indonesia dan Jepang bersiap memperkuat hubungan strategis di sektor pertahanan melalui penandatanganan kesepakatan kerja sama bilateral. Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER