JCCNetwork.id – Hoaks atau berita palsu, menjadi perbincangan hangat dalam dunia komunikasi. Praktisi komunikasi dari Universitas Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Gilang Kumari Putra, mengungkapkan pandangannya terkait hoaks dan dampaknya dalam komunikasi.
Menurut Gilang, hoaks seringkali dianggap sebagai komunikasi efektif, meskipun sebenarnya sangat tidak efektif. Dalam konteks politik, hoaks kerap digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendukung kandidat atau isu tertentu. Namun, ketika hoaks dianggap sebagai komunikasi efektif, hal ini dapat menjadi sangat berbahaya di tengah masyarakat.
“Hoaks ini memang pasti ada yang diuntungkan, ada yang menikmati. Ketika ini menjadi komunikasi efektif maka akan berbahaya di tengah masyarakat,” ucap Gilang dalam diskusi Barisan Anak Timur (BAT) bertajuk ‘Hoaks Ancaman Serius Persatuan Bangsa di Tahun Politik’ di Jakarta Pusat, Kamis (26/10/2023).
Menurut Gilanh Dalam suasana politik yang memanas, seperti menjelang pemilihan presiden, legislatif, gubernur, atau bupati, informasi hoaks seringkali muncul dan menjadi bagian dari percakapan sehari-hari.
Sayangnya, hal ini telah menjadi sesuatu yang dianggap biasa oleh masyarakat, padahal hal ini sangat berbahaya, karena masyarakat kemudian menerima informasi negatif dengan senang hati dan bahkan berbagi informasi tersebut tanpa mengecek kebenarannya.
Selain itu, Gilang mengamati bahwa dalam era media sosial, orang-orang sering kali merasa sebagai “buzzer” atau “influencer” yang mendukung calon tertentu, tanpa memedulikan kebenaran informasi yang mereka sebarkan. Ini menciptakan lingkaran setan di mana hoaks dan informasi palsu semakin meluas.
Gilang mengakhiri dengan mengatakan bahwa sudah saatnya masyarakat sadar akan bahaya hoaks dan berita palsu dalam politik dan komunikasi. Dalam dunia yang semakin terkoneksi, penting untuk menjaga integritas dan transparansi informasi serta untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang komunikasi yang efektif dan jujur.
“Bicara komunikator, bicara komunikan, bicara pesan media dan bicara feedback yang paling penting bagi orang itu yang penting adalah feedback-nya,” pungkasnya.



