Pepaya dan Alpukat Jadi Andalan Jaga Pencernaan di Ramadan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Menjaga kesehatan sistem pencernaan selama bulan Ramadan menjadi perhatian penting bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Perubahan pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali, yakni saat sahur dan berbuka, kerap memicu gangguan buang air besar apabila tidak diimbangi dengan asupan gizi yang tepat.

Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., menegaskan bahwa konsumsi buah dan sayuran secara konsisten menjadi langkah utama untuk mencegah gangguan pencernaan selama berpuasa. Menurutnya, serat yang terkandung dalam kedua jenis pangan tersebut berperan penting dalam menjaga fungsi saluran cerna tetap optimal meski frekuensi makan berkurang.

- Advertisement -

Rita menjelaskan, kebutuhan serat harian tetap harus terpenuhi selama Ramadan agar proses pencernaan berjalan lancar. Tanpa asupan serat yang cukup, risiko sembelit atau konstipasi meningkat, terutama karena asupan cairan dan variasi makanan cenderung menurun saat berpuasa.

Ia menyebutkan bahwa pada dasarnya seluruh buah dan sayur memberikan manfaat bagi kesehatan pencernaan. Namun, terdapat beberapa jenis yang dinilai lebih efektif dalam membantu mempercepat proses cerna. Pepaya, misalnya, direkomendasikan karena mengandung enzim alami yang membantu memecah makanan di dalam lambung sehingga kerja sistem pencernaan menjadi lebih ringan.

“Semua buah dan semua jenis sayur itu efektif untuk membantu pencernaan lancar. Tetapi kalau dicari yang paling cepat membantu, pepaya termasuk yang baik karena mengandung enzim pencernaan,” kata Rita, dikutip Kamis (19/2).

- Advertisement -

Selain pepaya, alpukat juga dianjurkan untuk dikonsumsi saat sahur maupun berbuka. Kandungan lemak sehat dalam alpukat tidak hanya mendukung fungsi pencernaan, tetapi juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini dinilai penting untuk menjaga stamina selama menjalani puasa seharian.

Untuk kelompok sayuran, Rita menyarankan memilih jenis yang mudah dicerna dan praktis diolah. Bayam, wortel, dan labu siam menjadi contoh sayuran dengan tekstur lembut yang tidak membebani kerja usus. Sayuran tersebut juga mudah dipadukan dengan berbagai sumber protein, baik hewani maupun nabati, guna menciptakan menu seimbang.

Buah naga turut direkomendasikan sebagai alternatif sumber serat tinggi. Kandungan serat dan air yang melimpah pada buah ini dinilai efektif membantu melancarkan buang air besar sekaligus menjaga hidrasi tubuh selama periode puasa.

Lebih lanjut, Rita mengingatkan agar konsumsi buah dan sayur tidak dilakukan sekaligus dalam jumlah besar pada satu waktu. Pembagian porsi secara merata antara sahur dan berbuka dinilai lebih efektif dalam menjaga keseimbangan nutrisi serta mendukung kerja sistem pencernaan sepanjang hari.

Ia menekankan bahwa kombinasi buah, sayuran, sumber protein, serta kecukupan cairan merupakan kunci untuk menjaga kondisi fisik tetap prima selama Ramadan. Dengan pola makan yang terencana dan seimbang, umat Muslim diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa tanpa terganggu masalah pencernaan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Arus Mudik Mulai Ramai, Tiket KA dari Jakarta Terjual 62 Persen

JCCNetwork.id- Jumlah penumpang kereta api yang berangkat dari wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mengalami peningkatan signifikan menjelang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER