JCCNetwork.id –Upaya dramatis tim jaksa khusus Korea Selatan untuk mengeksekusi surat perintah penangkapan terhadap mantan Presiden Yoon Suk-yeol pada Jumat (1/8) pagi berakhir dengan kegagalan.
Dalam sebuah insiden yang mengejutkan publik, Yoon menolak dieksekusi dan melawan hanya dengan mengenakan pakaian dalam di sel tahanannya di Pusat Penahanan Seoul.
Tim jaksa yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Jaksa Khusus Moon Hong Joo tiba di lokasi sekitar pukul 08.40 waktu setempat.
Mereka membawa surat perintah penahanan terkait penyelidikan atas dugaan campur tangan Yoon dan istrinya, mantan Ibu Negara Kim Keon-hee, dalam penunjukan kandidat untuk pemilihan sela parlemen tahun 2022. Namun, dua jam berselang, mereka harus meninggalkan fasilitas tersebut tanpa hasil.
“Asisten Jaksa Khusus Oh Jeong-hee menjelaskan dalam konferensi pers bahwa tim telah empat kali meminta agar Yoon secara sukarela mematuhi surat perintah tersebut, namun ia menolak keras sambil berbaring di lantai tanpa mengenakan seragam tahanan,” ujar Oh, dikutip dari The Korea Times.
Tim jaksa akhirnya memutuskan menghentikan upaya penahanan karena khawatir penggunaan kekuatan fisik dapat memicu insiden yang lebih besar. Meski demikian, mereka menegaskan akan kembali melanjutkan proses penahanan di kesempatan berikutnya, termasuk dengan kemungkinan penggunaan kekuatan paksa.
Surat perintah penahanan terhadap Yoon dikeluarkan sehari sebelumnya oleh pengadilan, setelah ia dua kali mangkir dari panggilan jaksa khusus dengan alasan kesehatan. Namun, pihak kejaksaan menyatakan bahwa Yoon tidak menunjukkan gejala medis yang membenarkan penolakannya.
“Sebagai mantan jaksa agung dan presiden, ia seharusnya menjadi teladan dalam menghormati proses hukum,” tegas Oh Jeong-hee.
Sementara itu, perwakilan Yoon tetap bersikukuh bahwa alasan kesehatan menjadi hambatan utama bagi kliennya untuk memenuhi proses hukum.
Kantor jaksa khusus menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa tindakan selanjutnya akan diambil berdasarkan hukum dan prinsip keadilan.
Sengkarut hukum yang melibatkan Yoon Suk-yeol dan istrinya kini kian menjadi sorotan publik, memicu gelombang kritik dan tanda tanya besar atas integritas mantan orang nomor satu di Korea Selatan tersebut.



















