Kemacetan Jakarta Tak Lagi Takluk,  Pentingnya Gagas Sistem Transportasi Cerdas Berteknologi Tinggi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mengatasi masalah kemacetan di ibu kota dengan berbagai cara, salah satunya adalah mempercepat pemerataan sistem transportasi cerdas (Intelligent Transport System/ITS) pada traffic light. Demikian usulan Komisi B DPRD DKI Jakarta.

 

- Advertisement -

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ismail, menegaskan bahwa percepatan pemasangan ITS traffic light menjadi kebutuhan mendesak. Menurutnya, Jakarta baru memiliki 40 titik ITS dari target total 320 titik.

 

Ismail juga menggarisbawahi pentingnya pemasangan ITS traffic light yang mampu menganalisis dan melakukan rekayasa lalu lintas secara efektif. Hingga saat ini, sistem yang ada hanya mampu mengatur dan menyesuaikan lampu lalu lintas berdasarkan situasi jalan saat itu.

- Advertisement -

 

 “Kami dorong untuk mempercepat penempatan alat-alatnya di 320 simpang. Tentu disesuaikan dengan kemampuan anggaran kita,” ujar Ismail, Senin (12/8/2024) dikutip.

 

Mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 76 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Transportasi Cerdas, terdapat 12 poin aturan yang harus diterapkan. Aturan tersebut mencakup sistem manajemen lalu lintas tingkat lanjut, sistem informasi pengguna jalan tingkat lanjut, sistem keselamatan dan kontrol kendaraan tingkat lanjut, sistem operasi kendaraan komersial, sistem transportasi umum tingkat lanjut, dan sistem pembayaran elektronik.

 

Selain itu, terdapat pula sistem manajemen darurat, sistem transportasi antarkota tingkat lanjut, sistem manajemen kebutuhan perjalanan tingkat lanjut, sistem manajemen parkir tingkat lanjut, sistem pengendalian otonom, dan sistem lainnya yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi.

 

Ismail pun meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk melakukan kajian yang lebih mendalam. Kajian tersebut tidak hanya sebatas mengurai kemacetan melalui traffic light, tetapi juga harus mempersiapkan infrastruktur peralatan serta merancang rekayasa lalu lintas berdasarkan 12 poin yang telah diatur, sebagai langkah prioritas yang harus segera dilaksanakan.

“Sekarang ini yang baru dieksekusi baru pada masalah traffic light-nya. Padahal, setelah itu banyak analitiknya sampai mereka mampu memberikan feeding rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi dan ini terkait dengan penyiapan infrastrukturnya peralatannya,” tutup Ismail.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Bareskrim Gerebek THM New Zone Medan, 34 Orang Diamankan

JCCNetwork.id- Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggerebek sebuah tempat hiburan malam bernama New Zone di Kota Medan, Sumatera Utara, dalam operasi pemberantasan penyalahgunaan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER