Beranda blog Halaman 2550

Fantastis Jumlah Harta Kekayaan Dirjen Pajak Rafael Alun Trisambodo, Begini Respon KPK

0

JCCNetwork.id- KPK segera panggil pejabat Dirjen Pajak Rafael Alun Trisambodo, guna mengklarifikasi harta kekayaannya yang menembus angka Rp56 miliar.

“Nanti lihat hasilnya saja kalau diklarifikasi,” kata Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan di Jakarta, Kamis (23/2/2022).

Pahala mengatakan saat ini Tim Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK sudah bergerak memeriksa seluruh harta kekayaan Rafael.

Salah satu hal yang juga menjadi perhatian petugas adalah apakah yang bersangkutan mempunyai aset yang tidak tidak dilaporkan dalam LHKPN. Kedua, asalnya harta kekayaannya dari mana.

“Tapi kalau dia bilang hibah enggak pake akta itu sudah pasti kita undang, jadi kalau nanti kita undang ada yang belum dilapor, sama yang akta enggak pake hibah, dari siapa nih? hubungannya apa?” pungkas Pahala.

Nama Pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo menjadi perhatian publik setelah putranya, Mario Dandy Satrio, menjadi tersangka kasus penganiayaan terhadap anak pengurus pusat GP Ansor.

Rafael pun akhirnya buka suara dengan menyampaikan permintaan maaf lewat video kepada berbagai pihak yang menjadi korban tindakan Mario Dandy Satrio.

Publik juga kemudian menyoroti gaya hidup mewah Mario yang kerap pamer kemewahan di media sosial.

Sesama Pendukung Papua Merdeka Mulai Saling Cakar

0

JCCNetwork.id- Sesama pendukung Papua Merdeka mulai saling cakar, terkait polemik penyanderaan pilot Susi Air, Phillip Mehrtens oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua.

Tampak, juru bicara Organisasi Papua Merdeka, Sebby Sambom menyebut Benny Wenda, carimakan di eropa dengan jualan isu Papua Merdeka. Hal ifu ditekankan,
merespons permintaan Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda untuk membebaskan pilot Susi Air, Phillip Mehrtens yang disandera.

“Benny Wenda bukan pejuang revolusioner. Benny Wenda adalah agen capitalism barat yang cari makan di Eropa sambil jual isu Papua merdeka,” kata Sebby, dilansir Kamis (23/2/2023).

Sebby mengatakan OPM tidak akan melepas Philip sampai tuntutan dipenuhi. Ia juga menyebut pilot berkebangsaan Selandia Baru itu dalam kondisi baik dan sehat.

“Dia (Benny Wenda) siapa jadi? Orang tidak berguna itu. He is a useless man,” tandasnya.

Politik Identitas Masih Jadi Hantu, Jelang Pemilu 2024

0

JCCNetwork.id- Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto meyakini praktik politik identitas masih mengantui Pilpres 2024 jika berkaca pada Pilkada DKI 2017.

“Hari ini sudak atau tidak suka sudah ada yang menyandang politik identitas itu sendiri, mantan gubernur DKI itu sendiri, karena bagaimanapun faktanya dia dimenangkan dari sebuah permainan politik identitas dan hari ini coba mencuci diri kan gitu,” kata Hari Purwanto dalam podcast Koma.id, Kamis (23/2/2023).

Kata Hari, saat ini ada partai politik perserta pemilu yang justru bakal terang-terangan menggunakan strategi politik identitas dalam gelaran pemilu mendatang.

“Dapatlah, dia dapat dukungan dari salah satu parpol sebagai bacapres tapi ada juga partai yang sudah mengutarakan politik identitasnya, Partai Ummat kan gitu,” ujar Hari.

“Artinya situasi yang tadinya kita anggap demokrasi teduh,nyaman, ini sudah mulai akan digiring dan salah salah satu parpol peserta pemilu sudah menyampaikan di akan menggunakan politik identitas,” tambah dia.

Hari melihat bahwa apa yang dilalukan Partai Ummat hari ini sebagai salah satu cara untuk menarik dukungan suara dari kelompok yang menghendaki adanya politik identitas.

“Ini salah satu cara untuk menarik suara bagi para pendukung atau orang yang pro terhadap permainan politik identitas. Yang kedua, saya melihat ini bagian dari cara Amien Rais mengunci seorang Anies Baswedan yang dimenangkan dalam pilkada 2017,” tutupnya.

Pemerintahan Jokowi Vs Gerakan Intoleransi

0

Oleh: Saiful Huda Ems.

JCCNetwork.id- Jika masyarakat yang melek politik ditanya, siapa politisi Indonesia yang pertamakali menyulut huru hara konflik horizontal yang bernuansakan SARA, pastinya mayoritas masyarakat itu akan menjawab: Anies Baswedan. Ya, Anies Baswedan dikenal sebagai sosok politisi yang kental dengan politik identitas, yang bila disederhanakan pengertiannya adalah suatu gerakan yang menjadikan agama, suku, ras, kelompok ataupun budaya sebagai alat untuk menunjukkan jati dirinya, dan yang digunakan untuk meraih tujuan politik kekuasaannya.

Masyarakatpun jika ditanya, bersediakah mendukung gerakan politik yang demikian, mayoritas akan menjawab tidak bersedia. Ini semua bisa kita baca dari hasil survei terbaru, Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) yang menyurvei warga Nahdliyin (NU), dimana mereka mayoritas lebih memilih sosok nasionalis dan toleran Ganjar Pranowo 49%, baru kemudian memilih Prabowo 18,6 % dan terakhir yang memilih Anies Baswedan hanya 14%, yang prosentasinya jauh di bawah Ganjar Pranowo. Nahdlatul Ulama (NU), merupakan basis massa Islam terbesar yang tidak hanya di Indonesia melainkan di dunia. Siapapun yang tidak didukung oleh NU, tidak akan pernah dapat menjadi pemimpin nasional yang kuat di Indonesia.

Meskipun demikian, masih ada saja partai-partai politik yang mau mendukung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden R.I 2024. Yang pertama Nasdem, dan akan menyusul kemudian PKS serta Partai Demokrat. Tak hanya itu, tanda-tanda negara Adi Daya Amerika Serikat bersama sekutunya di NATO yang ekonomi dan keamanan dalam negerinya sendiri hampir sekaratpun, sepertinya mau mendukung Anies Baswedan. Ini bukan hanya bisa dilihat saat perwakilan Kedutaan Besar USA telah datang sowan ke PKS, melainkan juga bisa dilihat dari kedatangan agen inteligen Jerman yang pernah diam-diam sowan ke markas FPI di waktu yang telah lama berlalu. Sedangkan kita semua sudah tau, massa pendukung andalannya Anies Baswedan itu ya kelompok atau partai semacam FPI, HTI dan PKS.

Beruntung sekali Pemerintahan Jokowi telah berani dan berhasil membubarkan HTI dan FPI, tinggal selangkah lagi membubarkan PKS, sebagai sarang kawah candradimukanya pengkaderan kelompok-kelompok ekstrimis, intoleran. Pertanyaannya, kenapa meski HTI dan FPI sudah dibubarkan, gerakan intoleransi ini gak ada mati-matinya, terus saja hidup dan membuat gaduh Republik Indonesia? Orang-orang Kristiani beribadah dipaksa bubar, gereja-gereja dilarang dibangun dll. Tak hanya itu, orang Muslim sendiri yang beraliran Syiah masih dimusuhi, dan pernah ada kejadian di Solo seorang habib digebukin karena dituduh Syiah. Kitapun bertanya, lho, Pemerintahan Jokowi ini serius gak sih melawan dan menghukum gerombolan-gerombolan radikalis intoleran ini?. Jika serius, kenapa gerakan mereka ini gak ada kapok-kapoknya?.

Jika Anies Baswedan merupakan anti tesa karakter Jokowi yang sangat membahayakan persatuan dan kesatuan nasional, lalu kenapa saat Nasdem mendeklarasikan pencalonan Anies sebagai Balon Capres 2024, Presiden Jokowi terlihat tidak bereaksi. Paling tidak harusnya Presiden Jokowi mengeluarkan seluruh menteri-menteri perwakilan Nasdem di Kabinet Indonesia Maju, namun kenapa sampai sekarang hal itu belum juga dilakukan. Padahal seluruh pendukung Jokowi sudah memberikan hukuman dengan anjloknya suara Nasdem di berbagai survei. Kita kembali bertanya, apakah Presiden Jokowi takut, gentar menghadapi ancaman Nasdem, jika sampai Presiden Jokowi merushuffle perwakilan Nasdem di Kabinet?.

Bangsa ini akan celaka jika saja Presiden Jokowi tidak berani secara tegas membabat gerakan-gerakan intoleransi dan politik identitas di Indonesia. Anies Baswedan sebagai representasi dari gerakan intoleran dan politik identitas itu, tidak boleh dibiarkan terus berpenetrasi politik dan budaya dengan sebagian ormas-ormas Islam yang masih lugu-lugu dan gagap membaca peta politik Indonesia. Bila mereka sudah terprovokasi oleh gerakan politik identitas, mereka akan tumbuh menjamur dan susah sekali dihentikannya. Bangsa ini jangan sampai terjebak untuk kesekian kalinya, perang saudara yang tiada guna, karenanya sebelum lidah api itu membakar punggung Nusantara, jauh lebih baik memblokade setiap lorong-lorong politik, agar mereka tidak mudah leluasa marebut Indonesia nantinya.

Relawan-relawan pendukung Presiden Jokowi meskipun sebagian sudah tergerogoti oleh kekuatan sebrang, masihlah banyak yang berdiri dengan tegap menanti panggilan Presiden Jokowi untuk pengamanan Ring 1 Politik Presiden Jokowi. Orang-orang militan dan yang sudah terbukti terus menerus menjaga konsistensi relawan pendukung Presiden Jokowi seperti Bang Haidar Alwi itu kenapa tidak segera direkrut untuk menggeser para menteri yang tidak becus bekerja, terutama dari perwakilan Nasdem itu? Bukankah lebih baik bagi Presiden Jokowi untuk lebih maju dan bahagia bersama tokoh-tokoh relawan pendukungnya, daripada mundur dan nantinya hancur dikhianati lawan-lawan politiknya? Semoga Presiden Jokowi bersedia mempertimbangkan masukan-masukan kami ini. Terimakasih…(SHE).

23 Februari 2023.

Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer, Aktivis ’98 dan Ketua Umum HARIMAU JOKOWI.

Keluarga Brigadir J Kecewa Bharada E Tak Dipecat dari Anggota Polri

0

JCCNetwork.id- Ayah dari Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Samuel Hutabarat, menilai seharusnya Bharada Richard Eliezer alias Bharada E dipecat dari keanggotaan Polri.

“Kita ingin harusnya dia dipecat dari Polri agar itu bisa jadi pelajaran bagi polisi-polisi ataupun yang lain, jangan sampai mau disuruh hal yang buruk,” kata Samuel, Kamis (23/2/2023).

Menurut Samuel, selama ini, pihak keluarga mendukung Bharada E demi terungkapnya kasus pembunuhan Brigadir J. Namun di sisi lain, Bharada E yang menembak putranya dalam peristiwa pembunuhan yang melibatkan Sambo. Untuk itu, ia kecewa karena Bharada E tidak dipecat Polri.

“Anak saya ditembak oleh dia, karena dia bilang alasan diperintah. Jika diperintah, sebagai manusia dia tahu mana baik, mana buruknya, apalagi dia bukan robot. Kecuali dia robot, bisa disuruh-suruh apapun itu dari operatornya, lalu sudah menembak diterima lagi jadi Polri, itu kami kecewa,” ucap Samuel.

Ternyata Mobilnya Selebgram Ditarik Oleh Debt Collector, Tak Tunggak Cicilan

0

JCCNetwork.id- Selebgram Clara Shinta yang viral cekcok dengan debt collector tidak memiliki tunggakan cicilan mobil miliknya.

“Jadi pembelian mobil tersebut sudah selesai,” kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Uly, Kamis (23/2/2023).

BPKB mobil milik Clara, lanjut Titus digadaikan oleh seseorang tanpa sepengetahuannya. Hal itu membuatnya mengalami peristiwa tidak menyenangkan dimana mobilnya ditarik oleh debt collector.

Namun Titus belum bisa menyebutkan siapa orang yang menggadaikan BPKB milik Clara. Ia menyampaikan saat ini kepolisian masih mendalami hal tersebut.

“Sedang didalami apakah ada tindak pidana di peristiwa tersebut, masih kita dalami terus,” pungkasnya.

Mahfud MD Imbau Hindari Politik Praktis di Masjid

0

JCCNetwork.id- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, meminta para tokoh agama dan pimpinan serta keluarga besar pesantren menghindari politik praktis di masjid menjelang Pemilu 2024.

“Sebisa mungkin, dihindari politik praktis di masjid-masjid agar tidak menimbulkan konflik internal,” kata Mahfud, Kamis (23/2/2023).

Menurut Mahfud, setiap masyarakat berhak menentukan pilihan politiknya, sesuai kesadaran politik masing-masing tanpa perlu diarahkan melalui pertemuan-pertemuan di masjid.

“Siapa pun yang akan dipilih silahkan tapi jangan dipertentangkan di masjid agar kita tidak terjebak pada pertengkaran yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Hal tersebut dia sampaikan saat mengunjungi Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar asuhan Kiai Ali Akbar Marbun di Medan, Sumatera Utara.

Catatan Haidar Alwi: Sekilas Tentang Asal Usul Hadramaut-Bumi Sejuta Wali

0

JCCNetwork.id- Ketika anda bertemu seorang hadrami, dia berkata kepada saya, dia bukan orang yaman saya hadrami. Seolah olah dia berasal dari negara lain selain Yaman. Maaf, karena banyak peristiwa dan cerita yang beredar maka saya luruskan ceritanya begini.

Saudara saudara ku, kata Hadramaut muncul dalam kitab takwin dalam taurat sebelum 1500 SM. Dan juga di sebutkan dalam bahasa Greek (Yunani) dengan kata hadramita. Dan maut dalam bahasa Babilonia berarti tempat yaitu tempat tinggal orang orang hadrami.

Dan ketika pedagang berangkat dari Hadramaut itu mereka benar benar berbeda dari pedagang lainnya di seluruh dunia. Karena semua orang orang di Dunia ini tidak bisa mengalahkan perdagangan mereka.

Mereka tidak menggunakan senjata atau uang untuk bersaing. Sebaliknya mereka menggunakan ketulusan, kejujuran, akhlak yang baik dan menghormati adat istiadat masyarakat. Dan mereka mendirikan komunitas hadrami di seluruh dunia.

Dimanapun mereka berada mereka mampu menciptakan suasana damai, mereka mampu hidup berdampingan di masyarakat manapun dengan kata kata yang baik dan tangan putih.

===========================
Saya Haidar Alwi (penulis), presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute meminta kepada masyarakat untuk berhenti mengolok olok Hadramaut atau hadrami. Karena kedepan pemilu 2024 akan kita pakai sebagai sarana pesta demokrasi. Yang dilakukan oleh semua pihak secara fair

Pemilu yang berbasis kompetisi, berbasis kemampuan untuk memimpin Indonesia Yang kita cintai selama lima tahun kedepan.

Kita berharap pemilihan presiden 2024, adalah jalur konstitusi yang di lakukan oleh anak bangsa secara sopan, secara baik, tidak memakai politik identitas dan tidak memakai SARA sebagai komunikasi untuk memenangkan jagoannya.

PRESIDEN HAI HAC
IR. IR. R. HAIDAR ALWI, MT
TOKOH TOLERANSI INDONESIA

Bergerak Menjadi Perempuan Hebat Indonesia

0

Oleh: Monalisa Panggabean/Aktivis’98

JCCNetwork.id- Saya, mona panggabean, Ketua Umum GPP (Gerakan Pemerhati Perempuan) berkonsentrasi memperhatikan, mencermati, mencari titik temu jalan keluar dan menarik kesimpulan pada persoalan-persoalan kaum perempuan Indonesia dari sabang sampai merauke.

Apa yg sudah diperjuangkan oleh Ibu Kita Kartini, Cut Nyak Dien, Nyi Ageng Serang dan lain-lainnya dalam hal menegakkan ketidak berdayaan menjadi keberdayaan, emansipasi wanita dalam kesetaraan pendidikan, kesehatan, interaksi sosial, pengembangan kreativis diri, kesempatan peluang kerja tanpa diskriminatif gender dan tentunya juga kesetaraan dalam hukum, perlindungan dari kriminalitas kekerasan fisik dilingkungan tinggal sehari-sehari, dilingkungan kerja dan didalam rumah tangga, mulai kita rasakan dan nikmati saat ini.

Apa yang diperjuangkan berabad abad lamanya oleh perempuan perempuan tangguh sebelum kita adalah hal yang harus disyukuri, perempuan Indonesia hari ini banyak yang berpendidikan tinggi, banyak juga memilki pekerjaan yang jauh lebih hebat dari kaum laki laki, sebuah emansipasi yang indah, tentunya.

Tapi sayangnya proses pencapaian emansipasi wanita yg sedang dalam proses pengembangan kearah yang menjadi lebih baik, lebih hebat ini, harus dicederai oleh oknum perempuan yang memanfaatkan proses kesetaraan ini utk kepentingan keuntungan dirinya sendiri.

Contoh seperti apa yang dilakukan oleh saudari Wiwik Putriani dibanyak media sosial, yang seolah olah mencoba memberikan narasi kepada publik bahwa beliau teraniaya dan terdzolimi oleh sang suami didalam rumah tangganya.

Setinggi tingginya seorang perempuan tetap adalah seorang istri, partner hidup seorang suami dalam suka duka, dan ketika melemparkan opini kepada publik apakah Wiwik Putriani pernah jujur mengatakan bahwa suaminya dalam keadaan terpuruk fisik dan mental? Menderita stroke dan hidup dikursi roda ketika Wiwik Putriani memaksa sisuami yang sdh tak berdaya ini utk menceraikannya, lalu membangun opini seolah olah saudari Wiwik ini adalah korban dari kekerasan dalam rumah tangga, mendapatkan tindak penganiayaan dari sang suami, sementara faktanya sisuami ini penderita stroke berat yg hidup dikursi roda, apakah mungkin mampu melakukan penganiayaan?

Kepada saudari Wiwik Putriani, kami dari Gerakan Pemerhati Perempuan meminta Wiwik utk jujur pada pemberitaan, jangan memanfaatkan emansipasi dan hak hak azasi perempuan untuk hal-hal yang manipulatif.

Dan pesan kami kepada Wiwik Putriani, kami paham kalau saudari ingin ada ditempat yang tinggi, tapi naik tanggalah berproses dari anak tangga pertama hingga yg tertinggi, jangan melompat, nanti terpeleset, jatuh, tentu itu sangat menyakitkan.

Demikian paparan dari kami Gerakan Pemerhati Perempuan (GPP) untuk seluruh perempuan perempuan tangguh seluruh Indonesia dari sabang sampai merauke, mari kita bergerak menjadi perempuan perempuan hebat Indonesia, menjadi istri dan ibu yang membangun surga dalam rumahnya.