Beranda blog

Duel Strategi di Jeddah Kluivert vs Renard

0

JCCNetwork.id- Timnas Indonesia bersiap menghadapi ujian berat di laga perdana Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Pertandingan ini tak sekadar pembuka turnamen, melainkan juga menjadi ajang adu strategi dua pelatih top dunia Patrick Kluivert di kubu Indonesia dan Herve Renard di kubu Arab Saudi. Keduanya sama-sama ingin menorehkan kemenangan pertama demi membuka jalan menuju putaran final Piala Dunia 2026.

Meski kedua tim sudah dua kali bentrok di putaran ketiga, pertemuan kali ini terasa berbeda. Ini adalah duel perdana antara Kluivert dan Renard di level kompetitif.

Pada pertemuan sebelumnya di Jeddah, Timnas Indonesia menahan imbang 1-1, kala itu masih di bawah asuhan Shin Tae-yong, menghadapi tim Arab Saudi yang dilatih Roberto Mancini.
Sementara di laga kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Garuda tampil perkasa dengan kemenangan 2-0 atas tim Herve Renard  kemenangan bersejarah yang mengguncang Asia.

Kini, pertanyaan besar pun mengemuka:
Apakah Renard mampu menuntaskan dendam lama di tanah sendiri?
Atau justru Patrick Kluivert akan kembali menciptakan sensasi dengan memaksimalkan potensi skuad muda Garuda di laga pembuka ini?

Antusiasme Pengunjung Meriahkan Pusat Grosir Tanah Abang Jelang Lebaran 2024

0

JCCNetwork.id- Jelang Lebaran 2024, pusat perbelanjaan dan pasar menjadi pusat keramaian di tengah kota, dengan pengunjung yang berbondong-bondong mencari segala kebutuhan untuk merayakan Idulfitri 1455 Hijriah.

 

Suasana yang ramai terlihat jelas di Pusat Grosir Tanah Abang Jakarta Pusat, yang terus diserbu oleh masyarakat karena harga barangnya yang lebih terjangkau.

 

Pasar Tanah Abang dipadati oleh para pengunjung yang memburu baju gamis, baju koko, dan berbagai perlengkapan lainnya untuk menyambut hari Lebaran.

 

Meskipun ramai, suasana di Tanah Abang tidak sepadat minggu lalu saat libur panjang, seperti yang diungkapkan oleh salah satu petugas keamanan pada Sabtu (6/4/2024).

 

“Kalau hari ini enggak sepadat minggu lalu saat ada libur panjang yang kita perkirakan pengunjungnya saat itu mencapai 50.000 sampai 75.000 orang sejak Jumat sampai Minggu,” ungkap seorang security Pasar Tanah Abang.

 

Salah seorang pengunjung, Wati, datang dari Bogor khusus untuk berbelanja di Tanah Abang karena harga barangnya yang lebih terjangkau dibandingkan pasar atau pusat perbelanjaan modern lainnya.

 

“Saya memang sengaja datang karena selisih harganya lumayan kalo dibanding di pasar atau di pusat perbelanjaan modern. Sengaja milih waktunya sekarang, karena berharap pengunjungnya sepi, kan orang sudah pulang kampung, ternyata masih penuh saja,” kata Wati.

 

Wati bersama keluarganya baru akan pulang ke kampung halaman pada Senin, 8 April 2024, sehingga mereka memanfaatkan waktu libur ini untuk berbelanja kebutuhan Lebaran.

 

“Ya beli sedikit oleh-oleh buat saudara-saudara di kampung, meski enggak banyak, tetapi terjangkau harganya dan keluarga juga senang karena kita bawain oleh-oleh saat pulang kampung,” tandasnya.

 

Pasar Tanah Abang akan tetap buka hingga Selasa (9/4/2024), dan pedagang memberikan diskon kepada para pengunjungnya. Pasar ini akan berhenti beroperasi pada 10-16 April 2024 saat Lebaran dan akan kembali buka pada 17 April 2024.

APTI Soroti Kebijakan Cukai Tembakau

0

JCCNetwork.id — Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) meminta pemerintah mempertimbangkan kondisi petani dalam menetapkan kebijakan cukai hasil tembakau.

Organisasi tersebut mengingatkan kenaikan tarif cukai yang terlalu tinggi dapat berpengaruh terhadap penjualan rokok dan berimbas ke sektor pertanian tembakau.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APTI Agus Parmuji mengatakan kebijakan pemerintah perlu menjaga keberlangsungan industri tembakau dari tingkat petani hingga sektor hilir.

“Harapan kami pak menteri yang baru itu mempunyai jiwa nasionalisme. Bagaimana menjaga kedaulatan di pertanian tembakau dari hulu sampai ke hilir, dari industrinya hingga sampai ke petani,” kata Agus, Rabu (16/9/2026).

Menurut Agus, kebijakan cukai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rantai ekonomi tembakau.

Karena itu, ia meminta pemerintah tidak semata-mata mengandalkan kenaikan cukai sebagai instrumen peningkatan penerimaan negara.

Ia berpendapat tarif cukai yang meningkat terlalu tinggi berpotensi menekan omzet industri rokok.

Penurunan penjualan, lanjutnya, dapat berpengaruh terhadap permintaan bahan baku tembakau dari petani.

“Kekhawatiran kami dengan pergantian menteri yang baru ini cukai tidak dinaikkan secara signifikan. Ketika cukai itu dinaikkan, yang terjadi adalah kiamat ekonomi di pertanian tembakau di masa yang akan datang,” ujarnya.

Selain kebijakan cukai, APTI menyoroti peredaran rokok ilegal yang dinilai dapat mengganggu pasar produk tembakau legal.

Agus meminta komitmen pemerintah untuk memberantas perdagangan rokok ilegal diwujudkan melalui pengawasan dan penindakan di lapangan.

“Harapan kami tiga hal. Pertama, bagaimana pak menteri berpikir tentang kedaulatan dan tidak mudah diprovokasi oleh pihak asing. Kedua, ketika mereka akan menggempur rokok ilegal, itu memang kewajiban yang kita tunggu. Ketiga, bagaimana untuk melindungi tata niaga secara nasional, pak menteri harus berani mengatur laju impor tembakau yang masuk ke Indonesia,” pungkasnya.

APTI juga mendorong pemerintah memperkuat pengaturan tata niaga tembakau nasional.

Salah satu yang menjadi perhatian ialah pengendalian impor tembakau agar tidak menekan posisi tawar dan harga tembakau produksi petani dalam negeri.

Agus meminta pemerintah memastikan produk tembakau impor tidak masuk ke pasar domestik dengan harga yang lebih rendah dibandingkan tembakau hasil produksi petani lokal.

“Jangan sampai tembakau yang masuk ke Indonesia itu lebih murah ketimbang tembakau yang ada di petani,” katanya.

APTI menyampaikan tiga agenda yang dinilai penting dalam kebijakan pemerintah, yakni menjaga kedaulatan sektor tembakau nasional, memperkuat pemberantasan rokok ilegal, serta mengatur tata niaga termasuk laju impor tembakau.

Menurut Agus, kebijakan fiskal dan perdagangan perlu disusun dengan mempertimbangkan keberlangsungan rantai usaha tembakau agar petani lokal tetap memiliki pasar dan ruang untuk berproduksi.

Ratusan Ribu Rokok Ilegal Disita

0

JCCNetwork.id— Bea Cukai Teluk Nibung menggagalkan pengiriman ratusan ribu batang rokok ilegal yang diangkut menggunakan mobil boks di Jalan Lintas Sumatra, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Jumat (11/9).

Sebanyak 448.400 batang rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) dari berbagai merek diamankan dalam operasi bertajuk Operasi ASAP tersebut.

Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Nibung Nutriwan Cahyono Putro mengatakan, barang yang diamankan tidak dilengkapi pita cukai.

Nilai rokok ilegal tersebut ditaksir mencapai Rp673,07 juta, sedangkan potensi penerimaan negara yang tidak tertagih dari cukai mencapai Rp338,82 juta.

Penindakan bermula ketika petugas melakukan penjejakan terhadap mobil boks yang dicurigai membawa rokok ilegal dari kawasan perbatasan Riau dan Sumatera Utara pada Kamis (10/9).

Kendaraan tersebut kemudian dihentikan sehari berikutnya di Jalan Lintas Sumatra, Kecamatan Air Batu. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan ratusan ribu batang rokok tanpa pita cukai di dalam kendaraan.

Rokok tersebut diduga akan didistribusikan ke sejumlah wilayah di Sumatera Utara, yakni Asahan, Tanjungbalai, Batubara, dan Pematangsiantar.

Dalam operasi itu, petugas juga mengamankan dua orang berinisial RH dan E.

RH diketahui berperan sebagai sopir sekaligus pemilik barang, sedangkan E merupakan kernet kendaraan.

Kedua orang tersebut selanjutnya dibawa bersama kendaraan dan seluruh barang bukti ke Kantor Bea Cukai Teluk Nibung untuk menjalani proses pemeriksaan dan penelitian lebih lanjut.

Atas kasus tersebut, para pelaku diduga melanggar Pasal 54 dan/atau Pasal 56 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Nutriwan mengatakan pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal akan terus diperkuat.

“Kami berkomitmen memberantas peredaran rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang digunakan untuk pembangunan,” ujarnya.

Menurutnya, pemberantasan rokok ilegal diperlukan untuk menjaga kepatuhan terhadap ketentuan cukai sekaligus melindungi penerimaan negara.

Ia juga meminta masyarakat tidak terlibat dalam perdagangan rokok tanpa pita cukai dan melaporkan dugaan pelanggaran kepabeanan maupun cukai kepada kantor Bea Cukai terdekat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memperjualbelikan rokok tanpa pita cukai. Bagi yang menemukan atau mengetahui adanya dugaan pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai untuk segera melaporkannya kepada kantor Bea Cukai terdekat,” tutup Nutriwan.

Masih Dugaan, Istana Tegaskan Tidak Ada Intervensi Soal Status Nusron Wahid

0

JCCNetwork.id – Kabar yang mengaitkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah sampai ke Istana. Pemerintah menegaskan kasus tersebut masih berupa dugaan dan sepenuhnya diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk dituntaskan.

“Itu kan masih dugaan. Tunggu saja dari KPK,” kata Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto, Rabu (16/9/2026) dikutip.

Bambang menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak akan ikut campur dalam penanganan perkara ini. Prinsip penegakan hukum dibiarkan berjalan sesuai jalur yang berlaku.

“Ya kita serahkan. Pak Presiden pun selalu mengatakan bahwa kalau ada masalah hukum dan sebagainya, serahkanlah kepada APH (aparat penegak hukum). Jadi, beliau tidak akan mau ikut campur soal begitu-begitu,”
ucapnya.

Sementara itu, terkait kemungkinan pemanggilan Nusron Wahid, KPK menyatakan belum ada kepastian. Plt. Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan pemanggilan akan didasarkan pada kebutuhan penyidikan yang sedang berjalan.

Karhutla Gunung Butak Meluas ke Blitar

0

JCCNetwork.id- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak dan Gunung Kawi, Jawa Timur, meluas hingga wilayah Kabupaten Blitar. Perambatan api ke lereng selatan Gunung Butak membuat penanganan kebakaran semakin kompleks, terlebih kondisi angin kencang dan medan pegunungan yang terjal menghambat upaya pemadaman.

Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang mengonfirmasi kobaran api telah mencapai wilayah administratif Kabupaten Blitar. Area yang terdampak berada di kawasan Desa Krisik, Kecamatan Gandusari.

Administratur Perum Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko, mengatakan pergerakan api menuju sisi selatan Gunung Butak telah terpantau dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pengamatan di lapangan, kebakaran diperkirakan mulai memasuki wilayah Blitar sejak Selasa, 15 September 2026.

“Api sudah mulai merambat ke sisi lereng selatan Gunung Butak. Itu masuk wilayah administratif Kabupaten Blitar, masuknya Desa Krisik,” ujar Administratur Perum Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko, dikutip Kamis, 17 September 2026.

Menurut Kelik, kondisi angin yang bertiup kencang menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api. Vegetasi kering di sepanjang lereng pegunungan membuat kobaran api lebih mudah menjalar dari satu titik ke titik lainnya.

“Api sudah masuk Blitar itu perkiraan kami sudah sejak kemarin, karena api bertiup cukup kencang,” tutur Kelik.

Luas Kebakaran Capai 1.050 Hektare

Perkembangan terbaru menunjukkan dampak karhutla tidak lagi terbatas pada satu wilayah administratif. Akumulasi lahan yang terbakar di Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar diperkirakan telah mencapai 1.050 hektare.

Angka tersebut mencakup kawasan terdampak kebakaran di sekitar Gunung Butak dan Gunung Kawi. Namun, proses penanganan masih berlangsung sehingga pemantauan terhadap titik api dan luasan lahan yang terbakar terus dilakukan oleh petugas gabungan.

Perhutani KPH Malang bersama unsur terkait masih berupaya mengendalikan kebakaran melalui operasi pemadaman dari udara maupun darat. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi meluasnya kobaran api ke area hutan lainnya.

Salah satu upaya yang telah ditempuh adalah pengerahan helikopter water bombing. Operasi pengeboman air tersebut telah dilakukan selama tiga hari berturut-turut, tetapi belum mampu memadamkan seluruh titik api.

“Upaya pemadaman dengan water bombing dilakukan selama tiga hari ini berturut-turut dan api belum juga padam,” kata Kelik.

Operasi udara menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat. Helikopter digunakan untuk menjatuhkan air ke area yang terbakar, terutama pada titik-titik yang berada di lereng dan sulit diakses.

Angin Kencang Hentikan Operasi Helikopter

Kondisi cuaca menjadi kendala serius dalam pelaksanaan water bombing. Pada Rabu, 16 September 2026, helikopter telah melakukan 11 kali penyiraman air hingga pukul 11.00 WIB.

Namun, operasi tersebut tidak dapat dilanjutkan setelah angin bertiup semakin kencang. Situasi itu dinilai membahayakan keselamatan penerbangan sehingga pemadaman dari udara harus dihentikan.

“Hari ini saja, water bombing sudah dilakukan 11 kali sampai pukul 11.00 WIB. Namun karena kondisi anginnya bertiup kencang, akhirnya water bombing tidak bisa dilanjutkan karena membahayakan juga untuk penerbangan helikopter,” jelas Kelik.

Penghentian sementara operasi udara membuat tim gabungan harus menyesuaikan strategi penanganan di lapangan. Selain mempertimbangkan kondisi titik api, keselamatan personel dan penerbang juga menjadi faktor utama dalam menentukan kelanjutan pemadaman.

Kelik menegaskan upaya pengendalian kebakaran tetap dilakukan meskipun operasi water bombing menghadapi kendala cuaca. Tim di lapangan terus memantau pergerakan api untuk mencegah kobaran menjalar lebih jauh.

Medan Terjal Hambat Pemadaman Darat

Selain faktor angin, kondisi geografis kawasan Gunung Butak-Kawi menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Lereng yang curam dan akses yang sulit membuat kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau seluruh lokasi kebakaran.

Kondisi tersebut menyebabkan penanganan melalui jalur darat harus dilakukan secara manual. Petugas mengandalkan upaya penyekatan api dengan membuat sekat bakar untuk menghambat laju perambatan kobaran.

Sekat bakar merupakan salah satu metode pengendalian kebakaran dengan memutus jalur vegetasi atau bahan bakar yang dapat dilalui api. Pembuatan sekat ini diharapkan mampu mengurangi potensi kobaran menyebar ke area lain, terutama ketika angin kembali bertiup kencang.

“Upaya pemadaman melalui darat terkendala medan yang sulit, namun demikian tetap dilakukan upaya penyekatan api dengan membuat sekat bakar secara manual,” beber Kelik.

Pemadaman darat juga membutuhkan koordinasi antarpersonel karena kawasan kebakaran berada di wilayah pegunungan dengan akses terbatas. Petugas harus menyesuaikan pergerakan dengan kondisi lereng dan jalur yang tersedia.

Di tengah situasi tersebut, pemantauan titik api menjadi bagian penting untuk menentukan lokasi yang perlu ditangani terlebih dahulu. Langkah ini dilakukan agar api yang masih aktif dapat dilokalisasi dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Ratusan Personel Disebar dari Sejumlah Posko

Perhutani KPH Malang mengerahkan personel gabungan melalui sejumlah posko siaga di sekitar kawasan Gunung Butak-Kawi. Posko tersebut berfungsi sebagai titik pemantauan sekaligus koordinasi untuk mendukung operasi pemadaman dan pelokalisiran api.

Ratusan personel gabungan disebar secara bergelombang dari lima hingga enam posko pemantauan. Masing-masing posko mengirimkan personel untuk membantu penanganan kebakaran sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Kelik menyebut sejumlah lokasi yang menjadi titik dukungan operasi, yakni Ngantang, Pujon Selatan, jalur pendakian Butak-Panderman, Selorejo, serta kawasan Wagir atau Krecek.

“Ada pos di Ngantang, Pujon Selatan, Pendakian Buthak-Panderman, Selorejo, Wagir atau Krecek, masing masing posko mengirimkan personel untuk membantu pemadaman maupun melakukan lokalisir perembetan api,” ungkap Kelik.

Penyebaran personel dari berbagai posko dilakukan untuk memperkuat pemantauan di sejumlah sisi kawasan pegunungan. Dengan pola tersebut, tim gabungan dapat melakukan pengawasan terhadap pergerakan api sekaligus melaksanakan upaya pengendalian di lokasi yang memungkinkan dijangkau.

Peran posko menjadi semakin penting seiring meluasnya kebakaran hingga wilayah Kabupaten Blitar. Koordinasi antarpihak diperlukan agar penanganan tidak hanya terfokus pada titik api di Kabupaten Malang, tetapi juga mencakup area yang terdampak di lereng selatan Gunung Butak.

Kebakaran Berawal dari Kawasan Pujon

Karhutla Gunung Butak dan Gunung Kawi merupakan rangkaian kebakaran yang sebelumnya terjadi di kawasan Pujon, Kabupaten Malang. Kebakaran awal dilaporkan berlangsung sejak Selasa, 1 September 2026.

Setelah dilakukan penanganan, kebakaran sempat dinyatakan padam pada Kamis, 10 September 2026. Tim kemudian melaksanakan penyisiran darat pada Jumat, 11 September 2026, untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.

Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Pada Sabtu malam, 12 September 2026, angin kencang kembali menerjang kawasan dengan vegetasi yang cukup tinggi. Kondisi itu memicu munculnya kembali kobaran api di dua titik lereng Gunung Butak dan Gunung Kawinajang.

Api yang kembali muncul kemudian berkembang dan merambat ke kawasan lain. Pergerakan kobaran akhirnya mencapai sisi selatan Gunung Butak yang masuk wilayah administratif Kabupaten Blitar.

Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa penanganan kebakaran di kawasan pegunungan masih menghadapi risiko munculnya kembali titik api. Meskipun sebelumnya telah dilakukan pemadaman dan penyisiran, kondisi angin serta vegetasi kering dapat memengaruhi perkembangan kebakaran.

Pemantauan Diperkuat, Api Masih Menjadi Perhatian

Dengan luas area terbakar yang diperkirakan mencapai 1.050 hektare di Kabupaten Malang dan Blitar, penanganan karhutla Gunung Butak-Kawi masih menjadi perhatian tim gabungan. Operasi pemadaman terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan medan.

Pemadaman melalui udara menghadapi kendala angin kencang yang berisiko terhadap keselamatan penerbangan. Sementara itu, jalur darat masih terbatas akibat lereng terjal dan akses yang sulit.

Dalam situasi tersebut, pembuatan sekat bakar secara manual menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk menahan perambatan api. Pemantauan dari sejumlah posko juga terus berjalan guna mengetahui perkembangan kobaran di berbagai sisi kawasan.

Perhutani KPH Malang memastikan upaya pemadaman dan lokalisasi tetap dilakukan oleh personel gabungan. Namun, perkembangan kebakaran masih dipengaruhi kondisi angin dan karakteristik kawasan pegunungan yang menjadi lokasi terdampak.

Meluasnya kebakaran hingga Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menambah wilayah yang harus dipantau dalam penanganan karhutla tersebut. Tim gabungan kini terus berupaya mengendalikan api agar tidak semakin menyebar ke kawasan hutan lainnya.

Persija Bidik Kemenangan Ketiga di Bali

0

JCCNetwork.id- Persija Jakarta bertekad melanjutkan catatan sempurna pada awal kompetisi Super League 2026/2027. Macan Kemayoran mengincar kemenangan ketiga secara beruntun ketika menghadapi Java United pada pekan ketiga, Sabtu (19/9/2026).

Pertandingan tersebut menghadirkan tantangan tersendiri bagi Persija. Bukan hanya harus menghadapi lawan di lapangan, tim ibu kota juga mesti menjalani laga kandang di luar Jakarta. Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, dipilih sebagai venue pertandingan yang mempertemukan Persija dengan Java United.

Perpindahan lokasi pertandingan membuat Persija tidak dapat tampil di hadapan pendukungnya secara langsung di Jakarta. Kendati demikian, kondisi tersebut tidak mengubah target tim asuhan Shin Tae-yong untuk mengamankan tiga poin.

Persija tetap membawa kepercayaan diri tinggi setelah meraih dua kemenangan pada dua pertandingan pertama. Konsistensi performa menjadi modal penting bagi Rizky Ridho dan rekan-rekannya untuk kembali memburu hasil maksimal.

Persiapan Persija Tetap Berjalan Normal
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, memastikan perubahan venue pertandingan tidak mengganggu persiapan tim. Menurutnya, seluruh program latihan tetap dijalankan sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Persija tidak melakukan perubahan besar terhadap persiapan meskipun harus meninggalkan Jakarta untuk melakoni pertandingan kandang di Bali.

“Persiapan dilakukan secara normal sesuai dengan rencana dan jadwal yang biasa dijalankan oleh tim,” kata Shin Tae-yong.
Persija Bawa Modal Dua Kemenangan

Kesiapan tim menjadi salah satu aspek yang diperhatikan Persija menjelang pertandingan melawan Java United. Dengan jadwal kompetisi yang terus berjalan, tim pelatih berupaya menjaga kondisi pemain sekaligus memastikan strategi pertandingan tetap dipersiapkan secara matang.

Bagi Persija, pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta bukan sekadar agenda pekan ketiga. Laga tersebut menjadi kesempatan untuk mempertahankan momentum positif yang telah dibangun sejak awal musim.

Dua Kemenangan Jadi Modal Macan Kemayoran

Persija Jakarta mengawali perjalanan di Super League 2026/2027 dengan hasil yang memuaskan. Dua pertandingan pertama berhasil dilewati dengan kemenangan, sehingga tim ibu kota memiliki peluang untuk melanjutkan catatan tersebut pada pekan ketiga.

Pada pertandingan perdana, Persija menghadapi Borneo FC pada 5 September 2026. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan tipis Macan Kemayoran melalui skor 1-0.

Hasil itu menjadi awal yang positif bagi Persija dalam persaingan kompetisi musim ini. Kemenangan dengan skor tipis menunjukkan bahwa tim mampu mengamankan hasil maksimal dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Persija kemudian kembali meraih kemenangan pada pekan kedua. Kali ini, lawan yang dihadapi adalah Persib Bandung pada 12 September 2026.

Dalam pertandingan tersebut, Persija berhasil menundukkan Persib dengan skor 2-1. Tambahan tiga poin membuat Macan Kemayoran mengantongi dua kemenangan dari dua pertandingan awal.

Catatan tersebut menjadi bekal penting bagi Persija sebelum menghadapi Java United. Tim asuhan Shin Tae-yong kini berupaya menjaga konsistensi agar tren kemenangan tidak terhenti ketika pertandingan berlangsung di Bali.

Tantangan Bermain di Luar Jakarta

Pertandingan melawan Java United akan menjadi pengalaman berbeda bagi Persija karena status kandang tidak dijalankan di Jakarta. Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, menjadi tempat Persija menjamu lawannya pada pekan ketiga.

Dalam situasi tersebut, Persija harus beradaptasi dengan lingkungan pertandingan di luar markas biasanya. Dukungan langsung Jakmania yang umumnya menjadi bagian dari atmosfer pertandingan Persija di Jakarta juga tidak hadir dalam skala yang sama.

Meski demikian, perubahan venue tidak membuat ambisi tim menurun. Persija tetap menatap pertandingan dengan keyakinan untuk meraih kemenangan.

Bagi para pemain, fokus utama tetap diarahkan pada persiapan pertandingan dan pelaksanaan strategi di lapangan. Shin Tae-yong juga memastikan bahwa program tim berjalan normal, sehingga perpindahan venue tidak menjadi alasan untuk mengurangi kesiapan menghadapi lawan.

Persija memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa performa positif pada awal musim dapat dipertahankan dalam kondisi pertandingan yang berbeda.

Memburu Kemenangan Ketiga

Dua kemenangan beruntun membuat Persija memiliki target jelas pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Java United menjadi lawan yang harus dihadapi untuk menjaga laju Macan Kemayoran di awal kompetisi.

Kemenangan atas Borneo FC dan Persib menjadi catatan yang ingin kembali dilanjutkan. Persija tentu berharap hasil positif tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang mereka dalam persaingan musim ini.

Pertandingan pada Sabtu (19/9/2026) juga akan menjadi ujian bagi konsistensi skuad. Setelah mengamankan enam poin dari dua laga awal, Persija dituntut untuk kembali tampil solid dan memaksimalkan peluang yang dimiliki.

Kemenangan ketiga akan memperkuat posisi Persija dalam persaingan awal musim sekaligus menjaga kepercayaan diri tim. Namun, target tersebut harus diperjuangkan melalui pertandingan melawan Java United yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Dengan persiapan yang tetap berjalan sesuai jadwal dan modal dua kemenangan, Persija Jakarta siap menghadapi tantangan pekan ketiga. Shin Tae-yong dan anak asuhnya berupaya menjadikan laga di Bali sebagai kesempatan untuk meneruskan tren positif sekaligus memburu tambahan tiga poin.

Pertandingan Persija Jakarta kontra Java United dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (19/9/2026) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Macan Kemayoran mengincar kemenangan ketiga setelah sebelumnya menaklukkan Borneo FC 1-0 dan Persib Bandung 2-1.

Gempa M2,7 Guncang Selatan Bandung

0

JCCNetwork.id- Gempa bumi bermagnitudo 2,7 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026) pagi. Guncangan yang terjadi di wilayah daratan tersebut dirasakan oleh masyarakat di Pangalengan, Talegong, dan Cisewu.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 06.21.05 WIB. Pusat gempa berada di darat, sekitar 27 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 4 kilometer.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa gempa berpusat relatif dangkal. Kendati magnitudonya tergolong kecil, getaran tetap dirasakan warga di sejumlah wilayah yang berada di sekitar kawasan selatan Kabupaten Bandung.

Gempa Berpusat di Daratan

BMKG dalam keterangannya menyebutkan, episentrum gempa berada di darat pada koordinat wilayah selatan Kabupaten Bandung. Lokasi pusat gempa tercatat berjarak sekitar 27 kilometer dari Kabupaten Bandung.

“Pusat gempa berada di darat 27 km selatan Kabupaten Bandung,” dikutip dari keterangan BMKG.

Kedalaman sumber gempa yang tercatat hanya 4 kilometer menjadi salah satu informasi penting dalam laporan kejadian tersebut. Gempa dangkal dapat menimbulkan getaran yang dirasakan di permukaan, meskipun kekuatan gempanya tidak besar.

Hingga informasi tersebut disampaikan, belum terdapat keterangan mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa bermagnitudo 2,7 itu.

Getaran Dirasakan di Pangalengan, Talegong dan Cisewu

BMKG mencatat gempa pagi tersebut dirasakan dengan intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI) di tiga wilayah, yakni Pangalengan, Talegong, dan Cisewu.

Skala III MMI menggambarkan getaran yang dapat dirasakan di dalam rumah, terutama oleh sebagian orang. Dalam kondisi tertentu, benda-benda ringan yang tergantung dapat ikut bergoyang.

Pangalengan, Talegong, dan Cisewu merupakan wilayah yang berada di kawasan selatan Jawa Barat. Catatan intensitas gempa di ketiga daerah tersebut menunjukkan bahwa guncangan dari pusat gempa dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar episentrum.

Meski demikian, intensitas yang tercatat tidak secara otomatis menunjukkan adanya kerusakan. Dampak gempa tetap bergantung pada sejumlah faktor, termasuk kondisi bangunan, jarak dari pusat gempa, serta karakteristik tanah di wilayah terdampak.

BMKG Ingatkan Potensi Gempa Susulan

Seiring laporan gempa yang terjadi pada pagi hari, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap kemungkinan munculnya gempa susulan.

Peringatan tersebut disampaikan sebagai langkah kewaspadaan bagi warga yang merasakan getaran, khususnya masyarakat yang berada di sekitar wilayah selatan Kabupaten Bandung.

“Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” tulis BMKG.

Masyarakat diimbau tidak panik, tetapi tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Warga juga perlu memastikan kondisi bangunan tempat tinggal dan menghindari bagian bangunan yang berpotensi membahayakan apabila terjadi guncangan berikutnya.

Warga Diminta Tetap Waspada

Gempa bumi merupakan fenomena alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat di wilayah yang merasakan guncangan perlu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

BMKG secara berkala menyampaikan informasi terkait waktu kejadian, magnitudo, lokasi episentrum, kedalaman, serta intensitas gempa yang dirasakan masyarakat. Data tersebut menjadi acuan untuk memahami karakteristik gempa dan perkembangan kondisi setelah kejadian.

Gempa bermagnitudo 2,7 yang terjadi pada Kamis pagi ini tercatat berpusat di daratan selatan Kabupaten Bandung dengan kedalaman 4 kilometer. Getarannya dirasakan pada skala III MMI di Pangalengan, Talegong, dan Cisewu.

Masyarakat di wilayah tersebut diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan segera melaporkan apabila menemukan kerusakan bangunan atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan setelah gempa.

Informasi mengenai kemungkinan gempa susulan dan perkembangan dampak kejadian tetap menunggu pembaruan resmi dari BMKG maupun pihak berwenang terkait.

Kementerian PU Tangani Jembatan Aih Bobo

0

JCCNetwork.id- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan darurat terhadap Jembatan Aih Bobo di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang kembali terputus akibat banjir.

Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama enam hari.

Kondisi itu menyebabkan luapan sungai dan memutus akses jalan penghubung pada jembatan sementara.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan akses menjadi prioritas karena jalur tersebut berkaitan dengan mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pelayanan darurat.

“Karena itu, kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Penanganan dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dengan membersihkan material dan sisa konstruksi jembatan sementara yang terdampak banjir.

Tim juga memasang safety line untuk membatasi area yang berisiko.

Selama proses penanganan berlangsung, warga memanfaatkan jembatan kayu sebagai akses penyeberangan.

Terputusnya Jembatan Aih Bobo kali ini menjadi kejadian ketiga dalam kurun waktu kurang dari setahun.

Sebelumnya, kawasan tersebut terdampak kejadian serupa pada November 2025 dan Juni 2026.

Selain menangani jembatan, BPJN Aceh juga melakukan pembersihan material longsor yang menutup ruas Jalan Nasional Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara.

Longsor tercatat di tujuh titik, masing-masing satu titik di kawasan Meloak, empat titik di Durin Daun, dan dua titik di kawasan Air Panas.

BPJN Aceh bersama penyedia jasa Hutama Karya dan masyarakat setempat mengerahkan sejumlah alat berat, antara lain ekskavator, wheel loader, dan backhoe loader, untuk mempercepat pembukaan kembali akses jalan.

Kementerian PU juga mengerjakan pembangunan sabo dam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, Kecamatan Pining, Gayo Lues.

Infrastruktur tersebut ditujukan untuk membantu mengendalikan sedimen yang terbawa aliran banjir.

Pekerjaan sabo dam ditargetkan dapat difungsikan dalam sekitar tiga hingga empat pekan, meski sejumlah pekerjaan konstruksi masih berlangsung.

Tahap pekerjaan yang belum selesai meliputi pembangunan sayap kanan dan kiri serta peninggian badan sabo dam.

Di lapangan, pasokan semen menjadi salah satu kendala dalam percepatan pekerjaan.

Kementerian PU menyatakan penanganan sejumlah infrastruktur tersebut dilakukan untuk memulihkan konektivitas wilayah Gayo Lues setelah bencana hidrometeorologi yang berlangsung sejak 9 September 2026.

BI Proyeksi Devisa RI Tembus USD147,5 Miliar

0

JCCNetwork.id- Bank Indonesia (BI) memperkirakan cadangan devisa Indonesia berpeluang kembali meningkat hingga mencapai USD147,5 miliar. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Agustus 2026 yang berada di level USD146,5 miliar.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, potensi peningkatan cadangan devisa tersebut berasal dari tambahan penerimaan devisa yang akan dibukukan oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan.

Hal itu disampaikan Destry dalam rapat bersama Komite 4 DPD RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Menurut dia, kondisi cadangan devisa Indonesia hingga saat ini masih berada dalam posisi yang solid.

“Sampai saat ini, alhamdulillah masih terjaga cukup solid di mana cadangan devisa kami berada di level USD146,5 miliar. Nanti kalau ada tambahan lagi dana, jadi USD147,5 miliar,” ujar Destry dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Rabu, 16 September 2026.

Destry menjelaskan, tingginya posisi cadangan devisa menjadi salah satu faktor yang memperkuat ketahanan sektor eksternal Indonesia. Dengan cadangan devisa yang memadai, kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pembayaran luar negeri juga tetap terjaga.

Ia menyebut posisi cadangan devisa saat ini setara dengan pembiayaan kebutuhan impor selama sekitar 5,4 bulan. Angka tersebut berada jauh di atas batas minimum yang umum digunakan sebagai indikator kecukupan cadangan devisa.

“Kalau hitungan cadangan devisa itu biasa kita pakai bulan impor. Threshold-nya adalah tiga bulan impor, kita di 5,4 bulan impor. Insyaallah kalau ada tambahan lagi dari Pak Menteri Keuangan, kita akan bisa di atas itu,” tambahnya.

Naik dari Juli 2026

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 tercatat USD146,5 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan posisi pada akhir Juli 2026 yang berada di level USD145,3 miliar.

Dengan demikian, terjadi kenaikan sekitar USD1,2 miliar dalam kurun waktu satu bulan.

Kenaikan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ketersediaan aset devisa Indonesia masih mampu dipertahankan pada level yang relatif kuat. BI menilai kondisi tersebut memberikan ruang yang cukup dalam menjaga stabilitas sektor eksternal, termasuk dalam menghadapi kebutuhan pembayaran internasional.

Apabila tambahan devisa yang disampaikan Destry terealisasi, posisi cadangan devisa Indonesia berpotensi mencapai USD147,5 miliar. Dengan angka tersebut, cadangan devisa akan semakin berada di atas standar kecukupan yang diukur berdasarkan kebutuhan impor.

BI menggunakan indikator bulan impor sebagai salah satu ukuran untuk melihat ketahanan cadangan devisa. Ambang batas yang digunakan berada pada tiga bulan impor, sementara posisi Indonesia saat ini sudah mencapai 5,4 bulan impor.

Destry menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan perekonomian Indonesia di tengah dinamika global. Cadangan devisa yang memadai juga menjadi salah satu fondasi dalam mendukung stabilitas eksternal dan menjaga kepercayaan terhadap perekonomian nasional.

Dengan tambahan dana dari pemerintah yang diproyeksikan masuk, posisi cadangan devisa Indonesia berpotensi mencatatkan level baru setelah sebelumnya meningkat dari USD145,3 miliar pada Juli menjadi USD146,5 miliar pada Agustus 2026.

KCIC Buka Akses Baru ke Stasiun Whoosh Padalarang

0

JCCNetwork.id- PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) bersama pemerintah daerah dan pengelola Kota Baru Parahyangan menyiapkan pengembangan akses langsung yang menghubungkan kawasan tersebut dengan Stasiun Whoosh Padalarang, Jawa Barat.

Pengembangan akses tersebut menjadi bagian dari upaya KCIC memperkuat konektivitas menuju stasiun kereta cepat. Jalur penghubung itu diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat sekaligus mengurangi potensi kepadatan kendaraan di sekitar Stasiun Padalarang.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan akses menuju stasiun menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas layanan kereta cepat. Menurutnya, kemudahan perjalanan penumpang tidak hanya ditentukan oleh layanan selama berada di dalam kereta, tetapi juga oleh akses dari kawasan tempat tinggal atau aktivitas masyarakat menuju stasiun.

“KCIC bersama pemerintah daerah dan pihak terkait terus mendorong peningkatan akses agar perjalanan penumpang menuju maupun meninggalkan Stasiun Padalarang dapat semakin mudah dan lancar,” katanya di Bandung Barat, seperti dilansir Antara, Rabu, 16 September 2026.

Menurut Eva, konektivitas tersebut akan menjadi bagian dari sistem perjalanan yang terintegrasi. Artinya, perjalanan penumpang menuju layanan Whoosh diupayakan berlangsung lebih mudah sejak dari kawasan sekitar stasiun hingga memasuki area pelayanan kereta cepat.

Rencana pengembangan akses juga tidak sebatas pembangunan ruas jalan baru. Sejumlah fasilitas penunjang mobilitas penumpang turut disiapkan agar perpindahan dari kendaraan menuju stasiun dapat berlangsung lebih tertata.

Fasilitas tersebut antara lain area park and ride, zona drop-off, serta skybridge yang akan mendukung pergerakan penumpang menuju kawasan stasiun.

Konsep tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan pergerakan kendaraan maupun penumpang yang selama ini menggunakan jaringan jalan di sekitar Stasiun Whoosh Padalarang.

Saat ini, kendaraan yang mengantar maupun menjemput penumpang masih banyak memanfaatkan akses jalan yang tersedia di sekitar stasiun. Pada jam-jam tertentu, aktivitas tersebut dapat meningkatkan volume kendaraan dan berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.

Dengan adanya akses langsung dari Kota Baru Parahyangan, arus kendaraan diharapkan dapat memiliki jalur alternatif sehingga distribusi lalu lintas menuju dan dari Stasiun Padalarang menjadi lebih baik.

Eva menegaskan peningkatan akses merupakan bagian penting dari upaya memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyeluruh bagi pengguna Whoosh.

“Perjalanan yang nyaman tidak hanya dimulai saat penumpang berada di dalam Whoosh, tetapi juga sejak menuju stasiun,” ujarnya.

Kesepakatan Empat Pihak

Rencana pembangunan akses yang menghubungkan Kota Baru Parahyangan dengan Stasiun Padalarang bukan merupakan agenda baru. Program tersebut telah masuk dalam kesepakatan bersama yang melibatkan empat pihak pada Agustus 2025.

Kesepakatan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui sejumlah proses persiapan. Tahapan itu mencakup konsultasi publik, pelaksanaan survei bersama, hingga penetapan lokasi yang berkaitan dengan rencana pengembangan akses.

Proses tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan akses dapat disesuaikan dengan kondisi kawasan dan kebutuhan mobilitas masyarakat.

Hingga Agustus 2026, para pihak masih melakukan pembahasan mengenai penyesuaian rencana aksi serta tahapan lanjutan pembangunan akses Stasiun Padalarang-Kota Baru Parahyangan.

Pembahasan lanjutan diperlukan untuk menyelaraskan berbagai aspek teknis dan kebutuhan masing-masing pihak sebelum pembangunan memasuki tahapan berikutnya.

KCIC melihat keberadaan akses terintegrasi sebagai bagian dari pengembangan ekosistem transportasi di sekitar layanan kereta cepat. Integrasi tersebut diharapkan mampu menghubungkan Whoosh dengan kawasan permukiman, pusat aktivitas masyarakat, serta jaringan transportasi dan jalan yang sudah tersedia.

Selain memberikan kemudahan bagi penumpang, pengembangan akses juga diarahkan untuk memberikan dampak terhadap mobilitas masyarakat secara lebih luas.

Kawasan Padalarang merupakan salah satu titik penting dalam perjalanan pengguna Whoosh, sehingga kelancaran akses menuju stasiun menjadi faktor yang turut menentukan efektivitas layanan kereta cepat.

Dengan semakin terhubungnya kawasan Kota Baru Parahyangan dengan Stasiun Whoosh Padalarang, KCIC berharap masyarakat memiliki lebih banyak pilihan akses ketika hendak menggunakan layanan kereta cepat.

“Dengan adanya akses yang semakin terintegrasi, kami berharap mobilitas penumpang Whoosh semakin mudah sekaligus turut mendukung kelancaran lalu lintas dan mobilitas masyarakat di kawasan Padalarang,” katanya.