JCCNetwork.id – Nilai tukar rupiah kembali berada di zona pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (8/9/2026).
Berdasarkan pembaruan hingga pukul 09.40 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp17.622 per dolar AS.
Posisi tersebut melemah 18 poin atau sekitar 0,10% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah perhatian investor terhadap pergerakan dolar AS dan perkembangan ekonomi global.
Sejumlah indikator ekonomi AS menjadi perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi prospek kebijakan moneter serta arah pergerakan dolar.
Pada sesi perdagangan sebelumnya, pergerakan rupiah cenderung terbatas.
Penguatan dolar AS masih menjadi salah satu faktor yang membayangi kinerja mata uang domestik.
Pasar juga terus mencermati perkembangan ekonomi Amerika Serikat dan sinyal kebijakan bank sentral AS.
Perubahan ekspektasi terhadap arah suku bunga dapat memengaruhi permintaan terhadap dolar AS dan berdampak langsung terhadap pergerakan rupiah.
Pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama dunia turut menjadi indikator yang diperhatikan pelaku pasar.
Jika ekspektasi suku bunga AS berubah, arus permintaan terhadap dolar berpotensi ikut bergeser sehingga memberikan tekanan atau dukungan terhadap rupiah.














