JCCNetwork.id- Sistem pembangkitan listrik di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali beroperasi normal kurang dari 24 jam setelah wilayah tersebut diguncang gempa. PT PLN (Persero) memastikan kondisi pembangkit telah dipulihkan dan pasokan listrik saat ini kembali mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pemulihan tersebut dilakukan setelah PLN melakukan pemeriksaan dan pengamanan terhadap sejumlah fasilitas pembangkitan yang terdampak gempa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan lanjutan pada sistem kelistrikan Flores.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo turun langsung meninjau Pusat Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Rangko di Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (20/8). Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi peralatan pembangkit sekaligus memastikan kesiapan sistem dalam memasok listrik kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sistem pembangkitan utama di Flores telah kembali beroperasi. PLN mencatat daya mampu pembangkit mencapai 137 megawatt (MW), sedangkan beban puncak listrik berada di angka 93 MW.
Dengan kondisi tersebut, PLN menyatakan terdapat cadangan daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Flores. Ketersediaan daya juga dinilai masih memadai untuk menjaga keandalan pasokan setelah gempa.
Rizal mengatakan pemulihan sistem dalam waktu kurang dari 24 jam merupakan hasil dari respons cepat personel PLN di lapangan. Sejak gempa terjadi, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas pembangkitan, mengamankan aset yang terdampak, serta menjalankan tahapan pemulihan.
“Secara keseluruhan sistem pembangkitan di Flores sudah kembali normal. Ketersediaan daya juga cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat,” ujar Rizal dalam keterangan resmi, Jumat (21/8).
Pemulihan tidak hanya dilakukan terhadap sistem kelistrikan utama. PLN juga menangani sejumlah pembangkit yang melayani wilayah terpencil atau sistem kelistrikan terisolasi yang ikut terdampak gempa.
Dua wilayah yang mendapat penanganan antara lain Pulau Palue di Kabupaten Sikka dan Golo Lebo di Kabupaten Manggarai Timur. PLN memastikan fasilitas pembangkit di kedua wilayah tersebut telah berhasil diperbaiki sehingga pelayanan listrik kepada masyarakat dapat kembali berjalan.
Meski sistem pembangkitan telah normal, PLN belum menghentikan proses pemeriksaan. Rizal meminta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan dan melakukan asesmen lanjutan terhadap aset pembangkitan yang berada di wilayah terdampak gempa.
Menurut dia, pengoperasian kembali pembangkit tidak menjadi tanda bahwa seluruh proses penanganan telah selesai. Pemeriksaan menyeluruh tetap diperlukan untuk memastikan peralatan dan infrastruktur tidak mengalami kerusakan yang berpotensi menimbulkan gangguan pada kemudian hari.
“Walaupun pembangkit sudah kembali beroperasi normal, asesmen harus dilakukan kembali secara menyeluruh. Kita perlu memastikan setiap peralatan dan infrastruktur pembangkitan benar-benar dalam kondisi aman dan siap menghadapi potensi gangguan ke depan,” katanya.
Evaluasi pascagempa juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan infrastruktur ketenagalistrikan di NTT. Kondisi geografis NTT yang terdiri atas banyak pulau serta memiliki potensi bencana alam menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.
PLN menilai kesiapsiagaan tidak hanya diperlukan ketika terjadi gangguan, tetapi juga melalui pemeriksaan berkala terhadap kondisi aset. Hasil evaluasi nantinya menjadi bagian dari upaya mitigasi untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem pembangkitan.
Selain melakukan pemeriksaan fasilitas kelistrikan, PLN turut menyalurkan bantuan bahan pangan atau sembako kepada warga yang terdampak gempa. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat di Desa Tanjung Boleng, Manggarai Barat.
General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara Rita Triani mengatakan pemeriksaan terhadap pembangkit dilakukan secara menyeluruh. Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk memastikan pembangkit dapat beroperasi setelah gempa, tetapi juga untuk meningkatkan kesiapan menghadapi kemungkinan gangguan berikutnya.
“Fokus kami adalah menjaga pembangkit tetap aman dan andal sehingga kebutuhan listrik masyarakat Flores dapat terus terpenuhi,” pungkasnya.
Dengan pulihnya sistem pembangkitan utama dan sejumlah pembangkit di wilayah terisolasi, PLN memastikan pasokan listrik di Flores kembali berada dalam kondisi normal. Namun, proses asesmen pascagempa tetap dilanjutkan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan aset dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.














