JCCNetwork.id- Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tengah menjalankan program renovasi sekolah dalam skala besar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan nasional. Program tersebut disebut menjadi salah satu agenda pembangunan pendidikan terbesar yang pernah dilakukan pemerintah.
Prabowo mengatakan, pelaksanaan renovasi sekolah telah dilakukan sejak tahun pertama pemerintahannya. Pada periode sebelumnya, pemerintah tercatat memperbaiki sekitar 17 ribu sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Memasuki tahun kedua pemerintahan, jumlah sekolah yang menjadi sasaran perbaikan ditingkatkan secara signifikan. Pemerintah juga telah menyusun target renovasi yang lebih besar dalam beberapa tahun mendatang hingga seluruh satuan pendidikan mendapatkan fasilitas yang layak.
Dalam keterangannya, Prabowo menyampaikan target renovasi akan mencapai sekitar 100 ribu sekolah pada tahun berikutnya. Jumlah dengan skala serupa juga ditargetkan kembali dicapai pada 2028.
“Tahun depan target kita 100 ribu . Tahun 2028 seratus ribu. Tahun 2029 semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK, termasuk di pesantren-pesantren, harus kita selesai renovasi,” ujar Ketum Gerindra ini.
Menurut Prabowo, renovasi tersebut tidak boleh hanya terkonsentrasi di daerah perkotaan maupun wilayah yang memiliki akses pembangunan relatif lebih baik. Pemerintah juga diarahkan memberikan perhatian terhadap sekolah yang berada di kawasan tertinggal, terluar, dan terpencil.
Kebijakan tersebut dinilai penting untuk memperkecil kesenjangan fasilitas pendidikan antardaerah. Dengan perbaikan sarana dan prasarana sekolah secara merata, pemerintah berharap siswa di berbagai wilayah memiliki kesempatan belajar dalam lingkungan yang lebih layak.
Program renovasi tidak hanya menyangkut perbaikan bangunan fisik sekolah. Pemerintah juga mendorong peningkatan fasilitas pendukung pembelajaran agar proses pendidikan dapat mengikuti perkembangan kebutuhan zaman.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah distribusi layar interaktif ke sekolah-sekolah di berbagai daerah. Perangkat teknologi ini disiapkan untuk membantu guru menyampaikan materi pembelajaran secara lebih interaktif dan mendorong keterlibatan siswa selama proses belajar mengajar.
Prabowo menilai pemanfaatan teknologi dalam pendidikan merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan mutu pembelajaran. Kehadiran perangkat digital di sekolah diharapkan dapat memperluas akses terhadap materi pembelajaran sekaligus membantu tenaga pendidik menggunakan metode yang lebih beragam.
Pemerintah juga menempatkan sekolah di luar pusat-pusat pertumbuhan sebagai bagian penting dari sasaran program. Dengan demikian, pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas sekolah di Pulau Jawa atau wilayah perkotaan, tetapi juga mencakup daerah-daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Target penyelesaian renovasi seluruh sekolah pada 2029 menunjukkan besarnya skala program yang tengah disiapkan pemerintah. Sasaran tersebut mencakup jenjang SD, SMP, SMA, SMK hingga lembaga pendidikan pesantren.
Pemerintah berharap percepatan renovasi dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kegiatan pendidikan. Perbaikan fasilitas juga diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik serta penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran.
Dengan kombinasi pembangunan infrastruktur dan digitalisasi pendidikan, pemerintah menargetkan kesenjangan kualitas layanan pendidikan antarwilayah dapat ditekan. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperkuat sumber daya manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan sejak jenjang dasar.
























