JCCNetwork.id-Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Kamis (28/5/2026) malam dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh sekitar 2,5 kilometer ke arah aliran Besuk Kobokan, Kabupaten Lumajang.
Aktivitas erupsi tersebut terjadi pada pukul 20.10 WIB dan turut disertai kolom abu vulkanik yang teramati mencapai sekitar 1.500 meter di atas puncak.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara dan selatan. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 4 menit 36 detik,” kata Petugas Pos Pantau Gunung Api Semeru PVMBG, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulisnya.
Kolom abu dilaporkan berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke tenggara serta selatan.
Menurut laporan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas erupsi terekam memiliki amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi sekitar 4 menit 36 detik.
Setelah kejadian tersebut, Semeru masih mencatat beberapa kali erupsi lanjutan dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter.
Hingga saat ini, belum terdapat laporan dampak signifikan terhadap permukiman warga. Status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
PVMBG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lanjutan, termasuk awan panas guguran, aliran lava, dan lahar hujan, terutama di wilayah aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.
Warga juga diminta mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan, yakni tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan serta menghindari aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di area tersebut yang berpotensi terdampak perluasan awan panas hingga 13 kilometer dari puncak.
“Tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak,” jelas Sigit.
PVMBG menegaskan masyarakat agar terus memantau informasi resmi dari lembaga tersebut dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi perubahan aktivitas vulkanik Gunung Semeru.



