JCCNetwork.id- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10/2025) malam, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2025 yang digelar di Gyeongju pada 31 Oktober hingga 1 November 2025.
Presiden Prabowo berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan membawa misi diplomasi ekonomi Indonesia di forum kerja sama ekonomi terbesar di kawasan Asia-Pasifik tersebut. KTT APEC tahun ini dipimpin oleh Korea Selatan dengan tema besar “Building a Sustainable Tomorrow: Connect, Innovate, Prosper.”
Tema tersebut menegaskan komitmen 21 ekonomi anggota APEC untuk memperkuat kerja sama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, inovatif, dan inklusif. Pertemuan tingkat tinggi ini juga menjadi ajang strategis bagi negara-negara anggota dalam memperkuat kolaborasi menghadapi tantangan ekonomi global pascapandemi, perubahan iklim, serta disrupsi teknologi.
Dalam agenda resmi KTT, pembahasan akan difokuskan pada tiga prioritas utama, yaitu peningkatan konektivitas, percepatan inovasi, dan penguatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, para pemimpin negara juga akan membahas isu-isu spesifik seperti keterhubungan perdagangan dan investasi, transisi menuju ekonomi digital dan hijau, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perlindungan kelompok rentan, serta dampak perubahan demografi terhadap pembangunan ekonomi kawasan.
Presiden Prabowo dijadwalkan menjadi salah satu pembicara pada sesi APEC Economic Leaders’ Meeting, di mana ia akan menekankan pentingnya kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan, penguatan rantai pasok regional, serta peningkatan kolaborasi lintas negara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.
Sekretariat Presiden dalam keterangan resminya menyampaikan, kehadiran Presiden Prabowo di KTT APEC 2025 memiliki arti penting secara strategis bagi Indonesia. Pasalnya, APEC mencakup sekitar 60 persen produk domestik bruto (PDB) dunia dan 36 persen populasi global.
“Partisipasi aktif Indonesia di APEC menjadi kesempatan untuk berkontribusi dalam membangun masa depan kawasan yang berkelanjutan dan berimbang,” katanya.
Indonesia juga diharapkan dapat memainkan peran sebagai jembatan kepentingan antarnegara anggota APEC. Melalui diplomasi ekonomi yang konstruktif, Indonesia berupaya memastikan hasil kerja sama APEC tidak hanya berdampak pada tataran kebijakan global, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pelaku usaha, dan dunia kerja di dalam negeri.
KTT APEC 2025 menjadi ajang pertama bagi Presiden Prabowo sejak resmi menjabat kepala negara. Forum ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi menengah yang berperan aktif dalam membentuk arah kebijakan ekonomi kawasan Asia-Pasifik di masa depan.



