Warga Diimbau Gunakan Masker Saat di Luar Rumah

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kualitas udara di DKI Jakarta kembali memburuk pada Jumat (31/10/2025) pagi. Berdasarkan data pemantauan dari laman IQAir pukul 05.00 WIB, udara Ibu Kota tercatat dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan indeks kualitas udara (AQI) mencapai 142.

Tingkat konsentrasi partikel polutan PM2,5 di Jakarta mencapai 52 mikrogram per meter kubik, atau sekitar 10,4 kali lebih tinggi dibandingkan nilai ambang batas tahunan yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

- Advertisement -

Partikel PM2,5 adalah partikel halus berukuran di bawah 2,5 mikrometer yang berasal dari debu, asap kendaraan, dan pembakaran. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan paru-paru kronis, bahkan menyebabkan kematian dini pada kelompok rentan.

Selain Jakarta, wilayah sekitarnya juga menunjukkan kualitas udara yang lebih buruk. Berdasarkan data yang sama, Serpong, Banten menempati posisi pertama dengan indeks 178, disusul Tangerang (175), dan Tangerang Selatan (157). Jakarta berada di posisi keempat dalam daftar kota dengan udara terburuk di Indonesia pagi ini.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta meminta masyarakat lebih waspada terhadap risiko polusi udara. Ketua Sub-Kelompok Penyehatan Lingkungan Dinkes DKI, Rahmat Aji Pramono, menyarankan warga, terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis, untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

- Advertisement -

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memantau kualitas udara sebelum keluar rumah dan membatasi aktivitas di luar ruangan jika indeks udara menunjukkan kategori tidak sehat. Rekomendasi tambahan antara lain menutup jendela, menggunakan penyaring udara, serta mengurangi kegiatan fisik berat di luar ruangan.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta tengah memperkuat sistem pemantauan kualitas udara agar masyarakat dapat mengakses informasi secara real-time melalui portal udara.jakarta.go.id dan aplikasi JAKI.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyiapkan Early Warning System (EWS) berbasis data udara untuk memberikan prakiraan kondisi polusi hingga tiga hari ke depan.

“Kami juga tengah menyiapkan Early Warning System (EWS) yang dikembangkan dari platform udara.jakarta.go.id agar masyarakat dapat mengetahui prakiraan kondisi polusi udara hingga tiga hari ke depan,” kata Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto.

DLH juga terus memperbarui data dari sensor pemantau kualitas udara di berbagai titik Jakarta untuk memastikan kebijakan lingkungan berbasis data akurat.

Kondisi udara Jakarta semakin mengkhawatirkan di tengah temuan adanya mikroplastik dalam air hujan, yang juga menjadi salah satu komponen partikel PM2,5. Para ahli lingkungan menilai bahwa kombinasi polusi udara dan mikroplastik berpotensi memperburuk kesehatan masyarakat perkotaan jika tidak diantisipasi dengan kebijakan lingkungan yang ketat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun mengimbau warga agar lebih peduli terhadap kondisi udara dan aktif memanfaatkan kanal pemantauan daring sebelum beraktivitas di luar rumah.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kebakaran Hanguskan 20 Mobil Listrik

JCCNetwork.id-Sedikitnya 20 kendaraan energi baru hangus terbakar dalam insiden kebakaran yang terjadi di Distrik Ganjingzi, Kota Dalian, China, pada 30 Mei 2026. Otoritas setempat menyatakan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER