Indonesia Bersaing Jadi Tuan Rumah Babak Keempat

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- ​Peluang Timnas Indonesia untuk tampil sebagai tuan rumah babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia masih terbuka. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi mengumumkan bahwa dua negara dengan performa terbaik dari tim peringkat ketiga dan keempat pada putaran ketiga akan ditunjuk sebagai tuan rumah babak tersebut.

Saat ini, Indonesia masih berjuang di Grup C putaran ketiga dan menempati posisi keempat klasemen dengan koleksi sembilan poin. Posisi ini menempatkan skuad Garuda masih memiliki kans untuk melaju ke putaran final, baik melalui jalur otomatis maupun melalui babak keempat yang menjadi penentu tambahan menuju Piala Dunia 2026.

- Advertisement -

Di klasemen sementara Grup C, pasukan asuhan Patrick Kluivert hanya terpaut satu poin dari Arab Saudi yang berada di posisi ketiga, dan empat poin dari Australia yang menghuni peringkat kedua. Dua pertandingan sisa pada Juni 2025 akan menjadi penentu nasib ketiga tim tersebut untuk mengamankan posisi lebih baik.

Sesuai format yang ditetapkan AFC, babak keempat akan diikuti oleh enam tim dari tiga grup yang finis di posisi ketiga dan keempat. Enam tim tersebut akan dibagi ke dalam dua grup, masing-masing berisi tiga tim, dan akan memainkan pertandingan dalam format sentralisasi di dua negara tuan rumah. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 14 Oktober 2025.

Dalam keterangan resmi yang dikutip pada Kamis (1/5/2025), AFC menjelaskan bahwa penunjukan tuan rumah akan mempertimbangkan raihan poin pada putaran ketiga.

- Advertisement -

“Dua grup terpusat, diisi masing-masing oleh tiga negara, di mana hak tuan rumah hanya akan dimiliki oleh dua tim terbaik dari ronde ketiga,” bunyi rilis resmi AFC, dikutip Kamis (1/5/2025).

Artinya, jika ingin terpilih sebagai tuan rumah, Indonesia harus menjadi salah satu dari dua tim terbaik berdasarkan performa di antara peringkat ketiga dan keempat di semua grup. Saat ini, Uni Emirat Arab memimpin Grup A dengan 13 poin, sementara Irak berada di puncak Grup B dengan 12 poin. Kedua negara tersebut menjadi kandidat kuat tuan rumah berdasarkan akumulasi poin sejauh ini.

Indonesia memiliki tantangan besar untuk menyalip perolehan poin dari UEA dan Irak agar dapat mengajukan diri sebagai tuan rumah. Selain keunggulan kandang, menjadi tuan rumah juga bisa memberikan dorongan moral dan strategis dalam upaya mengamankan satu tiket menuju Piala Dunia 2026.

Jika mampu memimpin klasemen grup pada babak keempat, tim akan otomatis lolos ke Piala Dunia. Namun jika finis di posisi kedua, mereka harus melanjutkan perjuangan ke babak kelima dan berpotensi menghadapi playoff antarkonfederasi.

Langkah Timnas Indonesia menuju turnamen sepak bola terbesar di dunia kini sangat bergantung pada hasil dua laga terakhir di bulan Juni, serta performa keseluruhan dibanding para pesaingnya di grup lain.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Harga Pangan Meroket, Cabai Tembus Rp107 Ribu per Kilogram

JCCNetwork.id- Sejumlah harga kebutuhan pokok di berbagai daerah mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan Kamis (28/5/2026). Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai, bawang, hingga...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER