Penembakan Pekerja Migran, Indonesia Tuntut Transparansi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Pemerintah Indonesia mendesak pemerintah Malaysia untuk mengusut tuntas dan secara transparan kasus penembakan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) yang terjadi beberapa hari lalu.

Dr. Darmansjah Djumala, anggota Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri, menegaskan bahwa pengusutan yang transparan sangat penting guna menjaga hubungan baik antara kedua negara.

- Advertisement -

“Indonesia mendesak agar otoritas Malaysia mengusut kasus itu secara tuntas dan transparan, dan memberi akses konsuler seluas-luasnya kepada Indonesia untuk mengetahui detail kasus penembakan itu,” kata Djumala di kutip Kamis (30/1/2025).

Ia menambahkan bahwa penyelesaian kasus ini akan mencerminkan komitmen Malaysia dalam menjaga hubungan bilateral yang sudah terjalin dengan baik selama ini.

Menurut Djumala, insiden penembakan terhadap pekerja migran Indonesia oleh aparat Malaysia bukanlah kejadian pertama.

- Advertisement -

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Migrant Care, sejak tahun 2005 hingga 2025 tercatat sedikitnya 75 orang pekerja migran Indonesia meninggal dunia akibat tindakan aparat Malaysia yang tidak melalui proses peradilan yang semestinya.

Kasus penembakan ini menambah panjang daftar kejadian tragis yang menyita perhatian publik di kedua negara.

“Indonesia dan Malaysia mengandung sensitivitas cukup tinggi, utamanya dalam kaitan pekerja migran dan produk seni budaya. Karakter hubungan seperti itu sudah menjadi keniscayaan sebagai negara bertetangga,” jelas dia.

Dia pun berharap agar Malaysia menunjukkan niat baiknya dalam menyelesaikan kasus ini demi menjaga hubungan yang harmonis.

“Harus ada ikhtiar dari kedua belah pihak untuk memelihara dan mengembangkannya, tentu berdasarkan niat baik dan persahabatan,” jelas dia.

Insiden penembakan ini terjadi pada Jumat, 24 Januari 2025, sekitar pukul 03.00 dini hari waktu setempat di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia.

Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) menembak sebuah kapal yang diduga melawan patroli mereka. Dalam peristiwa itu, satu WNI yang berada di kapal tersebut, yang diketahui berinisial B, tewas dalam insiden tersebut. Tiga korban lainnya yang terluka kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur memastikan bahwa jenazah korban akan dipulangkan ke Indonesia setelah menjalani proses autopsi.

Kuala Lumpur dalam pernyataannya. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) turut mengutuk keras insiden tersebut dan mendesak agar pemerintah Malaysia segera mengusut tuntas dan mengambil tindakan tegas terhadap petugas APMM yang terbukti menggunakan kekuatan berlebihan dalam menjalankan tugas.

Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding, menegaskan bahwa insiden ini merupakan pelanggaran serius yang harus segera diselesaikan untuk menghindari ketegangan lebih lanjut. Ia mengimbau agar kerjasama antara Indonesia dan Malaysia semakin solid, dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan dan hak asasi manusia.

Pemerintah Indonesia berharap, melalui pengusutan kasus ini, hubungan antara kedua negara tetap terjaga dalam kerangka persahabatan yang saling menguntungkan.

Namun, tanpa ada langkah konkret dari Malaysia untuk mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi korban, ketegangan dalam hubungan bilateral ini akan terus berlanjut, dan menjadi ujian besar bagi kedua negara dalam memelihara kedamaian dan stabilitas kawasan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Listrik Flores Pulih Usai Gempa

JCCNetwork.id- Sistem pembangkitan listrik di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali beroperasi normal kurang dari 24 jam setelah wilayah tersebut diguncang gempa. PT...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER