JCCNetwork.id-Peningkatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia mendorong penguatan infrastruktur pengisian daya, khususnya di jalur mudik utama. Pada periode mudik Lebaran 2026, ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di ruas Tol Tangerang–Merak menjadi perhatian utama bagi pemudik yang menuju wilayah barat Pulau Jawa hingga penyeberangan ke Sumatera.
Ruas Tol Tangerang–Merak merupakan salah satu jalur strategis dengan volume kendaraan tinggi setiap musim mudik.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan kendaraan listrik, sejumlah SPKLU telah disediakan di beberapa titik rest area, baik untuk arah Merak maupun arah Jakarta.
Di jalur menuju Merak, fasilitas pengisian daya tersedia di rest area KM 43 A dan KM 68 A. Di KM 43 A, tersedia pengisian cepat DC 100 kW dengan dua nozel, DC 50 kW dengan lima nozel, serta DC 25 kW dengan satu nozel.
Sementara di KM 68 A, tersedia DC 100 kW (dua nozel), DC 50 kW (dua nozel), dan DC 25 kW (satu nozel).
Untuk arus sebaliknya menuju Jakarta, SPKLU dapat ditemukan di rest area KM 45 B dan KM 68 B. KM 45 B dilengkapi fasilitas DC 160 kW dengan tiga nozel, kombinasi AC 22 kW/DC 60 kW dengan dua nozel, serta DC 25 kW dengan satu nozel.
Adapun KM 68 B menyediakan DC 100 kW dan DC 50 kW, masing-masing dengan dua nozel.
Keberadaan pengisian cepat (fast charging) di titik-titik tersebut dinilai mampu memangkas waktu tunggu pemudik, sehingga perjalanan dapat berlangsung lebih efisien.
Selain penguatan infrastruktur, pemerintah juga memberlakukan diskon tarif tol selama periode mudik.
Potongan tarif sebesar 30 persen diberikan untuk perjalanan dari Gerbang Tol Cikupa menuju Gerbang Tol Merak pada 15–16 Maret 2026.
Kebijakan serupa juga berlaku untuk arus balik pada 26–27 Maret 2026 di ruas yang sama.
Diskon tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus mendorong distribusi waktu perjalanan pemudik.
Meski fasilitas SPKLU telah diperluas, pengguna kendaraan listrik diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan cermat.
Lonjakan jumlah kendaraan listrik selama musim mudik berpotensi menyebabkan antrean di rest area.
Pemudik disarankan memantau kapasitas baterai secara berkala dan mempertimbangkan alternatif pengisian daya di luar ruas tol jika diperlukan.
Dengan sistem tol tertutup, pengguna tetap dapat keluar untuk mengisi daya dan kembali melanjutkan perjalanan tanpa dikenakan tarif tambahan selama masih dalam rute yang sama.
Dengan penambahan fasilitas ini, perjalanan jarak jauh menggunakan kendaraan listrik diharapkan semakin andal dan nyaman, seiring upaya percepatan transisi menuju transportasi ramah lingkungan di Indonesia.



