JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan layanan transportasi bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman pada masa arus mudik Lebaran 2026. Program mudik gratis tersebut menyediakan armada bus dengan tujuan puluhan kota dan kabupaten di berbagai provinsi di Indonesia.
Selain menyediakan transportasi bagi penumpang, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan fasilitas pengangkutan sepeda motor milik pemudik. Kendaraan roda dua tersebut akan diangkut menggunakan truk menuju sejumlah kota tujuan sehingga pemiliknya dapat tetap menggunakan kendaraan saat berada di kampung halaman tanpa harus menempuh perjalanan jauh dari Jakarta dengan sepeda motor.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan alternatif perjalanan yang lebih aman sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, yang selama ini mendominasi perjalanan mudik.
Sementara itu, proses verifikasi data peserta mudik gratis terus dilakukan oleh jajaran Dinas Perhubungan di wilayah Jakarta. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat telah menyelesaikan tahap verifikasi terakhir terhadap ratusan calon pemudik yang mendaftar melalui program tersebut.
Kepala Seksi Angkutan Jalan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Ichwan Hasibuan, menyampaikan bahwa pada gelombang verifikasi terakhir tercatat sebanyak 140 kepala keluarga (KK) yang telah menyelesaikan proses verifikasi data sebagai peserta program mudik gratis.
“Sebanyak 140 KK melakukan verifikasi mudik gratis klaster 3 atau terakhir,” tutur Kepala Seksi Angkutan Jalan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Ichwan Hasibuan, saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (7/3).
Ia menjelaskan, proses verifikasi terhadap para peserta dilakukan selama tiga hari, yakni pada 3 hingga 5 Maret 2026. Pada tahap ini, petugas memastikan kelengkapan administrasi serta kesesuaian data yang telah didaftarkan oleh para calon pemudik.
Berdasarkan data hasil verifikasi, sebagian besar peserta memilih sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai tujuan perjalanan mudik. Kota Wonogiri menjadi tujuan terbanyak dengan 53 kepala keluarga yang telah diverifikasi.
Selanjutnya, tujuan Semarang tercatat sebanyak 23 kepala keluarga, disusul Wonosobo 20 kepala keluarga, Purwokerto 19 kepala keluarga, serta Kediri sebanyak 13 kepala keluarga.
“Pendaftar yang sudah verifikasi, untuk tujuan Wonogiri sebanyak 53 KK, Semarang sebanyak 23 KK, Wonosobo sebanyak 20 KK, Purwokerto sebanyak 19 KK, Kediri sebanyak 13 KK, Sidoarjo sebanyak 7 KK dan Malang sebanyak 13 KK,” tutur Ichwan.
Selain itu, terdapat tujuh kepala keluarga yang memilih tujuan Sidoarjo dan 13 kepala keluarga lainnya menuju Kota Malang.
Ichwan menegaskan bahwa pihaknya mengimbau seluruh peserta yang telah mendaftar agar mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku dalam program tersebut. Para calon pemudik juga diminta memperhatikan kembali kelengkapan administrasi serta jadwal keberangkatan yang telah ditentukan oleh panitia.
“Saya minta seluruh peserta yang telah mendaftar agar lebih teliti dalam memeriksa administrasi, jadwal keberangkatan maupun kepulangan serta ketentuan lainnya,” imbuhnya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan agar perjalanan mudik dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
“Kami mengimbau peserta untuk memeriksa kembali dokumen administrasi, memahami jadwal keberangkatan maupun kepulangan, serta mengikuti seluruh ketentuan yang telah ditetapkan,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi membuka pendaftaran program Mudik Gratis Tahun 2026 atau bertepatan dengan 1447 Hijriah sejak 22 Februari 2026. Program ini disambut antusias oleh masyarakat yang ingin pulang kampung dengan biaya perjalanan yang lebih ringan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan bahwa program mudik gratis merupakan agenda rutin yang disiapkan pemerintah daerah setiap tahun menjelang Hari Raya Idulfitri.
Menurut dia, penyediaan transportasi gratis tersebut tidak hanya bertujuan membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi saat musim mudik.
“Program Mudik Gratis ini kami siapkan untuk memberikan kemudahan bagi warga, sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, demi menekan risiko kecelakaan saat arus mudik dan arus balik Lebaran,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam keterangan di Jakarta, Minggu (7/3).
Melalui program ini, pemerintah berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman, nyaman, serta terorganisasi, sekaligus mendukung kelancaran arus lalu lintas selama periode Lebaran.



