JCCNetwork.id- Ribuan peserta memadati kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu pagi, 24 Oktober 2026, untuk mengikuti ajang Jakarta Running Festival (JRF) 2026. Antusiasme para pelari terlihat sejak pelepasan peserta hingga garis finis, dengan dua kategori lomba yang digelar, yakni Half Marathon dan 5K.
Suasana meriah tidak hanya terlihat di sepanjang rute perlombaan, tetapi juga di area finis yang dipenuhi peserta setelah menyelesaikan tantangan masing-masing. Sejumlah pelari tampak merayakan keberhasilan mereka bersama teman, keluarga, maupun komunitas dengan menunjukkan medali yang diperoleh setelah menuntaskan lomba.
Momen tersebut turut diabadikan melalui foto bersama di sekitar garis finis. Kehadiran keluarga dan rekan sesama pelari menambah semarak penyelenggaraan JRF 2026, yang mempertemukan peserta dengan beragam latar belakang dan tingkat kemampuan berlari.
Pada penyelenggaraan Sabtu pagi ini, panitia menghadirkan dua kategori dengan jarak dan ketentuan berbeda. Kategori Half Marathon menjadi pilihan bagi peserta yang ingin menguji ketahanan fisik dalam jarak lebih panjang, sedangkan kategori 5K memberikan kesempatan bagi pelari rekreasional, pemula, hingga keluarga untuk ikut merasakan atmosfer kompetisi lari.
Kategori Half Marathon dimulai pukul 04.30 WIB menggunakan sistem multi-wave start. Melalui mekanisme ini, peserta dilepas dalam beberapa gelombang berdasarkan pembagian kelompok atau corral. Sementara itu, kategori 5K dimulai pukul 05.15 WIB dengan sistem single mass start, yakni peserta dilepas secara serentak.
Half Marathon menempuh jarak 21,097 kilometer dengan batas waktu penyelesaian selama 3 jam 45 menit sejak gun time atau waktu resmi dimulainya perlombaan. Kategori ini diperuntukkan bagi peserta berusia 17 hingga 90 tahun pada hari perlombaan.
Adapun kategori 5K memiliki jarak tempuh lima kilometer dengan batas waktu satu jam sejak gun time. Peserta yang dapat mengikuti kategori ini berusia 12 hingga 90 tahun. Dengan jarak yang lebih pendek, 5K menjadi alternatif bagi mereka yang baru memulai olahraga lari maupun peserta yang ingin menikmati kegiatan bersama keluarga dan komunitas.
Sistem Multi-Wave Dinilai Membantu Kelancaran Pelari
Pelaksanaan Half Marathon mendapat respons positif dari salah satu pesertanya, Angga. Ia menilai penerapan sistem multi-wave start membantu mengurangi kepadatan pelari saat memulai perlombaan.
Menurut Angga, pembagian peserta ke dalam sejumlah kelompok keberangkatan membuat arus pelari lebih teratur. Kondisi tersebut dinilai memudahkan peserta untuk menemukan ritme berlari sejak kilometer awal tanpa harus berdesakan dengan pelari lain.
“Sistem multi-wave sangat efektif mencegah penumpukan pelari. Pembagian corral-nya rapi, jadi sejak kilometer pertama kita sudah bisa langsung berlari dengan pace yang stabil tanpa harus berdesak-desakan,” ujar Angga.
Ia menilai pengaturan awal perlombaan menjadi salah satu faktor yang mendukung kenyamanan peserta selama menempuh rute Half Marathon. Dengan arus pelari yang lebih tertata, peserta memiliki kesempatan untuk mempertahankan kecepatan sesuai kemampuan masing-masing.
Meski demikian, Angga mengakui bahwa tantangan terbesar muncul ketika perlombaan memasuki kilometer ke-16 hingga ke-18. Pada fase tersebut, kondisi fisik mulai terkuras setelah menempuh sebagian besar jarak, sementara paparan sinar matahari mulai terasa.
“Tantangan paling menguras fisik dan mental ada di kilometer 16 hingga 18. Tenaga sudah terkuras banyak dan matahari mulai berasa, namun titik ketersediaan air dan sorakan penyemangat sangat membantu,” jelas Angga.
Keberadaan titik penyediaan air atau water station serta dukungan penonton di sepanjang rute menjadi faktor yang membantu peserta mempertahankan semangat. Dukungan tersebut memberikan dorongan tambahan bagi pelari untuk melanjutkan perjalanan hingga mencapai garis finis.
Pengalaman Angga menunjukkan bahwa tantangan Half Marathon tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjaga kecepatan, tetapi juga ketahanan fisik dan mental dalam menghadapi kelelahan menjelang akhir perlombaan.
Mass Start 5K Hadirkan Atmosfer Kompetisi
Kemeriahan berbeda dirasakan peserta kategori 5K. Farhan, salah seorang pelari dalam kategori tersebut, menilai pelepasan peserta secara serentak menghadirkan suasana yang meriah sejak awal perlombaan.
Menurutnya, banyaknya peserta yang memulai lari pada waktu bersamaan membuat atmosfer kompetisi langsung terasa. Meski kepadatan sempat terjadi pada kilometer pertama, kondisi rute berangsur lebih terbuka setelah para pelari mulai menyebar sesuai kecepatan masing-masing.
“Seru dan meriah banget sih mass start tadi! Atmosfernya langsung terasa karena ribuan orang dilepas serentak. Memang di kilometer pertama terasa cukup padat, tapi setelah itu rutenya mulai terbuka dan kita bisa menemukan ritme lari yang nyaman,” ujar Farhan.
Bagi Farhan, kategori 5K bukan sekadar kesempatan mengikuti perlombaan, tetapi juga pengalaman untuk mengukur kemampuan diri dalam menyelesaikan jarak yang telah ditentukan.
Ia mengaku sempat merasa khawatir terhadap batas waktu penyelesaian selama satu jam. Kekhawatiran tersebut terutama dirasakan karena dirinya mengikuti perlombaan sebagai pelari rekreasional, bukan atlet yang terbiasa menghadapi kompetisi dengan target waktu tertentu.
Namun, batas waktu itu justru menjadi motivasi tambahan untuk menjaga konsistensi langkah dan mengurangi waktu berjalan kaki. Farhan akhirnya berhasil mencapai garis finis sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir.
“Jujur batas waktu satu jam bikin lumayan deg-degan buat pelari rekreasional seperti saya. Tapi hal itu justru jadi dorongan ekstra supaya tidak terlalu banyak berjalan kaki, dan syukurlah saya berhasil masuk finish sebelum waktunya habis,” tutur Farhan.
Selain mengapresiasi suasana perlombaan, Farhan juga menyoroti pengaturan rute dan kesiapan petugas di lapangan. Ia menilai sterilisasi jalur membantu peserta menjalani perlombaan dengan lebih nyaman, sementara petugas atau marshall sigap memberikan arahan kepada pelari.
“Sterilisasi rutenya patut diapresiasi, marshall di lapangan juga sigap mengarahkan peserta. Cuaca pagi ini kebetulan lumayan bersahabat, belum terlalu terik,” jelas Farhan.
Menurutnya, ketepatan waktu pelepasan peserta turut mendukung kenyamanan berlari. Pelaksanaan pada pagi hari membuat peserta dapat memulai aktivitas ketika cuaca belum terlalu panas, sehingga kondisi tersebut relatif mendukung mereka dalam menyelesaikan rute.
JRF Expo Ikut Semarakkan Kawasan Istora Senayan
Di luar aktivitas perlombaan, kemeriahan Jakarta Running Festival 2026 juga terasa di kawasan Istora Senayan melalui penyelenggaraan JRF Expo. Area ini ramai dikunjungi masyarakat yang ingin melihat berbagai kegiatan dan menikmati suasana acara.
Sejumlah stan aktivitas disediakan bagi pengunjung, sehingga kawasan penyelenggaraan tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya peserta lomba, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk ikut merasakan pengalaman dalam festival olahraga tersebut.
Kehadiran JRF Expo memperluas aktivitas acara di luar lintasan lari. Pengunjung dapat menikmati suasana festival, sementara peserta yang telah menyelesaikan lomba memiliki kesempatan untuk beristirahat dan menghabiskan waktu bersama rekan maupun keluarga.
Ramainya area finis dan expo memperlihatkan tingginya keterlibatan peserta serta pengunjung dalam penyelenggaraan JRF 2026. Ajang ini menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi setiap kategori, mulai dari tantangan ketahanan fisik pada Half Marathon hingga suasana kebersamaan dalam kategori 5K.
Melalui perpaduan perlombaan dan aktivitas pendukung, Jakarta Running Festival 2026 menjadi ajang olahraga yang tidak hanya berfokus pada pencapaian waktu tempuh, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk membangun kebersamaan, menjaga kebugaran, dan menikmati kegiatan olahraga di kawasan Gelora Bung Karno.




