JCCNetwork.id- Presiden FIFA Gianni Vincenzo Gianni Infantino menemui Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/10/2026) siang. Pertemuan tersebut berlangsung menjelang laga final FIFA ASEAN Cup 2026 yang mempertemukan Timnas Indonesia dengan Thailand pada Senin malam.
Gianni tiba di Istana sekitar pukul 13.11 WIB. Ia datang bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Kehadiran Presiden FIFA tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda sebelum pertandingan puncak turnamen sepak bola antarnegara ASEAN digelar.
Erick mengatakan pertemuan Gianni dengan Prabowo bukan kali pertama dilakukan. Keduanya telah beberapa kali bertemu dalam berbagai kesempatan, termasuk saat berada di sejumlah negara.
“Ya pertemuan Presiden FIFA dengan Presiden Republik Indonesia, Bapak Presiden Pak Prabowo. Tentu Presiden Gianni sudah di Indonesia hampir empat kali ke sini waktu kita dapat kesempatan FIFA U-17 dan sekarang sebagai FIFA ASEAN. Pertemuan presiden, dua sahabat,” ujarnya kepada awak media.
Pernyataan tersebut kemudian dibenarkan langsung oleh Gianni. Presiden FIFA itu menjawab singkat ketika ditanya mengenai intensitas pertemuannya dengan Prabowo.
“Yes,” kata Gianni.
Dalam kesempatan tersebut, Gianni turut memberikan penilaian terhadap pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026. Ia menyebut turnamen yang mempertemukan negara-negara di kawasan Asia Tenggara itu telah menunjukkan keberhasilan besar, baik dari sisi penyelenggaraan maupun antusiasme publik.
Menurut Gianni, Indonesia telah menjalankan peran sebagai tuan rumah dengan baik dan mampu memberikan atmosfer positif bagi tim-tim yang tampil dalam kompetisi tersebut.
“Ya. Sejauh ini, ini benar-benar merupakan kesuksesan besar bagi seluruh kawasan ASEAN. Indonesia menjadi tuan rumah yang hebat untuk tim-tim terbaik ASEAN. Kemudian kami menggelar Challenge Cup yang juga diselenggarakan di Hong Kong, yang juga sangat sukses,” kata Gianni.
Ia menilai perkembangan sepak bola di kawasan ASEAN menunjukkan tren positif. Besarnya perhatian masyarakat terhadap pertandingan disebut menjadi salah satu indikator bahwa olahraga tersebut memiliki basis penggemar yang kuat di Asia Tenggara.
“Jadi, saya pikir sepak bola benar-benar bergairah di kawasan ini. Ada begitu banyak kecintaan terhadap sepak bola, dan kita juga bisa melihat bahwa level pertandingannya sangat bagus, sangat bagus,” sambungnya.
Gianni juga menyoroti tingginya kehadiran penonton di stadion selama penyelenggaraan turnamen. Menurut dia, atmosfer pertandingan yang dipenuhi emosi dan dukungan suporter menjadi bagian penting dari kesuksesan FIFA ASEAN Cup.
“Penonton datang ke stadion, pertandingan sangat, sangat menarik. Emosi selalu hadir setiap saat. Dan, Anda tahu, Indonesia merupakan tuan rumah yang luar biasa,” ujarnya.
Pujian tersebut diberikan menjelang pertandingan final antara Indonesia dan Thailand. Laga puncak tersebut menjadi perhatian besar setelah perjalanan kedua tim hingga mencapai babak penentuan juara.
Bagi Indonesia, pertandingan final juga menjadi momentum penting untuk menunjukkan perkembangan sepak bola nasional di hadapan publik sendiri. Dukungan suporter menjadi salah satu kekuatan yang diharapkan mampu memberikan energi tambahan bagi skuad Garuda.
Gianni mengaku senang dapat kembali mengunjungi Indonesia dalam agenda FIFA. Ia berharap keberhasilan FIFA ASEAN Cup dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk kembali menjadi tuan rumah berbagai kompetisi FIFA pada masa mendatang.
“Jadi, saya sangat senang bisa kembali ke Indonesia, dan sangat senang menjadi tuan rumah untuk kembali menggelar ajang FIFA di Indonesia. Ini bukan yang pertama, tetapi ini sangat penting. Ini adalah FIFA ASEAN Cup yang pertama, dan semoga menjadi yang pertama dari banyak ajang lainnya,” katanya.
Menurut dia, Indonesia memiliki modal kuat untuk kembali dipercaya menggelar agenda sepak bola internasional. Selain fasilitas dan pengalaman penyelenggaraan, antusiasme masyarakat terhadap sepak bola juga menjadi faktor penting.
Gianni pun mengungkapkan kegembiraannya dapat kembali bertemu dengan Prabowo. Ia menilai Presiden Indonesia memiliki perhatian besar terhadap sepak bola sekaligus kecintaan terhadap Indonesia.
“Saya juga sangat senang bisa kembali bertemu dengan Presiden yang juga mencintai sepak bola dan mencintai negaranya. Jadi, saya sangat menantikan hal ini,” tuturnya.
Pertemuan di Istana Negara tersebut berlangsung beberapa jam sebelum perhatian publik beralih ke stadion untuk menyaksikan final FIFA ASEAN Cup 2026. Kehadiran Presiden FIFA di Indonesia sekaligus menegaskan perhatian FIFA terhadap perkembangan sepak bola di kawasan ASEAN.
Pertandingan Indonesia kontra Thailand pada Senin malam menjadi penutup rangkaian FIFA ASEAN Cup 2026. Selain menentukan juara, laga tersebut juga menjadi panggung bagi Indonesia untuk memperlihatkan kapasitasnya sebagai tuan rumah sekaligus bagian dari perkembangan sepak bola Asia Tenggara.
























