Rekrut 3.000 Guru, Pemerintah Percepat Sekolah Rakyat

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah mempercepat pengembangan program Sekolah Rakyat dengan membuka ribuan lowongan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan pada 2026. Langkah tersebut dilakukan seiring percepatan pembangunan puluhan gedung sekolah permanen yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemerintah akan merekrut lebih dari 3.000 guru dan sekitar 5.000 tenaga kependidikan untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan penerimaan lebih dari 32 ribu siswa pada tahun ini.

- Advertisement -

“Tahun ini kita InsyaAllah akan merekrut lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan. Sementara siswanya kita akan merekrut lebih dari 32 ribu untuk tahun ini,” kata Gus Ipul, dilansir laman Kemensos, Kamis, 28 Mei 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat koordinasi bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo terkait percepatan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di kantor Kementerian Sosial, Jakarta.

Menurut Gus Ipul, kebutuhan tenaga pengajar dan tenaga pendukung menjadi bagian penting dalam memastikan program Sekolah Rakyat dapat berjalan optimal. Pemerintah menargetkan seluruh proses rekrutmen dilakukan sejalan dengan penyelesaian pembangunan fasilitas pendidikan yang tengah berlangsung.

- Advertisement -

Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat tahap II saat ini mencakup 93 titik lokasi di sejumlah wilayah Indonesia. Seluruh proyek tersebut dikebut agar dapat selesai pada Juni 2026 sehingga siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar mulai Juli 2026.

“Targetnya pembangunan gedung Sekolah Rakyat di 93 titik bisa selesai sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran tahun ajaran 2026/2027,” ujar Gus Ipul.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, terutama kelompok rentan dan keluarga kurang mampu. Pemerintah berharap keberadaan sekolah tersebut dapat meningkatkan pemerataan pendidikan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.

Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam proses pembangunan di lapangan. Dari total 93 lokasi pembangunan, terdapat lima titik yang masuk kategori zona merah karena menghadapi persoalan arus kas proyek, progres pembangunan yang belum sesuai target, hingga keterbatasan tenaga kerja.

“Target penyelesaian pembangunan pada 93 titik pembangunan gedung Sekolah Rakyat, agar Juli bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran tahun 2026/2027,” ungkap Mensos.

Meski demikian, Kementerian PU tetap optimistis sebagian besar proyek dapat rampung sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah. Dody menargetkan setidaknya 88 titik pembangunan selesai tepat waktu, namun pihaknya tetap berupaya agar seluruh proyek dapat dituntaskan secara menyeluruh.

“Harapan saya, dari 93 (titik) itu minimum sekali, 88 itu benar-benar sudah selesai, kalau bisa 93 selesai,” ujar Dody.

Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan pemerintah untuk memastikan fasilitas pendidikan baru dapat langsung dimanfaatkan masyarakat pada tahun ajaran mendatang. Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan dukungan tenaga pengajar, sistem pembelajaran, hingga kebutuhan operasional sekolah agar program berjalan maksimal sejak awal pembukaan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Bahtra Sebut Lawatan Prabowo ke Prancis Demi Kepentingan Negara

JCCNetwork.id-Kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Paris, Prancis, disebut sebagai bagian dari agenda diplomasi strategis yang telah disiapkan jauh sebelum momentum Hari Raya...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER