Putra Gubernur Kalbar Diperiksa KPK

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas penyidikan kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mempawah tahun anggaran 2015. Dalam rangkaian penyidikan terbaru, penyidik memeriksa anggota DPRD Kalimantan Barat, Arief Renaldi (AR), yang juga merupakan putra Gubernur Kalbar, Ria Norsan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap AR digelar di Mapolda Kalimantan Barat pada Kamis, 4 Desember 2025. Pemeriksaan tersebut berfokus pada penelusuran dugaan aliran dana yang terkait dengan proyek jalan bernilai miliaran rupiah tersebut.

- Advertisement -

“Pemeriksaan terhadap saksi AR, penyidik menelisik terkait aliran dana,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Jumat (5/12/2025).

Selain AR, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga saksi lainnya, masing-masing Emma Suhartini, pengurus rumah tangga; Eddy Dwi Pribadi, notaris; dan Istiqomah Iskandar, karyawan swasta. Namun ketiganya tidak hadir tanpa keterangan.

Perkara dugaan korupsi ini menyeret nama Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, yang saat proyek berlangsung menjabat sebagai Bupati Mempawah dua periode pada 2009–2014 dan 2014–2018. KPK telah memeriksa Ria Norsan sebagai saksi dalam dua kesempatan—21 Agustus dan 4 Oktober 2025.

- Advertisement -

Pada pemeriksaan pertama, ia dicecar penyidik selama sekitar 12 jam mengenai kewenangannya dalam proyek jalan tersebut. Sedangkan pada pemeriksaan kedua, KPK mendalami proses pengajuan anggaran hingga dugaan peranannya dalam proyek yang diduga menimbulkan kerugian negara mencapai Rp40 miliar.

Untuk memperkuat penyidikan, penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di kediaman pribadi dan rumah dinas Ria Norsan. Langkah serupa juga dilakukan di rumah dinas Bupati Mempawah, Erlina, yang merupakan istri Ria Norsan. Dari penggeledahan tersebut, disita sejumlah dokumen yang dinilai relevan dengan perkara, meski tidak dirinci lebih jauh.

Diketahui, proyek yang sedang diusut adalah peningkatan Jalan Sekabuk–Sei Sederam dan Jalan Sebukit Rama-Sei Sederam yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diajukan Pemerintah Kabupaten Mempawah.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka. Dua di antaranya berasal dari unsur penyelenggara negara, dan satu lainnya adalah pihak swasta. Berdasarkan informasi yang beredar, tersangka dari pihak swasta adalah Direktur Utama PT Aditama Borneo Prima, Lutfi Kaharuddin. Sementara dua tersangka lain adalah Abdurrahman selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Idi Syafriadi yang menjabat Ketua Kelompok Kerja (Pokja) pengadaan di Kabupaten Mempawah.

KPK memastikan bahwa penyidikan masih akan terus berlanjut termasuk menelusuri keterlibatan para pihak yang diduga memiliki peran strategis dalam penganggaran dan pelaksanaan proyek jalan tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

KPK OTT di Bogor, 17 Orang Diamankan

JCCNetwork.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan sejumlah wilayah lainnya pada Senin (14/9/2026). Operasi penindakan...

Semeru Erupsi, Abu Capai 700 Meter

Persija Bidik Kemenangan Ketiga di Bali

FC Seoul Waspadai Persib

Kangen Band Kembali Bersama

KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Di Depan DPR, Eks Pimpinan KPK Beberkan Fenomena Tujuan Para Koruptor
09:50
Video thumbnail
14 Pejabat Kemenkeu Resmi Dilantik Suahasil, Mayoritas Masuk Jajaran Ditjen Pajak
23:55
Video thumbnail
Di Depan Prabowo Kiai Hasan Gontor Tegaskan Tetap Lebih Memilih Pendidikan #shorts
01:09
Video thumbnail
Prabowo Ungkap Buzzer Bayaran Antek Asing, Sosmed Dibikin Ribut, Rakyat Jangan Gampang Percaya
08:20
Video thumbnail
Bikin Suasana Pecah, Zulhas Candai Cak Imin di Depan Prabowo soal Pilpres
09:27
Video thumbnail
Di Hadapan Presiden Prabowo, KH Hasan Abdullah Sahal Memilih Bicara Apa Adanya
08:14
Video thumbnail
Cerita Mentan Amran Naik Copot Manager Disaat Maba Curhat Sulit Dapat Pupuk
08:08
Video thumbnail
Jawaban Maba Bikin Mentan Amran Kaget, Mau Sukses Ogah Berproses
08:08
Video thumbnail
NasDem Usul Ambang Batas 7 Persen #shorts
02:03
Video thumbnail
Para Pemberantas Korupsi Ternyata Korupsi
01:21
Video thumbnail
Blak blakan KDM Kenang Sosok Danny Setiawan, Ada Satu Momen yang Tak Pernah Dilupakan
08:07
Video thumbnail
Pemilik Lahan Langsung Nurut! Sherly Tjoanda Kasih Pesan soal Larangan Bakar Lahan
08:23
Video thumbnail
Gub Sherly Tjoanda Girang Lihat Bibit Kelapa Siap Tanam dan Terima Kasih ke Pak Presiden, Pak Mentan
08:18
Video thumbnail
Prabowo Pede, Tegaskan Bukan Pemimpin Omon-Omon
10:10
Video thumbnail
Prabowo Beberkan Besarnya Potensi Kelapa Sawit Indonesia
08:34
Video thumbnail
Rakyat Tunggu Kapan Presiden Prabowo Hukum Mati Koruptor Atau Dikirim ke Nusakambangan
12:19
Video thumbnail
Momen Prabowo Candai Kapolri di Gontor, Hanya di Indonesia Kepala Polisi Pakai Kopiah
09:37
Video thumbnail
Rp134,2 Triliun Digelontorkan untuk MBG, Menkeu Sebut Program Makin Tepat Sasaran
08:31
Video thumbnail
Suahasil Beberkan Warisan Krisis 1998 Rp640 Triliun, Benarkah Sudah Tuntas?
08:57
Video thumbnail
Detik-Detik Prabowo Kepalkan Tangan dan Serukan “Free Palestine” di Gontor #shorts #trending
01:52

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

Kemnaker Buka Magang Nasional Tahap 2

129 Penumpang KM Virgo Masih Dicari

DPRD DKI Dorong Tarif LRT Terjangkau

Persija Bidik Kemenangan Ketiga di Bali

APTI Soroti Kebijakan Cukai Tembakau