Banyak Siswa Minta Pindah Pasca Ledakan di SMAN 72

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan banyak siswa SMA Negeri 72 Kelapa Gading memilih mengajukan perpindahan sekolah pasca insiden ledakan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Informasi tersebut ia sampaikan setelah menerima laporan langsung dari kepala sekolah saat meninjau wilayah Jakarta Utara, Minggu (16/11).

- Advertisement -

“Untuk SMA 72, kemarin ketika di Jakarta Utara, saya ketemu kepala sekolahnya. Ternyata dampaknya di luar dugaan saya, banyak siswa yang kemudian minta pindah sekolah. Ini menjadi perhatian kami,” ujar Pramono.

Akibat insiden tersebut, kegiatan belajar-mengajar sementara dialihkan menjadi pembelajaran daring. Seluruh siswa diminta belajar dari rumah selama masa sterilisasi lingkungan sekolah.

Menjelang berakhirnya masa pembelajaran jarak jauh, Pramono meminta pihak sekolah melakukan dialog dengan siswa dan guru untuk menentukan pola belajar selanjutnya.

- Advertisement -

“Saya sampaikan kepada Ibu Kepala Sekolah, batas waktu pembelajaran daring itu sampai Senin. Besok mereka akan mengundang guru dan murid untuk diberikan pilihan, apakah akan kembali belajar di sekolah atau tetap daring,” jelasnya.

Pramono menekankan keputusan tersebut harus dirumuskan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kecemasan lanjutan di kalangan siswa maupun orang tua.

Ia meminta pihak sekolah dan Dinas Pendidikan memberikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis para murid.

“Saya sudah minta kepada sekolah dan Ibu Kepala Dinas agar dirumuskan secara baik. Saya tidak ingin dampaknya berkepanjangan,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menetapkan pembelajaran daring di SMAN 72 sejak Senin (10/11) menyusul proses sterilisasi area sekolah pasca-ledakan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

El Nino Ekstrem, Musim Hujan Mundur hingga 2027

JCCNetwork.id- Fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat berpotensi memperpanjang musim kemarau di Indonesia hingga awal 2027. Kondisi tersebut dipicu anomali suhu muka laut...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER