KPK Hampir Rampungkan Kasus Dugaan Korupsi Makanan Balita

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hampir merampungkan penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Lembaga antirasuah memastikan perkara yang berlangsung pada periode 2016–2020 itu segera naik ke tahap penyidikan.

Pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan seluruh bahan yang dihimpun tim penyelidik sudah hampir final untuk diserahkan kepada penyidik. Namun, ia menegaskan belum ada penetapan tersangka dalam perkara tersebut.

- Advertisement -

“Tunggu saja sebentar lagi (ke tahap penyidikan). Penyidikannya belum (dimulai), tapi, sudah tahap akhir (penyelidikan),” kata pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 10 September 2025.

Meski begitu, Asep menolak membeberkan lebih jauh temuan yang sudah dikantongi penyelidik.
Menurutnya, KPK masih berhati-hati mengingat proses hukum baru akan beralih ke penyidikan.

“Karena belum penyidikan, jadi belum ada tersangkanya,” ujar Asep.

- Advertisement -

Sebelumnya, KPK membuka penyelidikan baru. Dugaan rasuah terjadi di Kementerian Kesehatan.

“Masih lidik,” kata pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Juli 2025.

Kasus dugaan korupsi ini pertama kali terungkap pada pertengahan Juli 2025. Kala itu, KPK membuka penyelidikan baru terkait proyek pengadaan makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil di lingkungan Kemenkes.

“Clue-nya adalah makanan bayi dan ibu hamil,” ujar Asep

KPK menduga adanya penyimpangan dalam proyek tersebut yang berlangsung bertahun-tahun. Jika kelak naik ke tahap penyidikan, lembaga antikorupsi akan menelusuri lebih dalam pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk potensi kerugian negara.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

RAPBN 2027 Dinanti Pelaku Pasar

  JCCNetwork.id— Pelaku pasar menilai penyampaian RAPBN 2027 tidak cukup hanya berisi target pertumbuhan ekonomi, defisit fiskal, dan asumsi makro. Investor juga menunggu gambaran menyeluruh mengenai...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER