Korban Dugaan Pelecehan Dokter di Malang Jalani Visum Psikiatri, Kasus Masuk Babak Baru

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id-Proses hukum terkait dugaan pelecehan seksual yang dialami QAR (32), seorang pasien perempuan di IGD Persada Hospital Malang, terus bergulir. Korban dijadwalkan menjalani visum psikiatri sebagai tambahan alat bukti untuk memperkuat laporan yang telah dilayangkan ke pihak kepolisian.

Kuasa hukum korban, Satria Marwan, mengungkapkan bahwa kliennya telah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota selama lebih dari lima jam. Pemeriksaan berlangsung pada malam hari dan berakhir sekitar pukul 21.00 WIB.

- Advertisement -

“Pemeriksaan selesai sekitar pukul 21.00 WIB. Klien kami telah menyampaikan secara terperinci seluruh peristiwa yang terjadi kepada penyidik,” ujar Satria

Selain memberikan keterangan lisan, QAR juga menyerahkan sejumlah alat bukti pendukung kepada penyidik. Tak hanya itu, tim kuasa hukum juga menghadirkan saksi yang mengetahui cerita korban terkait dugaan pelecehan yang dilakukan oleh dokter berinisial AY.

“Bukti-bukti sudah diterima penyidik, dan saksi yang kami hadirkan juga telah dimintai keterangan untuk mengonfirmasi cerita korban,” tambahnya.

- Advertisement -

Untuk memperkuat laporan secara medis dan psikis, pihak kuasa hukum menyatakan bahwa QAR akan menjalani visum psikiatri di rumah sakit. Meski demikian, waktu pelaksanaan visum masih menunggu penjadwalan dari pihak terkait.

“Visum psikiatri akan dijadwalkan pada kesempatan lain,” pungkasnya.

Kasus dugaan pelecehan seksual ini pertama kali mencuat ke publik melalui unggahan Instagram dari akun @qorryauliarachmah. Dalam unggahannya, QAR membeberkan kronologi dugaan pelecehan yang dialaminya pada 2022 saat menjalani perawatan akibat sinusitis dan vertigo berat.

Menurut pengakuannya, dokter berinisial AY yang menangani dirinya di ruang IGD sempat membuka pakaian model kimono yang ia kenakan, bahkan diduga mengambil gambar bagian tubuh sensitifnya menggunakan ponsel pribadi.

Sebelum kejadian itu, dokter tersebut juga sempat meminta nomor telepon QAR dengan dalih akan mengirim hasil rontgen melalui WhatsApp. Namun, nomor yang digunakan ternyata adalah nomor pribadi sang dokter, bukan nomor resmi rumah sakit.

“Waktu itu aku ngalami sinusitis dan vertigo berat, lalu memutuskan pergi ke IGD. Setelah pemeriksaan, termasuk rontgen, dokter meminta aku mencatat nomor yang katanya digunakan pihak rumah sakit untuk mengirim hasilnya via WhatsApp,” jelas QAR.

Lebih lanjut, QAR mengaku merasa tidak nyaman saat pemeriksaan dilakukan. Ia menyebut durasi pemeriksaan menggunakan stetoskop berlangsung sangat lama, dan dokter tersebut sempat menarik tali bajunya untuk memeriksa area dada. Ia juga mencurigai adanya tindakan pengambilan foto secara diam-diam.

“Dia tarik tali bajunya dan memeriksa dengan stetoskop lama banget, terus tiba-tiba mengarahkan HP ke arah tubuhku. Saat aku tanya, dia bilang sedang balas WA temannya. Namun, aku yakin dia sedang mengambil foto atau video,” ungkap QAR.

Merasa dilecehkan dan tidak mendapat perlakuan profesional selama pemeriksaan, QAR kemudian melaporkan tindakan dokter tersebut ke Polresta Malang Kota. Kini, proses hukum pun terus berjalan, dan penyidik tengah mengumpulkan alat bukti tambahan untuk mendalami dugaan pelecehan tersebut.

Pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait status hukum dokter AY. Namun, penyidik menyatakan akan menindaklanjuti laporan korban sesuai prosedur hukum yang berlaku.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Indonesia Raih Lima Medali di Hari Pertama Asian Games

JCCNetwork.id- Kontingen Indonesia membuka perjuangan pada Asian Games 2026 dengan mengoleksi lima medali pada hari pertama pertandingan, Minggu (20/9). Torehan tersebut terdiri atas satu...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Napi Kelas Sultan? Klaster Mewah Lapas Cibinong, Fortuner hingga Alphard Mejeng di Garasi
08:20
Video thumbnail
Prabowo Bicara di Depan Para Profesor, Akui Keberhasilannya Tak Lepas dari Bimbingan Pakar
08:10
Video thumbnail
Di Depan Profesor, Prabowo Klarifikasi Soal Tuduhan Tak Hormati Pakar
08:02
Video thumbnail
Momen Prabowo Catat Usulan Pakar, Setuju Bentuk Badan Khusus Pengelolaan Gambut
10:11
Video thumbnail
Prabowo Tanggapi Polemik Ucapan “Goblok”: Saya Paling Hormat Sama Pakar #shorts #trending
01:34
Video thumbnail
Detik-Detik Rocky Gerung Bicara Gibran Soroti Peluang Jadi Presiden #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
Di Hadapan KAI, DPR Soroti Whoosh: Bikin Compang-Camping KAN?
09:48
Video thumbnail
Dipanggil Mendadak Prabowo ke Istana, Profesor Ini Kaget, Baru Pertama Kali
09:12
Video thumbnail
DPR Sentil Keras KAI, KRL Padat hingga Penumpang Berdesakan: Malu Kita Pak
09:36
Video thumbnail
Rocky Gerung di Depan Menkum Supratman, Inovasi Butuh “Otak yang Edan”
08:47
Video thumbnail
Rocky Gerung Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden, Lalu Tunjuk Foto Prabowo: Hak Patennya di Sini
08:46
Video thumbnail
Prabowo Tanggapi Polemik Ucapan “Goblok”: Saya Paling Hormat Sama Pakar
08:01
Video thumbnail
Mentan Amran Kasih Tips Sukses ke Mahasiswa UIN Jakarta, Singgung Nama Steve Jobs hingga Jack Ma
12:39
Video thumbnail
Cari Solusi Atasi Karhutla, Presiden Prabowo Langsung Tanya Pakar, Langkah Terbaik Apa?
17:05
Video thumbnail
Ipoleksosbudhankamnas Diterapkan Radikal, Benarkah Isu Perampasan Aset Bisa Berubah?
10:20
Video thumbnail
Pemerintah Pastikan Investigasi Proses Pembebasan Bersyarat Bechi
03:51
Video thumbnail
Geger Ada Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Pemerintah Ingatkan Jangan Terburu-buru Menyimpulkan
05:15
Video thumbnail
Game Theory Jadi Pisau Analisis Pakar, Mengapa Dikaitkan dengan RUU Perampasan Aset?
09:59
Video thumbnail
Prabowo Bikin Gebrakan Baru, Badan Pengelolaan Gambut, Begini Tugas dan Fungsinya
07:02
Video thumbnail
Begini Kronologi Ombudsman Bersitegang dengan Petugas Saat Cek Kamar Mewah di Lapas Cibinong
08:15

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER