Mengintip Karier Panjang Jeje Wiradinata Menuju Kursi Gubernur Jawa Barat

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Dalam percaturan politik Indonesia, nama Jeje Wiradinata kini tengah hangat diperbincangkan, terutama setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara resmi mengusungnya bersama Ronal Surapradja untuk maju dalam Pemilihan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2024.

Keputusan ini menandai babak baru dalam karier panjang Jeje, seorang politisi yang memiliki akar kuat di tanah kelahirannya, Pangandaran, sebuah daerah yang juga dikenal sebagai kampung halaman dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

- Advertisement -

Pasangan Jeje-Ronal secara dramatis mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat pada menit-menit terakhir pendaftaran, tepatnya pada malam tanggal 29 Agustus 2024. Kehadiran Jeje sebagai bakal calon gubernur (bacagub) dari PDIP sebenarnya merupakan kejutan tersendiri, mengingat sebelumnya banyak nama lain yang sempat diisukan akan maju mewakili PDIP dalam kontestasi politik di Jawa Barat.

Jeje Wiradinata dilahirkan di Pangandaran pada tanggal 14 Februari 1965. Sejak muda, ia telah menempuh jalur pendidikan yang berorientasi pada dunia perikanan, terbukti dengan keberhasilannya lulus dari Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Jakarta pada tahun 1981. Namun, perjalanannya tidak berhenti di dunia perikanan saja. Dengan tekad dan visi yang kuat, Jeje memasuki dunia birokrasi dan politik di Jawa Barat, di mana ia akhirnya menjadi salah satu tokoh yang disegani.

Karier politik Jeje dimulai dari bawah. Sebelum dikenal luas sebagai Bupati Pangandaran, ia mengawali karier politiknya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis. Jeje menjabat selama dua periode, yaitu dari tahun 1999 hingga 2009. Dalam kurun waktu ini, ia membangun reputasi sebagai politisi yang berdedikasi dan memiliki pemahaman mendalam tentang kebutuhan masyarakat lokal.

- Advertisement -

Puncak karier Jeje terjadi ketika ia terpilih sebagai Wakil Bupati Ciamis pada tanggal 6 April 2014. Saat itu, ia mendampingi Iing Syam Arifin yang lebih fokus membangun daerah kelahirannya. Namun, Jeje memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya, Pangandaran, setelah melepas jabatannya pada 26 Juni 2015, dan mengikuti Pilkada Pangandaran 2015. Bersama pasangannya, Adang Hadari, Jeje memenangkan kontestasi tersebut dan dilantik sebagai Bupati Pangandaran pada 17 Februari 2016.

Tidak puas hanya dengan satu periode, Jeje kembali mencalonkan diri dalam Pilkada Pangandaran 2020, kali ini berpasangan dengan Ujang Endin Indrawan. Pasangan ini sekali lagi berhasil mendapatkan dukungan mayoritas rakyat dan dilantik oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada tanggal 26 Februari 2021 di Gedung Sate, Bandung.

Selain kariernya sebagai bupati, Jeje juga dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai ketua umum Korps Alumni Akademi Usaha Perikanan (Koral AUP) pada periode 2017-2022, menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan sektor perikanan yang sudah menjadi bagian penting dari hidupnya sejak muda.

Kini, dengan pengusungan dirinya sebagai calon gubernur Jawa Barat oleh PDIP, Jeje Wiradinata berada di persimpangan karier politiknya yang mungkin akan membawanya menuju puncak kekuasaan di provinsi terbesar di Indonesia tersebut. Warga Jawa Barat dan pengamat politik tengah menanti langkah-langkah strategis apa yang akan diambil oleh Jeje, seorang putra daerah yang telah menempuh perjalanan panjang dari Pangandaran hingga ke kancah politik tingkat provinsi.

Dengan latar belakang yang kaya akan pengalaman politik lokal dan regional, Jeje tidak hanya membawa visi untuk membangun Jawa Barat, tetapi juga harapan besar dari masyarakat yang mengenalnya sebagai pemimpin yang tidak pernah lupa dari mana asalnya. Jika terpilih, Jeje Wiradinata akan menjadi contoh nyata bahwa seorang pemimpin yang besar tidak hanya lahir dari ibu kota, tetapi juga bisa tumbuh dari daerah-daerah yang jauh dari hiruk-pikuk pusat kekuasaan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Cabai Rawit Merah Tembus Rp92.250 per Kg, Tertinggi di Pasar Nasional

JCCNetwork.id- Harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat pedagang eceran masih menunjukkan tren tinggi pada awal Juni 2026. Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER