Gugatan Moeldoko Selalu Gagal, Kenapa Masih Ambisi Rebut Demokrat?

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Moeldoko, mantan Panglima TNI, saat ini masih menjabat sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) di pemerintahan Jokowi. Ini menunjukkan bahwa Moeldoko adalah bawahan langsung Jokowi dan segala tindakannya sebagai KSP pasti diketahui oleh presiden.

Masyarakat juga mengetahui bahwa Moeldoko sedang mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA) untuk merebut kepemimpinan Partai Demokrat dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

- Advertisement -

Namun, hingga saat ini, gugatan-gugatan Moeldoko selalu kalah di Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Tinggi (PT), menunjukkan kegagalannya dalam merebut dan mengendalikan Partai Demokrat yang merupakan partai yang didirikan dan dipbesarkan oleh SBY, mantan Presiden RI keenam.

“Artinya. Segala tindakan Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) pasti laporan dan diketahui Jokowi sebagai atasan nya,” kata Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi dalam keterangannya, Selasa (6/6/2023).

Muslim mengaku heran mengapa hingga saat ini Moeldoko yang bukan pendiri, pengurus, atau kader Partai Demokrat, masih getol berjuang keras merebut partai tersebut. Seharusnya jika memang ingin serius berpolitik, Moeldoko bisa meniru para seniornya membangun partai politik.

- Advertisement -

“Kalau memang Jendral Moeldoko mau berpolitik. Mengapa Moeldoko tidak mencontohi senior – senior nya seperti: Jendral Eddy Sudradjat yang mendirikan partai PKPI, Jendral Wiranto yang melahirkan Partai Hanura, Jendral Prabowo yang bikin Partai Gerindra,” tandasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

TNI Sederhanakan HUT ke-81, Prajurit Fokus Tangani Bencana

JCCNetwork.id- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 5 Oktober 2026 akan digelar dengan konsep sederhana. Panglima TNI Jenderal Agus...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini

Harga iPhone 2027 Berpotensi Naik

KRI Sriwijaya-100 Resmi Beroperasi

Jenazah Sukarman Tiba di Soetta

Kasus DBD Lebak Naik 191 Kasus