Pemilihan lokasi di Monumen Patung Kuda dinilai simbolis, karena kawasan tersebut sering menjadi titik berbagai ekspresi publik. Dengan memilih lokasi tersebut, Gerakan Bersama Indonesia Damai ingin menyampaikan pesan ke seluruh masyarakat Indonesia bahwa aspirasi untuk menjaga persatuan adalah suara yang sah dan penting.
Muhaymin menutup dengan seruan bahwa deklarasi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari gerakan moral yang lebih besar untuk mengawal kehidupan kebangsaan agar tetap damai.
“Kami berharap deklarasi ini menjadi pemantik semangat baru. Setelah 22 September, kami ingin peserta yang hadir menjadi agen perdamaian di lingkungannya masing-masing. Indonesia hanya bisa kuat jika damai dijaga bersama,” tutupnya.
Dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai 2.500 orang, deklarasi ini akan menjadi salah satu kegiatan masyarakat sipil terbesar di tahun 2025 yang membawa pesan persatuan dan perdamaian.




