Kompetensi vs Afiliasi Politik: Pengamat Soroti Seleksi KPU Sumsel

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Pengamat politik dari Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes), Bagindo Togar, mengkritik proses seleksi calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Kritik ini muncul setelah Tim Seleksi Bakal Calon KPU Provinsi Sumsel mengumumkan nama-nama calon yang masuk dalam 10 besar.

Bagindo Togar menyampaikan keprihatinannya karena dalam pengumuman tersebut, tidak satu pun nama komisioner incumbent KPU Provinsi Sumsel yang terpilih. Ini menjadi perhatian serius mengingat pemilihan umum tinggal beberapa bulan lagi, dan calon-calon baru yang belum pernah memiliki pengalaman di tingkat provinsi diberi tanggung jawab yang berat.

- Advertisement -

Bagindo Togar, juga menyoroti dugaan aspek politis dalam seleksi ini dan menduga adanya afiliasi dengan kelompok partai tertentu dalam keputusan ini. Dia menyebut bahwa anggota tim seleksi berasal dari alumni kelompok-kelompok organisasi massa yang biasanya terkait dengan partai politik tertentu. Ini, menurutnya, mencerminkan kurangnya independensi dalam proses seleksi.

“Ya kalau melihat kan mereka ini kan rata-rata dari alumni-alumni kelompok-kelompok organisasi mahasiswa yang terafiliasi dengan partai politik tertentu. Kita ketahuilah rata-rata alumni itu,” kata Bagindo Togar, kepada wartawan Jumat (1/9/2023).

Bagindo Togar, menegaskan bahwa seleksi harus berfokus pada kompetensi intelektual, mental, moral, dan pengalaman dalam bidang kepemiluan, bukan aspek-aspek ideologi atau afiliasi politik. Jika seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan latar belakang politik, maka demokrasi akan terhambat, karena ada penyelenggara yang berafiliasi dengan partai politik tertentu.

- Advertisement -

Ia juga meragukan profesionalitas dan independensi tim seleksi serta peserta seleksi. Dia menganggap bahwa jika penyelenggara pemilu seperti KPU tidak bekerja secara profesional dan independen, maka kualitas demokrasi akan terus tertinggal.

Togar berharap KPU Pusat segera turun tangan dan mengambil keputusan terbaik dalam proses seleksi 10 besar KPU Sumsel. Sebab pentingnya menjauhkan muatan politis dari proses seleksi dan lebih memprioritaskan pelaksanaan penyelenggaraan pemilu yang adil dan transparan.

“Karena kadang-kadang itu mengutamakan kepentingan peserta pemilu daripada penyelenggara pemilu itu sendiri. Padahal sudah saya bilang bahwa, pelanggaran pemilu itu terjadi karena disebabkan oleh penyelenggara bukan peserta pemilu,” tutup Bagindo Togar.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

JARI’98 Desak Polri Tindak Pelaku Pembubaran Ibadah

JCCNetwork.id- Ketua Presidium JARI’98, Willy Prakarsa, angkat bicara terkait dugaan pembubaran kegiatan ibadah yang disertai intimidasi dan dugaan penggunaan senjata tajam. Willy mendesak aparat...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Berantas Balpres, Bea Cukai Ungkap Aksi Kucing-Kucingan Terus TerjadiKarna Permintaan Masih Tinggi
11:30
Video thumbnail
Mentan Amran Sentil Pengamat Nyinyir soal Beras Impor Ilegal: Ini Musuh Negara
07:55
Video thumbnail
Suahasil Laporkan Utang BLBI Tuntas kepada Prabowo
09:08
Video thumbnail
Eks Pimpinan KPK Sentil Penegak Hukum, Jangan Sembarangan Rampas Aset karena Malas Lacak Bukti
08:32
Video thumbnail
Sivitas UIN Sunan Ampel Ungkap Masalah Tata Kelola Fakultas di DPR
09:11
Video thumbnail
Mentan Amran Bereaksi Keras, Sebut 115 Juta Petani Dirugikan Karna Beras Impor Ilegal!
08:06
Video thumbnail
Detik Detik Hakim MK Tegur Denny Indrayana Saat Sidang Gugatan Ijazah Gibran
08:40
Video thumbnail
Waspada Celah RUU Perampasan Aset, Advokat Ingatkan Potensi Jadi Alat Pemerasan
09:01
Video thumbnail
JARI’98 Desak Polri Tangkap Pelaku Pembubaran Ibadah #shorts #trending
01:01
Video thumbnail
Detik-Detik Denny Indrayana Cs Persoalkan Syarat Pendidikan Gibran di MK
13:55
Video thumbnail
Aturan Dapur MBG Diubah, Kepala SPPG Tak Boleh Lagi Absen Saat Masak
09:25
Video thumbnail
Buka bukaan di DPR! Kejawen Maneges Minta Kepercayaan Tak Dianaktirikan
09:15
Video thumbnail
Hakim MK Sentil Mantan Pejabat Kemenhub soal Pesawat Delay Bisa Telepon Itukan Bapak
08:55
Video thumbnail
Hakim MK Kekhawatiran soal Diskresi Penyidik ​​di KUHAP Baru dan RUU Perampasan Aset Disinggung
10:37
Video thumbnail
Kocak, Maba UMRI Tolak Promosi Anak Mentan Amran, Malah Dipuji Lolos Uji
09:04
Video thumbnail
Gubenur Sherly Lihat Lahan Habis Dibakar, Bukan Marah Malah Gali Alasan Petani
08:39
Video thumbnail
DPR Wanti-Wanti Hukum untuk Koruptor Harus Ditutup
08:02
Video thumbnail
DPR Tanya Solusi Pakar Soal Bagaimana Jika Barang Rampasan dari Hasil Korupsi Jika Dipakai Aparat?
10:14
Video thumbnail
Habis Bubarin Jemaat Beribadah, Lalu Minta Maaf #shorts #trending
02:45
Video thumbnail
Prabowo Sebut Sawit “Tanaman Ajaib”, Bisa Hasilkan 57 Produk
08:18

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

BPS Catat Harga Beras Kembali Naik

Pajak Marketplace Berlaku November 2026

Kebakaran Landa Pasar Mobil Kemayoran

Harga iPhone 2027 Berpotensi Naik