Kisah Nawi, Sepucuk Surat di Keranjang Gula dan Serdadu KNIL

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Parung medio 1946, pagi itu seperti biasa, anak muda bernama Nawi hendak berjualan minyak dan gula Kelapa keliling. Semua sudah siap, termasuk jerigen kaleng berisi minyak dan keranjang gula kelapa.

Sebenarnya Nawi saat itu adalah seorang spionase alias mata-mata pihak pejuang RI. Tugasnya antara lain, mencari jalur aman bagi pasukan laskar Tengkorak.

- Advertisement -

Selain itu juga mencari informasi penting bagi pejuang. Demi mendapatkan informasi, Nawi kadang berjalan hampir 20 hingga 30 kilometer tiap hari.

Awal mulai masuknya Belanda ke Jawa memang sering terjadi perang “mata mata” antara pihak pejuang dan NICA.

Saling menutup dan menyesatkan info bagi lawan adalah hal biasa. Nah, Nawi secara langsung terlibat perang mata-mata itu (pelaku sejarah).

- Advertisement -

Tidak ada kendala, lantaran musuh percaya saja bahwa Nawi adalah penjual minyak, sebab itu Ia sering lolos melewati pos jaga tangsi Belanda.

Ada kejadian unik, saat perjalanan sudah sampai wilayah Tenjo. Nawi beristirahat sejenak di area kebun kelapa. Panas terik matahari saat itu membuat lelah Nawi.

Sekalian mengganjal perut yang sudah lapar, Ia pun makan bekal yang dibawa dari rumah. Setelah itu Nawi tertidur pulas.

Entah berapa lama Nawi terridur dibawah pohon kelapa Iaa tiba-tiba terbangun kaget lantaran bahunya (pundak) di goyang-goyang seseorang.

Nawi membuka mata, dihadapannya sudah ada para tentara KNIL berseragam loreng mengerubunginya. Sontak Nawi berdiri dan berusaha agar tidak terlihat kaget.

“Tabe Tuan,” sapa Nawi berusaha tenang sembari membasuh muka dengan kain lap.

“Kamu jual minyak dan gula ya,?” tanya Anggota KNIL.

“Ya Tuan, Tuan mau beli,” seraya membuka kaleng isi minyak kelapa yang Ia bawa.

“Kamu bukan mata-mata,?” tanya salah seorang KNIL yang lain, seraya mulai mendekat ke Nawi.

“Tidak Tuan, saya cuma jualan,” tukas Nawi masih berusaha tenang menjawab.

Lantas Nawi, ingat cerita rekan-rekan seperjuangan yang kena tangkap, di markas tentara loreng itu bagaimana kejamnya para serdadu KNIL, melebihi tentara Belanda.

Saat itu seingat Nawi, jumlah tentara KNIL yang menghampirinya berjumlah satu regu, diduga mereka sedang patroli.

Nawi tetap tenang, dilihatnya anggota KNIL yang lain sedang beristirahat, duduk dan minum. Tiba-tiba salah seorang anggota KNIL yang lain menoleh ke Nawi.

“Kowe bisa panjat kelapa?” tanya anggota KNIL itu ke arah Nawi.

“Tidak bisa Tuan,” jawab Nawi  berbohong.

Sebab jika Ia jujur bisa manjat pohon kelapa, makin lama para KNIL itu istirahat. Ia memutar otak, cari akal, bagaimana agar bisa pergi dari lokasi tersebut.

“Tuan mau gula kelapa?. Buat nanti teman kopi Tuan” sapa Nawi.

Tak disangka, para KNIL itu berminat tawaran Nawi. Setengah keranjang gula kelapa habis diambil para tentara KNIL.

Saat pasukan loreng itu mengambil sendiri gula didalam keranjang dagangannya, Nawi cemas. Lantaran ada sepucuk surat tanda anggota Laskar.

Surat itu memang harus dibawa bagi anggota Laskar jika masuk wilayah Tentara Republik Indonesia (TRI) atau laskar lain yang satu seperjuangan.

“Mati saya, jika itu KNIL ngabisin gula, bisa ketahuan bawa surat laskar,” ucap Nawi salam hatinya kala itu.

Ia berdoa agar kawanan KNIL tidak melihat surat itu, yang memang ditaruh paling bawah ranjang dagangannya.

Beruntung, tentara KNIL hanya mengambil gula separuh saja dari isi keranjang dagangan Nawi.

Dengan sedikit bernafas lega, Ia pun pamitan beralasan untuk lanjut keliling dagang.

Nawi buru buru mengangkat pikulan dagangannya. Namun, baru beberapa langkah tentara KNIL memanggilnya kembali.

“Hei….kowe sini!” pinta tentara KNIL.

“Ya Tuan,” seraya Nawi membalikkan badan ke arah para KNIL tersebut.

“Ini uangnya. Memang kamu tidak mau dibayar ?,” tanya salah seorang KNIL seraya menyodorkan kepingan uang logam.

Nawi masih berusaha tenang dan tersenyum, Ia ambil uang logam itu seraya izin pamit dengan para serdadu KNIL.

Saat berjalan pulang, antara rasa cemas dan bersyukur bisa lolos dari kepungan tentara KNIL Nawi, bahwa surat Laskar itu tidak ketahuan.

“Saya malah di bayar. Lumayan lah walau deg-degan,” kenang Nawi mengenang masa lalu.

Penulis : Beny Rusmawan 

(drs)

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Rumah di Petamburan Terbakar, 72 Personel Dikerahkan

JCCNetwork.id- Kebakaran melanda sebuah rumah di kawasan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (30/9/2026) dini hari. Petugas pemadam kebakaran langsung diterjunkan setelah...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
KBRI Ungkap Australia Tak Pernah Nyatakan Pathway Setara SMA #shorts #trending
01:41
Video thumbnail
Hakim MK Soroti Sekolah Gibran di Singapura
11:11
Video thumbnail
Soal Pendidikan Gibran, KBRI Ungkap Soal Pathway
09:48
Video thumbnail
Sudaryono Buka bukaan soal SPPG Ada Setoran di Balik Setiap Ompreng
04:50
Video thumbnail
Pendidikan Gibran Disorot Hakim MK, Pengetahuan Setara Tamat Sekolah Dinilai Abstrak #shorts
01:55
Video thumbnail
Hakim MK Soroti Penyetaraan Pendidikan Gibran: Pengetahuan Setara, Ini Agak Abstrak
09:35
Video thumbnail
Gabung Pemerintah, Sikap Kritis Tetap Jalan #shorts #trending
01:36
Video thumbnail
Polemik Syarat Cawapres di MK, Saldi Isra Soroti Penyetaraan Pendidikan Gibran Tanpa Ijazah #shorts
01:30
Video thumbnail
Saldi Isra Pertanyakan Ketiadaan Ijazah dalam Penyetaraan Pendidikan Gibran
08:36
Video thumbnail
Jelang Putusan Ijazah Gibran, Saldi Isra Ingatkan Jangan Ganggu Hakim #shorts #trending
01:59
Video thumbnail
Pesan Jenderal Listyo dan Suyudi di Momen Pengantar Tugas Kapolri
02:29
Video thumbnail
Saldi Isra Beri Peringatan Keras Jelang Putusan Ijazah Gibran, Jangan Ganggu Hakim
08:42
Video thumbnail
Guyonan Lucky Alfirman, Saat Disambuat Menjadi Wamenkeu
08:24
Video thumbnail
Titiek Soeharto Kaget Lihat Stok Beras Pedagang Menggunung, Spontan Bilang Begini
08:30
Video thumbnail
Saldi Isra Soroti Nilai Gibran di Sidang MK
13:25
Video thumbnail
Jadi Gubernur Konten Ternyata Bikin Pusing Begini Kata Kang Dedi Mulyadi
10:20
Video thumbnail
Hakim Arsul Sani Bingung Nilai 2 Surat Penyetaraan Gibran Jadi Butuh Istikharah Dulu
08:09
Video thumbnail
Masuk Wantimpres, Rocky Gerung Blak-blakan Soal Perannya: Mengolah Persepsi Publik
09:05
Video thumbnail
Eks Ketua KPU Hasyim Asy’ari Beberkan Soal Dokumen Pendidikan Gibran di Sidang MK #shorts
01:42
Video thumbnail
Eks Ketua KPU Hasyim Asy’ari Beberkan Soal Dokumen Pendidikan Gibran di Sidang MK
13:09

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER