JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui adanya peningkatan kasus influenza dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Ibu Kota dalam beberapa waktu terakhir. Namun, kenaikan tersebut dinilai masih tergolong ringan dan belum mengarah pada kondisi yang mengkhawatirkan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, peningkatan kasus influenza memang terpantau terjadi. Kendati demikian, angka kenaikannya masih relatif kecil sehingga belum menunjukkan adanya situasi luar biasa.
“Memang ada kenaikan, tetapi sebenarnya kenaikannya kecil sekali,” ujar Pramono di Balai Samudra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (29/9).
Menurut Pramono, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memantau perkembangan kasus penyakit pernapasan tersebut.
Hasil pemantauan sementara, kata dia, menunjukkan bahwa kenaikan kasus yang terjadi masih berada dalam batas kewajaran dan belum memenuhi indikator terjadinya wabah.
Pramono menjelaskan, suatu peningkatan kasus baru dapat dikategorikan sebagai outbreak atau kejadian luar biasa apabila kenaikannya telah mencapai lebih dari 150 persen.
Sementara itu, peningkatan kasus influenza di Jakarta saat ini masih berada jauh di bawah ambang tersebut. Kondisi itu menjadi salah satu alasan Pemprov DKI belum melihat adanya situasi yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.
Meski demikian, Pramono meminta masyarakat tetap memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika mengalami gejala influenza maupun ISPA. Warga yang mengalami keluhan kesehatan diminta tidak menunda pemeriksaan dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
Pemprov DKI memastikan puskesmas maupun rumah sakit di wilayah Jakarta tetap terbuka untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Kasus ISPA Naik 15,7 Persen
Sebelumnya, Dinkes DKI Jakarta melaporkan adanya peningkatan kasus ISPA sekitar 15,7 persen. Namun, kenaikan tersebut masih dinilai sesuai dengan pola musiman yang biasa terjadi dan belum menunjukkan adanya lonjakan signifikan influenza A.
Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, data tersebut diperoleh melalui pemantauan kasus yang dilakukan puskesmas di berbagai wilayah Jakarta.
Ani menegaskan, peningkatan jumlah kasus ISPA tidak bisa langsung diartikan sebagai peningkatan kasus influenza A. Hal itu disebabkan ISPA memiliki beragam faktor risiko dan dapat dipicu oleh berbagai jenis kuman.
“Berdasarkan data Puskesmas di DKI Jakarta, kasus ISPA di Jakarta menunjukkan peningkatan sesuai pola musiman, meningkat sekitar 15,7 persen. Namun, peningkatan kasus ISPA tidak serta-merta berarti seluruhnya disebabkan oleh Influenza A,” ucap Ani saat dikonfirmasi, Selasa (22/9).
Dinkes DKI juga melakukan pemantauan terhadap data kunjungan pasien dari rumah sakit melalui Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Online.
Berdasarkan pemantauan tersebut, Ani mengatakan belum terlihat adanya peningkatan kunjungan yang signifikan akibat penyakit pernapasan. Dengan demikian, data yang tersedia saat ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa kenaikan ISPA di Jakarta secara khusus dipicu oleh influenza A.
Dinkes DKI masih terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat di Ibu Kota tetap terkendali.
Masyarakat juga diimbau tetap menerapkan langkah pencegahan penyakit pernapasan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada influenza atau ISPA, terutama jika keluhan berlanjut atau memburuk.
Pemprov DKI Jakarta menyatakan pemantauan akan terus dilakukan bersama fasilitas pelayanan kesehatan dan instansi terkait guna mengantisipasi apabila terjadi perubahan tren kasus di kemudian hari.
























